Semangat Gotong Royong dalam P2P Lending

Indonesia memiliki banyak nilai budaya yang sudah mengakar selama ratusan tahun. Salah satunya adalah gotong royong. “Gotong” mengandung arti bekerja, sementara “royong” berarti bersama. Jadi secara harfiah, Gotong royong berarti mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Saking mendasarnya nilai gotong royong ini, Presiden Soekarno menetapkan gotong royong sebagai landasan membangun bangsa dalam salah satu pidatonya.

Gotong royong bisa terlihat dari beragam kegiatan. Salah satunya adalah membangun rumah bersama-sama atau disebut “soyo”. Semua warga kampung berkumpul untuk membantu pemilik rumah membangun pondasi atau menaikkan genteng. Setiap orang dengan sukarela membantu.

Kerja sama serupa juga terjadi di berbagai pelosok perkampungan nusantara saat ada yang menggelar hajatan pesta pernikahan. Gotong royong dalam penyelenggaraan pesta ini sering disebut sambatan. Kerabat, teman, dan tetangga membantu orang yang punya hajat secara sukarela agar pesta terlaksana dengan lancar. Tidak diperlukan jasa wedding organizer, catering, atau sewa gedung. Pendeknya, sambatan merupakan sebuah bentuk voluntary wedding organizer.

Gotong Royong Masa Kini, Mungkinkah?

Namun, benarkah gotong royong hanya terjadi di perkampungan yang kental nuansa tradisional? Tidak adakah bentuk gotong royong yang lebih kekinian? Apakah gotong royong tidak lagi populer di masyarakat urban?

Selama ini gotong royong memang selalu diidentikkan dengan kehidupan pedesaan yang akrab dengan gaya hidup tradisional. Masyarakat urban saat ini terkesan jauh dari nilai gotong royong dan hanya mementingkan diri sendiri. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, masih ada gotong royong dalam sendi kehidupan mereka. Hanya saja bentuknya berbeda. Gaya hidup dan paparan teknologi menjadi faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut.

Pada era digital seperti saat ini, orang-orang banyak menghabiskan waktu di dunia maya dengan gadget. Jangankan bekerja sama untuk soyo membangun rumah atau sambatan hajatan pernikahan tetangga, meluangkan waktu bersama keluarga seringkali hanya menjadi angan-angan. Bukannya tidak mau bergaul atau enggan membantu, tetapi wahana pergaulannya juga berbeda. Jika dulu manusia hanya bergaul di dunia nyata, kini manusia juga bergaul di dunia maya. Kondisi ini justru menjadi peluang bagi kemunculan gotong royong dalam bentuk baru. Misalnya gerakan crowdfunding untuk biaya pembuatan pesawat R80 yang digagas kitabisa.com. Crowdfunding semacam ini merupakan bentuk gotong royong baru yang kekinian. Masih banyak lagi bentuk gotong royong kekinian yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Salah satunya gotong royong berbasis crowdfunding yang menghasilkan alternatif investasi melalui platform digital.

Memberdayakan UMKM dengan Alternatif Investasi

Sebelum merebaknya teknologi digital, investasi sudah banyak dilakukan dengan instrumen seperti deposito, reksadana, obligasi, saham, dan logam mulia (emas). Setiap instrumen memiliki karakteristik masing-masing. Deposito memiliki risiko yang minim namun hasilnya juga sedikit. Saham sifatnya sangat fluktuatif dan beresiko.

Sementara itu, investasi properti membutuhkan modal dalam jumlah yang besar. Properti bukan termasuk aset yang likuid sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama saat menjualnya. Berbeda dengan properti, logam mulia seperti emas termasuk likuid sehingga mudah diperjualbelikan. Namun emas memiliki risiko dalam penyimpanan seperti hilang, rusak, ataupun dicuri. Selain itu, harga emas juga bisa saja menurun di pasar komoditas.

Semua investasi tersebut cenderung fokus pada keuntungan si investor. Meskipun dana yang didapat dari saham, reksadana, dan obligasi akan diputar untuk keperluan bisnis, namun kebanyakan yang mendapat pengembalian adalah perusahaan besar yang sudah mapan. Pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil & Menengah) jarang tersentuh dana segar dari investasi.

Kesulitan UMKM dalam mengakses pinjaman modal merupakan sebuah ironi karena kontribusi UMKM terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai 60.6%. Tak hanya itu, UMKM juga punya andil besar dalam menyerap tenaga kerja, yakni hingga 107.6 juta penduduk. Mengingat pentingnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian negara, diperlukan modal usaha yang dapat lebih memberdayakan UMKM.  

Ada fakta menarik jika kita melihat dari kacamata Asia Tenggara. Kita mendapati bahwa populasi penduduk usia produktif sangat dominan. Diprediksi jumlahnya akan terus meningkat hingga tahun 2020. Secara otomatis, penduduk usia produktif ini akan menghasilkan surplus pendapatan. Bagaikan gayung bersambut, surplus tersebut berpotensi menjadi sumber modal agar UMKM terus tumbuh. Bagaimana caranya?

Menyambut Alternatif Investasi Bernama P2P Lending

Sebagai jawaban atas kebutuhan pengguna layanan keuangan di ranah digital, peer-to-peer (P2P) lending hadir untuk memberikan layanan yang lebih ringkas, mudah, cepat, namun tetap terpercaya. P2P lending merupakan wadah marketplace yang mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman secara online.

Dibandingkan instrumen investasi yang sudah ada, P2P lending membawa banyak keunggulan. P2P lending berusaha menghidupkan hubungan peminjam dan pemberi pinjaman dalam komunitas online. Dengan sistem dan teknologinya, P2P lending dapat memberikan proses yang lebih ringkas, mudah, efisien, serta jumlah dana yang bervariasi baik dari sisi peminjam maupun pemberi pinjaman.

Pengembalian/return alternatif investasi melalui P2P lending juga menarik. Dengan segala keunggulannya, tidak berlebihan jika kita menyebut P2P lending sebagai alternatif investasi masa kini.

Selain sebagai alternatif investasi, P2P lending juga hadir dengan semangat gotong royong untuk memajukan perekonomian nasional, khususnya P2P lending yang fokus memberikan pinjaman pada UMKM. Sebagai pengguna alternatif investasi, Anda bukan hanya akan mendapatkan pengembalian menarik tapi juga telah membantu lebih banyak UMKM. Modalku merupakan salah satu P2P lending unggulan yang fokus membantu memberikan pinjaman usaha untuk UMKM. Dengan bunga kompetitif dan persyaratan yang lebih mudah, produk pinjaman P2P Modalku lebih familiar untuk UMKM.

Alternatif Investasi yang Melampaui Investasi

Dalam P2P lending terdapat proses crowdfunding yang terjadi setelah peminjam UMKM disetujui untuk mendapatkan pinjaman. Pada tahap inilah kegiatan gotong royong “kekinian” dimulai. Para pemberi pinjaman mulai memberikan dana kepada calon peminjam. Setelah dana terkumpul dan dicairkan, peminjam menggunakannya untuk mengembangkan usaha. Setiap bulan peminjam membayar angsuran pinjaman dengan bunga sebagai imbal hasil untuk pemberi pinjaman.

Bayangkan jika praktik P2P lending  ini terjadi secara masif. Tentu pengusaha-pengusaha UMKM lebih leluasa mengembangkan bisnisnya, sehingga level ekonominya meningkat. Dari sisi pemberi pinjaman, pendapatan mereka juga akan naik dan secara otomatis daya beli mereka juga meningkat. Daya beli yang meningkat akan kembali memperkuat sektor UMKM, karena produk-produk UMKM dekat dan dibutuhkan oleh konsumen. Jika semuanya berjalan bersamaan, maka pendapatan negara akan meroket. Peningkatan-peningkatan tersebut masih belum ditambah dengan beragam efek lain yang ditimbulkan, seperti terserapnya tenaga kerja karena UMKM yang makin kuat serta banyaknya aset yang dimiliki pemberi pinjaman karena imbal hasil yang terus diputar.

P2P lending hadir sebagai wadah gotong royong masa kini. Kehadiran P2P lending mampu menyusun kekuatan dari seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memajukan ekonomi Indonesia. P2P lending menjadi alternatif investasi yang melampaui instrumen investasi konvensional. Alternatif investasi P2P lending juga mampu memacu semangat para pebisnis UMKM dalam mengembangkan bisnis sehingga bisa bersaing tidak hanya dalam kancah nasional, tapi juga regional bahkan internasional.


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.


Leave a Reply