Menjadi Guru di Era Digital

Era digital menjadi sebuah tonggak revolusi baru di berbagai sektor, termasuk pada sektor pendidikan. Banyak masyarakat yang menyebutkan jika di era digital peran guru sebagai penyampai pesan dan informasi menjadi tergeser. Hal ini karena semakin mudahnya mencari akses informasi. Benarkah demikian? Dalam momen hari guru ini, mari kita telaah lebih lanjut tentang peran guru di era digital.

Era revolusi industri 4.0 ini justru sangat membutuhkan peran guru dalam memfilter informasi kepada para siswa. Lantas bagaimana kiat-kiat sukses untuk menjadi guru di era digital dan menjadi tenaga pendidik yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman? Berikut ulasannya.

Lihat juga:Mengapa Asuransi Pendidikan Perlu Dipersiapkan Sejak Dini?

Era Digital Membuka Inovasi dalam Mengajar

Seperti halnya dijelaskan pada uraian di atas, sebenarnya era digital membuka inovasi dalam hal mengajar. Para guru dituntut untuk lebih membiasakan diri dengan perkembangan teknologi yang ada. Sebab, di era digital ini ada beberapa hal yang sebelumnya mungkin belum atau tidak pernah dilakukan menjadi penting untuk dilakukan.

  • Mencoba Platform Digital

Langkah pertama adalah dengan mencoba platform digital dalam hal pembagian tugas dan merancang kegiatan pembelajaran. Di sini para guru bisa menggunakan beberapa platform yang disediakan oleh perusahaan startup pendidikan. Di Indonesia pun, juga semakin banyak pilihan yang beragam dan bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan proses belajar mengajar, mulai dari yang gratis hingga berbayar. Misalnya, Zipgrade dan Kaizena.

  • Pembagian Tugas Menjadi Semakin Mudah

Platform digital juga memudahkan para guru dalam membagi tugas dan menjadwalkan proses belajar mengajar. Dengan begitu, materi yang disampaikan lebih mudah didapatkan. Para siswa bisa dengan mudah mengaksesnya melalui jaringan media sosial yang sudah dibuat melalui platform digital tersebut. Hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak, baik para guru dan siswa, karena sama-sama akan menghemat waktu untuk mempelajari materi yang ada.

  • Pemantauan Para Siswa Juga Mudah

Sebagai seorang guru penting pula untuk memantau perkembangan peserta didik atau siswa. Jika dulu para guru harus mencatat perkembangan para siswa secara manual melalui sebuah laporan tertulis, sekarang para guru bisa menggunakan aplikasi atau platform digital. Misalnya, dengan Gdocs atau Spreadsheet. Jadi, kepala sekolah atau guru lainnya bisa ikut memantau perkembangan siswa secara up to date.

Nantinya, laporan yang ada akan tersimpan secara otomatis dan bisa diakses di mana saja dan kapan saja selama memiliki akses internet. Ini juga yang dapat menghemat waktu dibandingkan dengan melakukan pencatatan secara konvensional atau cara lama.

Ingin tahu berbagai informasi tentang dunia digital? Lihat artikel-artikel ini: “5 Cara Menghemat Uang di Era Digital” dan “Mampukah Anda Menjadi Pejuang Finansial di Era Digital?”

Tips Menjadi Guru di Era Digital

Menjadi guru di era digital membutuhkan persiapan lebih. Metode pengajaran yang dilakukan sudah tidak bisa lagi disamakan dengan para guru di zaman dulu. Oleh sebab itu, bagaimana cara menciptakan suasana nyaman sehingga pelajaran yang disampaikan mudah dipahami? Berikut beberapa di antaranya.

  • Tips Praktis Lebih Disukai

Dalam hal kegiatan belajar, presentasi menjadi hal yang utama. Sayangnya, para guru terkadang lupa untuk membangun komunikasi yang efektif. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidak terlalu lama berbicara satu arah. Buatlah suasana kelas aktif dengan melemparkan pertanyaan-pertanyaan terbuka.

Selain itu, sebagai seorang guru Anda perlu mempersiapkan presentasi menjadi menyenangkan, terlepas dari apapun materi yang akan disampaikan. Anda bisa memulainya dengan memberikan tips-tips praktis dalam belajar. Lengkapi juga presentasi Anda dengan menggunakan desain yang menarik.

Ingat, penampilan guru pun juga penting. Jangan mengenakan style fashion yang membosankan, carilah style formal namun casual untuk membuat penampilan terkesan lebih fresh.

  • Manfaatkan Teknologi

Memanfaatkan teknologi di era digital merupakan hal mutlak dalam menyampaikan pelajaran di kelas. Anda bisa menggunakan daftar hadir atau presensi otomatis, atau membagikan materi menggunakan platform berbasis teknologi cloud computing. Menggunakan teknologi dalam proses belajar-mengajar tidak hanya efektif untuk pengajaran saja, tetapi juga untuk lebih memudahkan para siswa dalam hal komunikasi dengan guru.

  • Perbanyak Diskusi

Salah satu cara lainnya yang bisa diterapkan adalah dengan memperbanyak diskusi dalam kelas. Buatlah kelompok-kelompok kecil, kemudian berilah pertanyaan menarik untuk didiskusikan bersama para siswa. Ini bisa dilakukan setelah Anda memberikan materi di awal kelas.

Di sini guru bisa mengizinkan para siswanya untuk melakukan browsing di internet terkait pertanyaan atau materi yang didiskusikan. Jangan lupa ingatkan untuk hanya mengambil sumber-sumber yang kredibel dan relevan.

Buatlah diskusi menjadi hidup dengan menciptakan interaksi antar siswa dan kelompok. Kemudian, persilakanlah para siswa untuk berdiskusi di kelas untuk meningkatkan skill berbicara mereka di depan orang banyak secara bergantian.

Lihat juga: “Mengenal Startup Pendidikan, Apa Saja?”

  • Berikan Contoh Relevan

Ada banyak hal yang membuat para siswa kurang mengerti materi yang disampaikan para guru. Salah satunya adalah kurangnya contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, sebelum mulai mengajar, biasakan untuk melakukan riset untuk mengetahui apakah ada hal yang bisa dijadikan contoh dalam materi pelajaran.

Sebaiknya pula jangan terlalu berfokus kepada buku pelajaran sebagai bagan utama. Contohnya saja untuk mata pelajaran pemasaran, Anda bisa memberikan contoh media iklan sebagai salah satu media efektif dalam pemasaran. Akan lebih baik jika iklan tersebut berupa video. Bentuk materi yang interaktif akan membuat para siswa akan bisa mencerna lebih mudah materi pemasaran yang ingin disampaikan.

  • Tidak Memberikan Tugas Berlebihan

Terakhir, menjadi guru di era digital berarti mengetahui kapasitas murid dalam mengerjakan tugas. Jangan terlalu memberikan tugas yang berlebihan kepada para siswa. Ingat, setiap orang memiliki kemampuan dan kapasitas yang berbeda-beda dalam menghadapi sebuah materi. Oleh karenanya, berikan tugas secara wajar.

Tugas yang terlalu banyak berpotensi membuat para siswa menjadi stres. Dengan begitu, para guru haruslah membuat perencanaan matang untuk memaksimalkan proses belajar dalam kelas nantinya.

Lihat juga: “4 Tips Menghadapi Inflasi Biaya Pendidikan”

Bagaimana Mengelola Informasi di Era Digital

Era revolusi indutrsi 4.0 ditandai dengan mudahnya dalam hal akses informasi publik. Jika dahulu informasi terbatas hanya pada media elektronik dan cetak, maka era sekarang internet menjadi media dan sumber informasi paling banyak yang digunakan oleh masyarakat.

Begitu pula dalam dunia pendidikan, para guru maupun siswa juga selalu memanfaatkan internet dalam mendapatkan sumber maupun metode pembelajaran terkait. Oleh sebab itu, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan seorang guru dalam mengelola informasi di era digital ini agar bisa digunakan dengan tepat guna.

  • Lakukan Teknik Triangulasi

Langkah pertama dalam mengelola informasi di era digital adalah melakukan crosscheck secara berkala. Hal ini penting dilakukan karena arus informasi yang semakin menjejali masyarakat tidak semuanya baik. Maka, sebagai seorang guru Anda bisa melakukan teknik triangulasi. Teknik ini pada dasarnya adalah melakukan pengecekan informasi secara tiga kali dari sumber-sumber yang berbeda untuk mengecek validitas informasi tersebut.

Terutama jika informasi tersebut ada berkaitan langsung dengan pelajaran-pelajaran para siswa, seperti mengenai masalah kebangsaan, sejarah, pendidikan karakter, dan pelajaran yang berkaitan dengan agama. Anda bisa mencari sumber terpercaya atau melalui situs-situs resmi miliki sebuah lembaga maupun pemerintahan.

  • Menanamkan Nilai Pekerti

Meski teknologi telah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam kehidupan masyarakat, namun masalah budi pekerti tetap harus menjadi pedoman utama bagi para guru dalam memberikan informasi kepada para muridnya. Mengelola informasi dalam era digital memang tidak mudah, namun para guru harus bisa menyaring informasi yang mana mampu membangun nilai moral dan budi pekerti kepada para siswa.

Sebab, disadari atau tidak informasi yang bersifat negatif pun saat ini juga bertebaran di media internet dan mudah diakses oleh siapa saja. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan peran para guru guna membendung dan mengelola informasi negatif untuk para siswa.

  • Selalu Update dengan Isu Terkini

Informasi yang disampaikan juga harus selalu update. Jika tidak, para siswa akan merasa bosan dalam mendapatkan pelajaran. Untuk mengantisipasi hal ini, dalam mengelola informasi para guru sebaiknya selalu update dengan isu-isu terkini.

Akan lebih baik lagi bila para guru mampu menyampaikan pelajaran dibarengi dengan analogi dari isu terkini. Hal tersebut dilakukan terutama untuk pelajaran-pelajaran mengenai materi sosial. Dengan demikian, para siswa bisa menelaah materi yang mudah dipahami dan sesuai dengan konteks perkembangan zaman yang mereka alami.

  • Kerjasama dengan Berbagai Pihak

Memang, mengelola dan mengumpulkan informasi yang digunakan untuk media pembelajaran bagi para guru kepada para siswanya tidak mudah. Selain harus memilah-milah, Anda juga harus pandai-pandai bekerjasama dengan pihak lain. Anda bisa mencoba bekerjasama dengan perusahaan startup di bidang pendidikan, lembaga pendidikan di luar sekolah, dan sebagainya. Diharapkan dengan adanya sinergi tersebut para guru menjadi lebih mudah dalam mengelola informasi kepada para siswa.

  • Manfaatkan Media Sosial Sebaik Mungkin

Terakhir adalah dengan memanfaatkan media sosial. Saat ini hampir setiap orang memiliki media sosial, baik para guru maupun para siswa. Hal inilah yang justru bisa dimanfaatkan dalam mengelola informasi dan pengetahuan di era digital. Selain itu, media sosial ini bisa digunakan untuk komunikasi dari kedua belah untuk bertukar informasi.


Setidaknya itulah langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang guru profesional di era revolusi industri 4.0. Memang, menghadapi tantangan di masa mendatang cukup berat. Akan tetapi, setidaknya dengan semangat yang kuat dan langkah-langkah yang telah disebutkan di atas, menjadi sebuah batu loncatan penting bagi sistem pendidikan nasional. Terutama dalam era digital seperti sekarang. Selamat Hari Guru kepada semua pahlawan tanpa tanda jasa di Indonesia!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply