Mengumpulkan Aset dengan Memulai Bisnis Sampingan

Siapa bilang Anda tidak bisa memiliki investasi yang menguntungkan hingga miliaran rupiah di usia muda? Dengan memilih instrumen yang tepat, bukan tidak mungkin kesuksesan bisa diraih bahkan sebelum Anda berusia 40 tahun. Di sisi lain, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk memulai bisnis sampingan sebagai alternatif cara mengumpulkan aset. Terlebih, di Indonesia ada tercatat  4,5 juta pelaku bisnis rumahan atau pengusaha mikro yang sukses mengantongi keuntungan hingga Rp 300 juta setiap tahun.

Keuntungan yang cukup menjanjikan, bukan? Tenang saja, saat ini ada banyak jenis bisnis sampingan yang bisa dimulai bahkan dengan modal kecil. Anda bisa memanfaatkan platform media sosial maupun situs e-commerce untuk memulai bisnis online. Lantas, bagaimana caranya mengumpulkan aset dengan memulai bisnis modal kecil ini?

Lihat juga: “Merencanakan Bisnis Sampingan: Perlu atau Tidak?”

Bisnis Sampingan Jadi Sumber Dana Investasi

Tak hanya sebagai sumber penghasilan, bisnis sampingan juga bisa jadi sumber dana investasi. Meskipun hanya dimulai dengan modal kecil, bukan berarti Anda tidak bisa meraup untung dalam jumlah besar. Agar bisnis sampingan bisa jadi sumber dana investasi, maka Anda harus terus mampu berinovasi sehingga keuntungan yang didapatkan meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu.

Pertimbangkan pula manajemen pengelolaan keuangan yang dilakukan. Apabila sejauh ini Anda hanya menyisihkan 5% – 10% dari nilai penghasilan bisnis untuk ditabung, maka mulai sekarang tambahkan persentasenya hingga dua kali lipat. Hal ini penting untuk dipertimbangkan karena Anda tetap bisa mencukupi kebutuhan keluarga melalui penghasilan utama.

Kelola Penghasilan dari Bisnis Sampingan dengan Baik

Seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya, untuk bisa dialokasikan sebagai sumber dana investasi, maka Anda harus pandai-pandai mengelola penghasilan yang didapat dari bisnis rumahan tersebut. Sebaiknya, pisahkan antara rekening pribadi dan rekening usaha agar Anda bisa dengan mudah memantau arus keuangan. Cara ini juga efektif menghindari bisnis modal kecil yang didirikan dari risiko kehabisan dana karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Keuntungan bisnis sampingan bisa Anda gunakan untuk membeli saham perusahaan dengan kredibilitas baik. Pastikan nilai saham per lembarnya kurang dari Rp 1.000 sehingga Anda tidak kesulitan untuk membeli jumlah minimum saham dalam 1 lot atau 100 lembar.  Selanjutnya, jalankan trading atau jual beli saham untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah yang lebih besar. Jangan ragu untuk mempelajari trik-trik trading saham dari profesional agar Anda bisa meminimalisir risiko kerugian.

Lihat juga: “Terjun ke Dunia Saham? Tentukan Mau Jadi Investor atau Trader”

Mulai Sisihkan Dana untuk Beli Aset, Jangan Tunggu Bisnis Jadi Besar

Bisnis modal kecil seperti makanan ringan terbukti memiliki prospek yang sangat baik. Bahkan jenis bisnis kuliner ini disebut-sebut bisa memberikan laba bersih hingga 30%. Namun, bukan berarti Anda harus menunggu bisnis sampingan tersebut tumbuh besar untuk mulai membeli aset. Investasi yang menguntungkan bisa dimulai  sesegera mungkin. Pasalnya, laju inflasi bisa dengan mudah dan cepat menggerus nilai keuntungan bisnis yang Anda miliki jika hanya didiamkan saja.

Apabila belum berani untuk mengumpulkan aset berupa saham, Anda bisa memilih alternatif instrumen investasi lainnya. Termasuk emas, deposito, maupun reksa dana, yang dapat dimulai dengan modal minim dan tidak terlalu besar risikonya. Sebaliknya, jika keuntungan bisnis sampingan yang didapatkan berada dalam jumlah besar, maka Anda bisa mempertimbangkan investasi di bidang properti yang menjanjikan keuntungan jauh lebih besar di masa mendatang.

Jadi, kapan Anda akan memulai bisnis sampingan? Mengumpulkan aset dengan bisnis rumahan bukanlah hal yang mustahil. Anda bisa mulai sekarang juga untuk bisa membuktikan keberhasilannya. Tunggu apa lagi? Selamat mencoba dan semoga berhasil, ya!


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply