Penipuan invoice menjadi salah satu ancaman nyata di dunia bisnis. Hasil survei dari Medius menunjukkan bahwa 44% perusahaan pernah menjadi korban penipuan invoice dengan rata-rata kerugian sekitar USD 133.000. Melihat besarnya dampak finansial tersebut, kini mulai banyak perusahaan fintech invoice financing yang mengadopsi teknologi dalam proses operasional. Langkah ini diharapkan mampu mengidentifikasi pola penipuan sebelum pencairan pinjaman faktur kerja. Apa saja teknologi yang digunakan?

Contoh Teknologi untuk Mengurangi Risiko Invoice Financing

Peluang terjadinya risiko dalam invoice financing akan lebih tinggi jika masih menggunakan pemeriksaan data secara manual. Sebab, langkah ini lebih cenderung rentan manipulasi dan human-error. Untuk meminimalisir kejadian tersebut, perusahaan fintech pun menerapkan sejumlah teknologi berikut dalam invoice financing:

Analisis data historis pembayar dengan big data

Teknologi big data dan machine learning dapat membantu perusahaan fintech mengelola dan menganalisis data historis dalam volume besar. Pada konteks pembiayaan faktur kerja, data tersebut umumnya merujuk pada riwayat pembayaran cicilan, perilaku transaksi, skor kredit, hingga kondisi pasar dan industri bisnis. 

Big data bekerja mengumpulkan data terlebih dulu, lalu machine learning akan mempelajari pola dari data historis tersebut. Hasil analisis akan memberikan informasi pola aktivitas tidak wajar (jika ada), serta informasi tingkat risiko pengajuan pendanaan. Jadi, Anda bisa memprediksi risiko gagal bayar secara lebih akurat.

Verifikasi dokumen digital untuk mencegah fraud 

Untuk memastikan pengajuan invoice benar-benar asli dan tidak diubah, perusahaan fintech menerapkan verifikasi digital. Sistem ini umumnya melibatkan tanda tangan digital, Optical Character Recognition (OCR), dan deteksi fraudberbasis AI.

Tanda tangan digital bertujuan memastikan integritas dan keaslian dokumen invoice, sedangkan OCR mengubah invoice fisik atau scan menjadi data terstruktur, yang dapat dianalisis secara otomatis. Di sisi lain, deteksi fraud berbasis AI akan mengidentifikasi perilaku tidak biasa dalam struktur data invoice. Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan perusahaan fintech untuk menolak invoice duplikat atau yang sudah pernah dipakai.

Dashboard pemantauan tagihan dan aliran dana secara real-time

Jika invoice financing disetujui, bukan berarti tugas perusahaan fintech selesai. Setelah itu, mereka harus memastikan bahwa peminjam dana membayar cicilan tepat waktu sesuai tenor yang berlaku. Tugas ini tentu akan memakan banyak waktu dan tenaga jika melakukannya secara manual, terlebih dengan banyaknya jumlah klien yang harus dipantau. 

Untuk meningkatkan efisiensi, banyak dari mereka yang kini menggunakan dashboard real-time. Platform ini menampilkan seluruh informasi penting secara langsung, mulai dari status invoice hingga timeline dan progress pembayaran. Apabila terjadi keterlambatan pembayaran atau muncul anomali, dashboard akan otomatis mengirimkan notifikasi sehingga Anda bisa segera mengambil tindakan tepat.

Enkripsi data dengan blockchain

Dalam invoice financing, blockchain berperan sebagai “buku besar digital” yang bersifat decentralized. Artinya, kendali dan pengambilan keputusan tidak terkonsentrasi pada satu otoritas, tapi didistribusikan ke seluruh jaringan. 

Konsep tersebut mampu menciptakan rekaman transaksi yang transparan. Selain itu, rekaman transaksi di blockchain juga bersifat immutable: sekali mencatat data invoice, maka tidak bisa lagi mengubah isi tanpa persetujuan seluruh jaringan. Jadi, data invoice pun bisa terhindar dari perubahan tanpa izin yang sering kali menjadi bibit terjadinya fraud.

Modalku: Invoice Financing Aman dan Praktis #AndalanPebisnis 

Dengan adopsi teknologi di atas, platform fintech dapat melindungi modal pemberi dana sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku usaha terhadap ekosistem invoice financing. Manfaat berbagai teknologi tersebut akan lebih nyata jika menerapkan standar mitigasi risiko yang mumpuni. Itulah mengapa banyak pelaku bisnis memilih Modalku sebagai solusi invoice financing.

Memadukan teknologi finansial yang matang dengan pendekatan penilaian risiko, Pinjaman Faktur Kerja dari Modalku mampu menyediakan akses pendanaan jangka pendek yang aman dan cepat. Prosesnya online, dan Anda bisa mendapatkan pembiayaan invoice hingga Rp5 miliar dengan tenor maksimal 90 hari. Selain itu, sistem pelunasannya pun cukup fleksibel. Anda dapat memilih sistem bullet repayment atau langsung pelunasan penuh ketika jatuh tempo. 

Soal keamanan, Anda tak perlu khawatir karena Modalku menerapkan sistem enkripsi dan tata kelola data yang sejalan dengan standar industri. Jadi, data Anda pun terlindungi secara menyeluruh. Plus, Modalku juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, menjadikannya #AndalanPebisnis yang terpercaya.Invoice financing dapat menjadi solusi strategis bagi bisnis yang ingin menjaga stabilitas arus kas tanpa harus menunggu pembayaran lama.

Agar bisa merasakan manfaat maksimalnya, pilihlah platform yang menerapkan standar keamanan tinggi dengan teknologi terkini, seperti Pinjaman Faktur Kerja dari Modalku yang sudah lama menjadi #AndalanPebisnis. Klik di sini untuk segera mendapatkan pembiayaan invoice yang aman, cepat, dan fleksibel melalui Modalku!

Ajukan Pendanaan Institusi