Mengapa P2P Lending Cocok untuk Generasi Milenial?

Banyak yang menganggap bahwa generasi milenial cenderung boros dan susah menabung. Padahal, menurut laporan Better Money Habits Millennial 2018 yang dirilis Bank of America, jumlah generasi milenial yang memiliki tabungan justru cukup tinggi, yakni mencapai 63%. Dengan kata lain, sebenarnya kaum milenial sangat terbuka untuk menyimpan atau menghemat uang mereka daripada hanya sekadar digunakan untuk berbelanja.

Salah satu cara yang bisa dilakukan milenial untuk berhemat adalah dengan melakukan investasi. Investasi memungkinkan kaum milenial untuk menambah nilai uang mereka. Nah, dari sekian banyak opsi yang bisa dipilih, peer-to-peer (P2P) lending merupakan alternatif investasi yang cocok untuk kaum milenial. Mengapa demikian?

Berbasis Teknologi, Mudah dan Praktis Diakses

P2P lending adalah sebuah alternatif investasi berbasis financial technology (FinTech) yang mempertemukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pemberi pinjaman melalui sebuah platform online. Artinya, seluruh aktivitas alternatif investasi bisa dilakukan secara online dengan menggunakan smartphone dan aplikasi digital. Jadi, selama kaum milenial memiliki koneksi internet yang memadai, mereka bisa mengakses alternatif investasi P2P lending di mana saja dan kapan saja.

Hal ini sejalan dengan karakteristik generasi milenial yang memang dikenal tech-savvy. Mereka tidak bisa lepas dari beragam gadget. Nah, dengan adanya P2P lending yang bisa diakses melalui smartphone, kaum milenial pun dapat menggunakan gadget mereka secara lebih produktif.

Lihat juga: “Penghasilan Tambahan Lewat Smartphone for Smart Millennial”

Bisa Mengatur Tipe Pemberian Pinjaman Sesuai Preferensi

Generasi milenial tak perlu khawatir tentang jumlah pinjaman yang harus mereka berikan. P2P lending memungkinkan mereka untuk memberikan pinjaman sesuai kemampuan dan preferensi masing-masing. Modalku, misalnya, menyediakan layanan yang memudahkan milenial untuk mengatur tipe pendanaan berdasarkan jangka pinjaman, tingkat pengembalian, hingga alokasi dana per pinjaman. Alhasil, kaum milenial tak perlu sering-sering memantau pinjaman sehingga lebih hemat waktu.

Return  yang Menguntungkan

Selain memberikan pinjaman kepada UMKM, tentunya P2P lending juga bertujuan untuk memberikan return atau pengembalian yang menguntungkan kepada pemberi pinjaman. Dengan begini, kaum milenial bisa memiliki pemasukan pasif yang dapat mereka gunakan untuk berbagai keperluan.

Nah, kabar baiknya, P2P lending memberikan return yang cukup menjanjikan. Di Modalku, rata-rata tingkat return hingga 20% per tahun. Capaian return ini tentunya bergantung pada preferensi kaum milenial dalam memberikan pinjaman sekaligus profil risiko mereka. Anda juga dapat memaksimalkan return dengan pendanaan ulang. Pendanaan ulang adalah penggunaan return dari UMKM yang didanai untuk mendanai UMKM-UMKM lainnya.

Tingkat Default Relatif Rendah

Sama seperti jenis alternatif investasi lain, P2P lending juga memiliki risiko tersendiri. Salah satunya adalah default, yakni kondisi di mana UMKM yang diberikan pinjaman tidak mampu membayar. Namun, kaum milenial tidak perlu khawatir akan hal tersebut jika mereka memilih untuk memberikan pinjaman P2P lending melalui Modalku. Pasalnya, tingkat risiko default tidak sampai 1%. Terlebih, Modalku juga selalu melakukan survei dan background check yang ketat sebelum memberikan approval pada UMKM yang akan meminjam.

Kesempatan untuk Memberikan Dampak Sosial

Seperti yang disebutkan sebelumnya, P2P lending mempertemukan pemberi pinjaman dan UMKM yang memerlukan pinjaman dana untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan kata lain, saat kaum milenial melakukan alternatif investasi dengan P2P lending, mereka telah berkontribusi terhadap usaha kecil sehingga inklusi keuangan dan pemerataan ekonomi di Indonesia bisa terus berkembang. Hal ini sejalan dengan karakteristik kaum milenial yang cenderung ingin memberikan dampak sosial melalui hal-hal yang mereka kerjakan.

Lihat juga: “Semangat Gotong Royong dalam P2P Lending”


Bagi generasi milenial P2P lending dapat menjadi alternatif investasi yang menguntungkan dengan berbagai keunggulan di atas. Kini, melakukan alternatif investasi tak lagi susah!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply