Mampukah Anda Menjadi Pejuang Finansial di Era Digital?

Momen kemerdekaan Republik Indonesia selalu mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan. Mereka mempertaruhkan jiwa raganya agar kita bisa menikmati udara merdeka. Namun, perjuangan mereka belum usai. Setelah kemerdekaan diraih, maka kita harus mengisinya.

Dari aparatur sipil negara (ASM) yang mengabdikan dirinya untuk mengelola negara, peneliti yang memberikan hasil kajian untuk pembangunan, ke guru yang turut mencerdaskan bangsa, semua turut mengisi kemerdekaan. Selain itu, ada juga pengusaha-pengusaha UMKM yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat. Tidak lupa para investor yang “menanamkan” uangnya pada berbagai instrumen investasi yang memberi modal bagi negara. Mereka semua adalah pejuang di bidangnya masing-masing. Namun, masih ada pejuang lainnya yang tak kalah penting, yaitu pejuang finansial. Jika pejuang kemerdekaan memperjuangkan kemerdekaan bangsa, maka pejuang finansial memperjuangkan kemerdekaan atau kebebasan finansial. Andakah salah satunya?

Lihat juga: “Mengisi Kemerdekaan Indonesia: Bantu Saudara Sebangsa dengan ST005”

Senjata Bernama Literasi Keuangan

Dalam berjuang meraih kemerdakaan, tentu dibutuhkan senjata. Jika dulu adalah bambu runcing, maka senjata untuk meraih kemerdekaan finansial adalah pengetahuan, dalam konteks ini literasi keuangan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Dengan kata lain, literasi keuangan adalah pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola keuangan.

Tanpa literasi keuangan, pejuang finansial akan kebingungan mencari arah untuk mencapai tujuan finansial. Selain itu, tidak adanya literasi juga menyebabkan pejuang terjebak pada berbagai bencana keuangan. Misalnya, terjerat utang, pemborosan, pembelian instrumen investasi yang tidak tepat, bahkan terjebak investasi bodong.

Apalagi di era digital saat ini, ada berbagai macam godaan yang siap menggagalkan rencana Anda. Gaya hidup digital bisa saja menjerumuskan Anda jika tidak bisa mengendalikan diri. Sebagai pejuang finansial, kemampuan mengendalikan diri mutlak harus dimiliki, agar selalu fokus pada tujuan. Dengan literasi keuangan, pejuang dapat lebih mudah memilih produk keuangan yang sesuai dengan kemampuan dan keinginannya. Selain itu, bencana keuangan juga lebih mudah dihindari.

Lihat juga : “Kecanduan Gaya Hidup Digital”

Buka Semua Keran Penghasilan

Untuk mencapai tujuan finansial, literasi keuangan saja tidak cukup. Anda perlu tindakan konkret untuk meningkatkan penghasilan secara signifikan. Dengan literasi, Anda akan punya kemampuan memilih instrumen investasi yang dapat memaksimalkan penghasilan. Efek compounding dalam instrumen investasi akan meningkatkan penghasilan Anda. Ini bisa dilakukan pada uang yang sudah berhasil Anda dapatkan.

Nah, untuk meningkatkan penghasilan secara signifikan, Anda juga perlu mendapatkan “uang” baru.  Dengan kata lain, Anda perlu membuka keran penghasilan.

Keran penghasilan yang terbuka akan menambah pundi-pundi rupiah Anda. Dari sini, Anda bisa meningkatkan jumlah investasi atau menambah instrumen investasi. Selalu ingat untuk tidak meletakkan semua telur dalam satu keranjang. Literasi keuangan yang baik akan mengarahkan Anda untuk membeli instrumen yang tepat dan sesuai dengan pola penghasilan Anda. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan agar keran penghasilan semakin terbuka?

Membuka Bisnis Sampingan

Membuka bisnis sampingan menjadi opsi menarik untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Sebagai pebisnis, Anda bisa melebarkan sayap dengan bisnis sampingan. Agar lebih mudah, Anda bisa memilih bisnis yang mendukung bisnis utama. Misalnya, saat ini Anda punya bisnis warung kopi maka usaha sampingannya adalah makanan ringan. Tidak hanya “menemani” sajian kopi di warung Anda, produk tersebut juga bisa Anda pasarkan dengan lebih luas.

Membuka bisnis sampingan bukan hanya bisa dilakukan oleh pebisnis. bagi Anda yang karyawan juga melakukan langkah ini. Bisnis makanan ringan seperti contoh di atas juga memungkinkan. Anda bisa memasarkannya di teman-teman sekantor atau teman tongkrongan. Pada akhir pekan, Anda juga bisa berjualan di bazar atau pasar kaget.

Cari Pekerjaan Sampingan

Bagi Anda seorang profesional, pekerjaan sampingan cukup efektif untuk meningkatkan penghasilan. Misalnya Anda seorang jurnalis atau penulis konten, maka Anda bisa mencari pekerjaan sampingan serupa namun dengan sistem freelance. Anda akan mendapatkan uang dari setiap pekerjaan yang Anda lakukan. Prinsip yang sama juga bisa Anda terapkan jika Anda seorang desainer, insinyur, peneliti, atau profesi-profesi lain.

Pekerjaan sampingan tidak hanya dari bidang yang sejenis. Bisa juga dari bidang lain. Pada hari kerja, Anda bekerja sebagai akuntan namun di akhir pekan Anda bekerja bisa sebagai MC, penyanyi dan musisi di acara nikahan. Tentu ini bisa dilakukan jika Anda punya bakat di bidang-bidang tersebut. Kenali bakat Anda, lihat potensi pasarnya. Lalu jadikan sebagai alat untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Selain itu, Anda bisa menjalani profesi sebagai online freelancer. Profesi online freelancer mulai populer di era milenial ini. Bahkan profesi merupakan profesi impian. Online freelancer tidak perlu lagi datang ke kantor, namun selalu berpenghasilan dan tetap bisa eksis dalam pergaulan. Profesi ini bisa mencakup berbagai profesi seperti make up artist, fotografer, musisi kafe. Online di sini berarti cara pemasaran jasa dan komunikasinya. Untuk profesinya bisa apa saja, selama bisa dikomunikasikan melalui sosial media, instant messenger dan berbagai aplikasi online lainnya.

Maksimalkan Smartphone

Era digital menjadikan smartphone sebagai kebutuhan utama. Hampir setiap aktivitas selalu menggunakan perangkat yang satu ini. Namun, kebanyakan orang hanya menggunakan untuk kegiatan konsumtif. Padahal, smartphone bisa menghasilkan uang bila Anda tahu caranya. Misalnya Anda bisa jualan di online shop, main saham online, atau alternatif investasi di Modalku.

Selain menghasilkan uang, smartphone juga dapat digunakan untuk melakukan efisiensi anggaran, yakni dengan berburu diskon dan poin. Meski penghematan terkesan kecil dan receh, tapi jangan diremehkan. Jika dikumpulkan, maka Anda bisa menghemat pengeluaran. Tapi ingat, selalu gunakan diskon hanya saat Anda benar-benar membutuhkan barang tersebut. Jangan hanya karena diskon, tapi Anda tidak butuh lalu Anda beli. Ini justru menjadi sumber pemborosan.

Berbelanja di platform e-commerce juga lebih menghemat pengeluaran Anda. Harga yang ditawarkan juga cenderung lebih murah. Selain itu, Anda juga bisa “belanja untung”. Apa itu? Dengan belanja di sebuah e-commerce tertentu, Anda akan mendapatkan cashback setiap habis transaksi.

Kesempatan yang Terbuka

Dengan tekad yang kuat, Anda pun bisa menjadi pejuang dan meraih kemerdekaan finansial. Di bulan kemerdekaan ini, semangat untuk terbebas dari tanggung jawab finansial harus semakin membara. Melalui kebebasan finansial, Anda bisa lebih banyak memberikan dampak positif bagi banyak orang, karena Anda sudah “selesai” dengan urusan memenuhi kebutuhan serta gaya hidup yang diinginkan.

Kesempatan menjadi pejuang finansial makin terbuka di era digital saat ini. Dengan senjata dan strategi berupa literasi finansial, Anda bisa meraih kebebasan finansial dengan lebih mudah. Berbagai informasi tentang cara mengatur keuangan, produk keuangan, hingga cara memaksimalkan keuntungan investasi pun tersebar luas di internet. Semua informasi tersebut tidak ada gunanya jika cuma dibaca, Anda harus mulai melangkah. Praktekkan cara-cara untuk membuka semua keran penghasilan Anda.

Lihat juga: “Selain Produk Investasi, Inilah 5 Langkah Mudah Meraih Kebebasan Finansial”


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply