Kiat-Kiat Mengumpulkan Aset Produktif

Setiap orang tentu memiliki harta pribadi atau yang lebih dikenal sebagai aset. Misalnya rumah, tanah, kendaraan, dan tabungan. Dalam dunia perencanaan keuangaan, aset dibagi menjadi dua; aset produktif dan aset konsumtif. Aset konsumtif adalah harta yang semakin menurun harganya seiring bertambahnya tahun. Sedangkan aset produktif adalah harta yang mana nilai jualnya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya tahun.

Aset produktif dengan nilai jual yang semakin tinggi per tahunnya, bisa Anda jadikan alternatif investasi yang menguntungkan. Jika Anda cerdas mengelolanya, aset produktif ini bisa menjadi aset pasif di samping gaji yang bisa menambah pundi-pundi kekayaan. Apa saja yang bisa Anda jadikan aset produktif dan bagaimana cara mengumpulkannya?

Harta yang Termasuk Aset Produktif

Harta paling sederhana yang bisa Anda jadikan aset produktif adalah tempat tinggal. Meski tidak menghasilkan, namun harga bangunan dan tanah yang Anda tempati akan naik seiring dengan waktu. Terlebih jika Anda memilih tempat tinggal di rumah dengan harga yang kompetitif. Setiap tahunnya Anda sudah berinvestasi untuk masa depan.

Di samping itu, saham juga bisa menjadi aset produktif dengan return yang menjanjikan. Saham adalah alternatif investasi yang saat ini dimiliki orang untuk passive income. Memiliki saham untuk passive income dapat dijadikan bekal di masa depan saat Anda sudah pensiun dari pekerjaan.

Sumber Penghasilan untuk Aset Produktif

Sumber penghasilan yang saat ini Anda miliki bisa jadi aset produktif dengan hasil yang menjanjikan. Contohnya saja gaji, hasil usaha, dan investasi. Dari gaji per bulan, Anda bisa sisihkan beberapa untuk dijadikan modal usaha yang termasuk aset produktif. Anda bisa membangun rumah kos dari gaji yang disisihkan. Dengan memiliki rumah kos, Anda bisa mendapatkan passive income per bulan tanpa harus mengeluarkan banyak keringat. Rumah kos ini bisa dibilang aset produktif yang Anda bangun dari penghasilan saat ini.

Jika Anda memiliki usaha sendiri, hasil dari usaha tersebut juga bisa digunakan untuk membeli aset produktif lain seperti mobil. Mobil termasuk aset produktif jika Anda menyewakannya. Cukup dengan membeli mobil dari hasil usaha, lalu buka jasa rental. Dengan demikian Anda sudah mendapatkan penghasilan lain di luar usaha yang sebelumnya sudah dijalankan.

Lihat juga: “5 Produk Investasi Masa Kini, Apa Saja?”

Manfaatkan P2P lending

Saat ini sudah banyak penyedia jasa P2P lending di mana Anda bisa berperan sebagai investor yang mendanai usaha mikro orang lain. Saat bergabung di P2P lending, Anda bisa meminjamkan sejumlah dana yang akan digunakan untuk mendukung usaha milik orang lain. Saat usaha yang Anda danai berhasil dan sukses, Anda bisa menikmati hasil investasi yang dilakukan berupa dana yang bisa ditabung dan dijadikan aset produktif. Menjadi investor di P2P lending juga menjadi alternatif investasi dengan return yang menarik.  

Agar lebih banyak mendapat return di P2P lending, Anda bisa mendanai banyak pinjaman yang diajukan oleh pengusaha baru. Semakin banyak bisnis dan usaha yang Anda danai, semakin banyak return yang akan didapat. Jika Anda hanya mendanai satu usaha, maka Anda hanya akan menghasilkan return dari usaha. Tapi jika Anda mendanai lima usaha, maka Anda bisa mendapatkan return lima kali lipat.

Lihat juga: “Semangat Gotong Royong dalam P2P Lending”

Membeli Aset Produktif Sekaligus Pemberi Pinjaman P2P Lending

Pengelolaan paling cerdas yang bisa Anda lakukan untuk aset produktif adalah dengan membelinya sekaligus mengumpulkan return dari P2P lending. Jika Anda memiliki rumah kos sebagai aset produktif Anda mendapatkan penghasilan pasif tiap bulan. Jika Anda menambahkan investor P2P lending sebagai sumber aset produktif, maka return yang didapat bisa berkali-kali lipat.

Jika Anda tertarik untuk menjadi investor di P2P lending sebagai salah satu alternatif investasi yang menjanjikan, cukup daftarkan diri di Modalku. Ada banyak usaha yang membutuhkan pendanaan Anda untuk bisa berkembang dan sukses. Saat usaha yang didanai berhasil. Anda bisa mendapatkan hasil investasi yang sudah ditanamkan. Semoga informasi ini membantu!


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply