Dalam bisnis jasa business-to-business (B2B), akses modal kerap memengaruhi kelancaran operasional dan pertumbuhan usaha. Untuk memastikan bisnis Anda mendapatkan modal yang cukup, Anda bisa mengandalkan pinjaman usaha berjangka. Layanan ini mampu menyediakan modal kerja untuk membiayai proyek dengan biaya awal tinggi, menutup kebutuhan modal kerja, hingga mendanai ekspansi layanan.
Tidak mengherankan jika nilai pinjaman usaha diprediksi naik dari 2,5 triliun USD pada 2023 menjadi 7,2 triliun USD pada 2032. Namun, agar bisa merasakan manfaat pinjaman secara maksimal, Anda perlu memilih tenor atau jangka waktu pengembalian yang tepat.
Tips Pilih Tenor Pinjaman Usaha Berjangka untuk Penyedia Jasa B2B
Untuk memilih tenor pinjaman yang tepat, Anda bisa mencoba sejumlah tips berikut:
Hitung kemampuan membayar cicilan berdasarkan data arus kas
Meski terkesan sederhana, pemilihan tenor akan berdampak langsung pada arus kas bisnis. Cicilan kecil dapat memberi ruang untuk berbagai kebutuhan lain, sedangkan cicilan besar berpotensi membatasi ruang gerak finansial, tapi memungkinkan Anda untuk melunasi pinjaman lebih cepat.
Maka dari itu, pilihlah tenor pinjaman usaha sesuai kemampuan membayar dan kondisi keuangan bisnis. Kumpulkan data arus kas selama 12 bulan terakhir dan hitung net cash flow, yakni selisih total arus kas masuk dengan arus kas keluar. Kemudian, simulasikan beberapa opsi tenor untuk mengetahui perkiraan jumlah cicilan bulanan yang harus Anda bayar.
Sesuaikan tenor pinjaman usaha dengan siklus bisnis
Pertimbangkan siklus bisnis sebelum menentukan tenor pinjaman, misalnya siklus pembayaran klien. Apabila klien membayar jasa Anda setelah 60-90 hari, bisnis Anda akan membutuhkan modal kerja lebih lama. Untuk situasi seperti ini, tenor menengah (2-4 tahun) bisa membantu meringankan tekanan bulanan bisnis sembari Anda menunggu pembayaran.
Selain siklus pembayaran, kondisi proyek juga bisa menjadi bahan pertimbangkan. Sebagai contoh, bisnis Anda mendapatkan proyek besar dengan timeline 18 bulan. Untuk membiayai proyek pada masa awal, Anda bisa mengajukan pendanaan dengan tenor 2-3 tahun. Jadi, cicilan akan mulai turun setelah proyek tersebut selesai atau pendapatan bisnis lebih stabil.
Perhatikan suku bunga
Terdapat dua tipe suku bunga yang umumnya diterapkan dalam pinjaman usaha, yaitu tetap (fixed) atau mengambang (floating). Bunga tetap memberi kepastian jumlah cicilan, sedangkan bunga mengambang cenderung fluktuatif mengikuti pasar. Anda bisa memilihnya sesuai tingkat toleransi risiko.
Sebagai catatan, tenor lebih panjang biasanya bisa menurunkan cicilan bulanan, tapi cenderung meningkatkan total bunga dibayar selama masa pinjaman berlangsung. Tak kalah penting, perhatikan pula biaya lain seperti administrasi, provisi, asuransi kredit, biaya pencairan, dan denda keterlambatan.
Ketahui prioritas pengembangan usaha saat ini
Apakah Anda berencana untuk investasi teknologi atau ekspansi usaha? Jika iya, tenor haruslah sejalan supaya tidak menghambat rencana tersebut. Prioritas pengembangan juga bisa berupa stabilisasi arus kas, peningkatan kapasitas kerja, hingga pengurangan beban bunga.
Jika kondisi arus kas mendukung, sebaiknya pilihlah tenor lebih pendek agar bisa mengurangi biaya jangka panjang. Di sisi lain, tenor lebih panjang (cicilan lebih rendah) lebih disarankan untuk pengembangan bersifat agresif, seperti keperluan sales dan marketing.
Pelajari kebijakan pelunasan lebih awal
Bagaimana jika Anda mampu melunasi pinjaman usaha lebih awal daripada tenor yang telah dipilih? Anda perlu mencari tahu tentang hal tersebut sebelum mengajukan pinjaman, sebab masing-masing lembaga finansial biasanya menerapkan kebijakan berbeda. Tanyakan apakah ada penalti untuk pelunasan lebih awal? Apabila ada, sebaiknya pertimbangkan ulang.
Lalu, pastikan mereka juga menyediakan opsi refinancing atau restrukturisasi tenor. Jadi, jika seandainya kondisi bisnis memburuk atau meningkat pesat, Anda bisa menyesuaikan skema pelunasan pinjaman tanpa membebani arus kas.
Cari Pinjaman Usaha Fleksibel #AndalanPebisnis? Pilih Modalku!
Pinjaman usaha dapat memberikan manfaat lebih maksimal jika Anda memilih tenor sesuai kondisi arus kas, siklus bisnis, hingga tujuan pengembangan. Tenor seperti ini biasanya bisa Anda temukan pada penyedia pinjaman yang fleksibel, seperti Modalku.
Melalui layanan Pinjaman Berjangka (Term Loan), Modalku menyediakan akses modal dengan pembiayaan multiguna dan angsuran tetap. Anda bisa mengajukan pinjaman hingga Rp5 miliar dengan tenor fleksibel sampai 24 bulan. Soal keamanan, Anda juga tak perlu khawatir karena Modalku telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pinjaman usaha dengan tenor tepat dapat membantu usaha Anda lebih stabil, lincah, dan siap menangkap peluang, terutama pada sektor jasa B2B yang butuh respons cepat dan operasional solid. Untuk mengembangkan bisnis jasa B2B dengan modal fleksibel, ajukan Pinjaman Berjangka melalui Modalku. Modalku siap menjadi #AndalanPebisnis untuk menunjang pertumbuhan bisnis Anda.

