Mengapa Platform Alternatif P2P Lending Cocok untuk Pemula?

Layanan peer-to-peer (P2P) lending saat ini mulai diminati oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya para orang tua dan generasi paruh baya yang ekonominya sudah mapan, P2P lending juga semakin dilirik oleh generasi milenial. Banyak dari generasi ini yang baru bekerja dan mulai mengenal investasi. Jadi, bisa dikatakan bahwa generasi milenial merupakan generasi yang masih pemula dalam berinvestasi.

Dikutip dari swa.co.id, sebanyak 70% pemberi pinjaman di platform P2P lending Modalku adalah generasi milenial. Ini menunjukkan bahwa financial technology (FinTech) memiliki daya tarik tersendiri bagi generasi milenial. Ada beberapa keunggulan platform P2P lending sehingga banyak dipilih oleh generasi milenial, di antaranya beberapa poin yang akan di ulas berikut.

Lebih lanjut: “Alternatif Investasi: Inovasi yang Disukai Generasi Milenial”

Platform P2P lending  yang user-friendly

Gaya hidup yang praktis, efisien, dan tidak rumit sudah menjadi tren di kalangan generasi milenial saat ini. Generasi ini sangat bergantung pada dunia digital. Para penyedia jasa layanan P2P lending berusaha untuk lebih memudahkan para pemberi pinjaman, dalam hal ini generasi milenial, lewat sebuah platform digital. Platform digital ini dibuat semudah mungkin agar pengguna merasa lebih nyaman dan praktis. Inilah konsep yang diusung oleh penyedia layanan P2P lending Indonesia agar masyarakat mudah memahaminya.

Return/Pengembalian yang Menarik

Daya tarik dari P2P lending bagi generasi milenial adalah adanya pengembalian yang menarik, Bila dibandingkan dengan deposito, pengembalian P2P lending bisa dibilang cukup tinggi. Bahkan ada penyedia jasa layanan P2P lending Indonesia yang menawarkan pengembalian hingga 35% per tahun. Namun, semua kembali lagi pada masing-masing kebijakan platform.

Minimalisir Risiko dengan Diversifikasi

Sama halnya dengan investasi lainnya, P2P lending juga memiliki risiko. Namun, risiko melalui alternatif investasi ini bisa diminimalisir melalui diversifikasi. Jadi, dana investasi Anda tidak harus diberikan kepada satu peminjam saja. Anda bisa mengalokasikannya kepada beberapa peminjam sekaligus. Jadi, jika misalnya salah satu peminjam mengalami gagal bayar, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan dari peminjam yang lain. Dengan begini, Anda pun bisa meminimalisir kerugian.

Lebih lanjut: “Diversifikasi dan Pendanaan Ulang di Modalku”

Membantu Banyak UMKM

Tidak hanya memberi keuntungan bagi perseorangan saja, keberadaan P2P lending juga memberikan dampak sosial, yaitu membantu banyak UMKM di Indonesia. Pinjaman yang Anda berikan akan digunakan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan memberi pinjaman melalui P2P lending, Anda telah berkontribusi dalam memajukan ekonomi bangsa.

Lebih lanjut: “5 Opsi Pinjaman Bagi UKM” dan “Produk Modalku Mana yang Paling Cocok dengan Bisnis Anda”

Modal Awal Relatif Terjangkau

Bagi generasi milenial yang kondisi keuangannya belum stabil, adanya P2P lending di Indonesia dirasa cukup membantu. Karena untuk menjadi pemberi pinjaman, tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda bisa memberikan pendanaan mulai dari Rp 100 ribu saja dan masih banyak beragam pilihan besaran alternatif investasi lainnya. Semua tentu tergantung kemampuan dan kebutuhan Anda.


Tentu akan banyak lagi keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan melalui alternatif investasi P2P lending di Indonesia. Kini sudah saatnya Anda menjadikan P2P lending sebagai alternatif investasi jangka pendek dan jangka panjang. Selamat mencoba dan rasakan sendiri keuntungannya.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply