Lonjakan permintaan musiman sebetulnya merupakan kabar baik bagi pelaku bisnis. Inilah momen emas untuk memaksimalkan pendapatan. Sayangnya, bisnis justru rentan kolaps akibat kewalahan menghadapi lonjakan permintaan tersebut. Banyak dari mereka kesulitan menjaga stabilitas arus kas karena harus menambah banyak stok dalam waktu singkat. Menurut PwC Global Crisis Survey 2019, kondisi ini disebabkan oleh isu likuiditas. Untungnya, ada cara untuk menghadapinya dengan efektif, yakni melalui pinjaman modal usaha.
Buat perencanaan operasional mendetail seawal mungkin
Tanpa persiapan matang, Anda akan kesulitan menghadapi melonjaknya permintaan musiman, contohnya saat menjelang Natal atau Idulfitri. Cash flow akan terganggu, stok Anda tidak memadai, dan SDM tidak mampu mengejar pesanan.
Untuk menghindarinya, tentukan periode musiman atau peak season dengan mengacu pada pola tahun-tahun sebelumnya. Lalu, buatlah standard operating procedure (SOP) operasional untuk tiap tahap, mulai dari pengadaan stok, produksi, packing, sampai pengiriman. Jangan lupa identifikasi titik kritis yang berpotensi menjadi bottleneck, kemudian siapkan solusinya.
Lakukan forecasting stok dan kebutuhan berdasarkan data
Saat peak season, dua risiko yang sering kali muncul adalah overstock (stok berlebih) dan stockout (kehabisan stok). Keduanya sama-sama bisa menyebabkan kerugian finansial maupun operasional. Untuk meminimalisir risiko tersebut, lakukan forecasting stok menggunakan data historis penjualan. Dari sinilah Anda dapat mengidentifikasi pola permintaan musiman.
Selanjutnya, integrasikan informasi tersebut dengan data eksternal seperti kalender libur nasional dan tren pasar. Tak perlu melakukannya secara manual, Anda bisa memanfaatkan sistem manajemen inventaris atau platform forecasting. Tools tersebut biasanya sudah berbasis artificial intelligence (AI), sehingga mampu memprediksi kebutuhan stok secara akurat.
Gunakan pinjaman modal usaha untuk menambah stok dan SDM
Ketika permintaan melonjak pada musim-musim tertentu, kebutuhan akan stok dan tenaga kerja otomatis ikut meningkat. Tanpa modal yang cukup, bisnis rentan gagal memenuhi tingginya permintaan tersebut, sehingga dapat mengganggu arus kas dan reputasi.
Kabar baiknya, risiko tersebut bisa Anda hindari dengan pinjaman modal usaha yang tepat. Layanan ini memberikan pembiayaan yang dapat Anda gunakan untuk menambah stok barang, sehingga Anda mampu memenuhi lonjakan pesanan dengan lancar. Selain itu, Anda juga bisa memakai modal tersebut untuk membayar lembur staff atau merekrut tenaga kerja sementara supaya operasional tidak terhambat.
Alokasikan dana untuk perbaikan dan perawatan infrastruktur operasional
Setelah menerima pinjaman modal usaha, jangan lupa alokasikan sebagian dana untuk perawatan dan perbaikan infrastruktur operasional, seperti perangkat packing, mesin produksi, atau gudang. Langkah ini penting karena mesin yang mengalami gangguan saat peak season bisa menyebabkan produksi terlambat.
Terlebih, infrastruktur yang terawat cenderung lebih tahan lama sehingga bisa menekan biaya jangka panjang. Maka dari itu, jadwalkan servis berkala pada perangkat-perangkat inti. Kemudian, siapkan dana cadangan untuk perbaikan tidak terduga.
Lakukan upskilling untuk tim layanan pelanggan
Lonjakan permintaan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tapi juga pelayanan pelanggan. Layanan yang Anda berikan akan sangat menentukan kepuasan mereka. Itulah mengapa Anda dituntut untuk memberikan respons cepat terhadap keluhan maupun pertanyaan dari setiap pelanggan.
Untuk memenuhi tuntutan tersebut, berikan training tambahan kepada tim customer service, terutama tentang cara menangani volume komunikasi yang tinggi. Saat training, lakukan simulasi peak season agar tim Anda memiliki gambaran nyata tentang kondisi di lapangan. Selain itu, bekali tim dengan sistem customer relationship management (CRM) atau chat automation untuk mempercepat layanan.
Siapkan dana untuk upgrade teknologi dan armada logistik
Manfaatkan pinjaman modal usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan teknologi, khususnya saat peak season yang membutuhkan kerja lebih keras. Sebagai contoh, Anda bisa menerapkan sistem manajemen inventaris otomatis yang terintegrasi dengan penjualan. Jadi, informasi ketersediaan stok pun bisa selalu update secara real-time.
Kemudian, gunakan aplikasi atau tool pelacakan pesanan yang informatif untuk pelanggan. Dengan begini, pelanggan tidak perlu menghubungi tim customer service untuk menanyakan status pesanan. Tak kalah penting, tingkatkan armada logistik agar seluruh pesanan terkirim tepat waktu. Anda bisa menambah kendaraan kurir atau bekerja sama dengan jasa ekspedisi.
Lonjakan permintaan musiman memang berpotensi membawa pendapatan besar. Di balik itu, terdapat tekanan operasional yang kerap membuat bisnis gagal memenuhi permintaan tersebut. Hindari risiko tersebut dengan menerapkan berbagai strategi di atas. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa implementasinya membutuhkan modal yang kuat. Di sinilah pinjaman modal usaha dari Modalku bisa membantu Anda.
Melalui layanan Pendanaan Institusi, Modalku siap menjadi #AndalanPebisnis untuk menghadapi kenaikan permintaan. Dengan proses mudah dan cepat, Anda berkesempatan mendapatkan pendanaan hingga Rp5 miliar dan tenor fleksibel. Jadi, jangan tunggu sampai peak season tiba untuk memperbaiki operasional. Siapkan strategi dari sekarang dan ajukan pembiayaan melalui Modalku!
[Maxbutton Name=”Pendanaan Institusi”]

