Sehat Keuangan, Sehat Kejiwaan: Belajar dari Kisah Joker

Kesibukan dan rutinitas yang makin intens dapat menimbulkan tekanan hidup. Tak jarang, tekanan hidup ini mengganggu kesehatan. Terlalu keras bekerja, hingga lupa waktu makan dan kurang istirahat tentu tidak baik bagi tubuh. Badan jadi tidak bugar dan sakit-sakitan. Tidak hanya itu, berbagai tekanan hidup juga berpotensi menimbulkan gangguan jiwa. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan gejala gangguan jiwa. Padahal gangguan jiwa bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Anda. 

Tokoh Arthur Fleck dalam film Joker merupakan contoh penderita gangguan jiwa karena tekanan hidup. Himpitan ekonomi dan berbagai kesulitan hidup menjadi penyebab gangguan jiwa yang dialami sang tokoh. Ini membuktikan bahwa ada hubungan antara kesehatan jiwa dan kesehatan keuangan. Buruknya kondisi keuangan dapat memicu gangguan jiwa. Mengapa bisa demikian?

Pentingnya Kesehatan Jiwa

Kesehatan jiwa atau mental seringkali diabaikan oleh banyak orang karena gangguan jiwa tidak menimbulkan rasa sakit secara fisik. Gejala gangguan jiwa yang diawali dengan perasaan cemas, sedih, galau, depresi, hingga stres hanya dianggap angin lalu. Semua itu dianggap bisa hilang hanya dengan kegiatan seperti hangout, nongkrong, liburan dan kegiatan hiburan lainnya. Atau dianggap akan hilang asal diberi sedikit waktu. Padahal jika gejala-gejala di atas terjadi secara intens dan tidak kunjung hilang padahal sudah beberapa minggu, Anda patut waspada. Bisa jadi gangguan jiwa menimpa diri Anda.

Kesehatan jiwa patut mendapat perhatian khusus, apalagi di tengah banyaknya tekanan hidup, seperti krisis ekonomi dan resesi. Dampak yang ditimbulkan resesi seperti kehilangan pekerjaan atau menurunnya omzet penjualan usaha dapat mengganggu kesehatan jiwa. Oleh karena itu, menjaga kesehatan jiwa sangat penting. Orang yang mentalnya sehat dapat memaksimalkan potensinya sehingga mampu menghadapi berbagai masalah.

Berawal dari Masalah Keuangan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gangguan jiwa terjadi karena tekanan hidup. Salah satu sumber tekanan hidup adalah masalah keuangan. Diawali dengan kecemasan berlebihan, gangguan jiwa bisa berlanjut ke depresi.

Kondisi keuangan yang selalu sehat dapat mengurangi terjadinya kecemasan-kecemasan tersebut. Keuangan yang sehat bukan dinilai berdasarkan seberapa banyak uang yang bisa Anda hasilkan, tapi bagaimana Anda mengelolanya. Punya gaji tinggi bukan berarti kondisi keuangan sehat lho! Lantas, apa saja ciri-ciri keuangan yang sehat?

Pertama, Anda harus punya penghasilan tetap. Ini bukan berarti Anda harus menjadi karyawan. Dengan menjadi seorang pengusaha pun, Anda juga bisa mendapatkan penghasilan tetap. Anda bisa menetapkan “gaji” Anda sendiri. Jadi, meskipun pendapatan perusahaan naik turun, gaji Anda sesuai dengan yang diharapkan.

Kedua, punya anggaran yang jelas. Nah, inilah yang tidak banyak orang lakukan. Tanpa anggaran, sebesar apapun gaji Anda, pemborosan tetap terjadi. Jika sudah demikian, bukan tidak mungkin Anda akan tertekan dan berujung depresi karena berbagai tunggakan yang tak terbayar.

Ketiga, punya dana darurat. Dana darurat bisa diibaratkan sebuah benteng yang menjaga kondisi keuangan Anda. Berbagai kondisi yang mendesak atau mendadak dapat diatasi dengan dana darurat. Siapkan dana ini sesegera mungkin karena kita tidak pernah tahu kapan kondisi darurat menimpa Anda.

Keempat, mampu memenuhi kebutuhan pokok tanpa merasa tersiksa. Tentu saja jika memenuhi kebutuhan pokok saja Anda tersiksa, bagaimana dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Kebutuhan pleasure pun mustahil terpenuhi. Padahal, pleasure sangat penting untuk menjaga kesehatan jiwa Anda.

Kelima, mampu melunasi cicilan dengan baik. Meski terlihat sepele, membayar cicilan tepat waktu akan menyelamatkan keuangan Anda. Jika Anda telat bayar, ini pertanda keuangan Anda sedang tidak sehat. Segera temukan masalahnya, mengapa Anda sampai telat membayar cicilan?  

Ingin tahu tentang bisnis sampingan? Lihat artikel-artikel ini: Merencanakan Bisnis Sampingan, Perlu atau Tidak? dan “Mengatur Waktu agar Bisnis Sampingan Tidak Menganggu Pekerjaan Utama”

Menjaga Kesehatan Keuangan = Menjaga Kesehatan Jiwa

Kita bisa mulai menjaga kesehatan jiwa dengan menjaga kesehatan keuangan. Mengapa keuangan? Sebagai salah satu kebutuhan vital, uang seringkali menjadi faktor yang mempengaruhi gangguan jiwa. Menjaga kesehatan keuangan merupakan tindakan preventif agar kita tidak stres saat menghadapi berbagai kondisi.

Jika menjaga kesehatan fisik bisa dimulai dengan menjaga pola makan, maka menjaga kesehatan keuangan bisa dimulai dengan menjaga pengelolaan keuangan. Agar tidak terjebak dalam pola yang ‘salah urus’, edukasi finansial penting bagi Anda untuk mempelajari hal-hal dasar seperti perencanaan keuangan pribadi. Bagaimana langkahnya?

Bijak Mengelola Keuangan

Bijak mengelola keuangan adalah langkah pertama agar keuangan Anda selalu sehat. Untuk itu, simaklah beberapa poin penting agar selalu bijak mengelola keuangan: 

Buatlah prioritas keuangan

Tidak semua orang menganggap bahwa membuat prioritas keuangan itu penting. Alhasil, gaji pun ludes sebelum akhir bulan. Tanpa prioritas, pengeluaran Anda akan semakin tak terkontrol. Karena itu, penting untuk menentukan prioritas keuangan, sehingga Anda dapat selalu mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Misalnya, kebutuhan dan kewajiban untuk membayar tagihan harus lebih didahulukan daripada membeli kendaraan atau gadget baru.

Jika Anda terlalu sering mengutamakan keinginan daripada kebutuhan, Anda bisa kehilangan kontrol terhadapnya. Hal ini bisa berujung pada gangguan ketidakmampuan mengontrol keinginan. Contoh gangguan jiwa yang masuk kategori ini adalah kleptomania (dorongan untuk mencuri barang-barang kecil), piromania (suka menyulut api), kecanduan minuman keras dan obat-obatan terlarang.

Mencatat adalah kunci

Mungkin ini terdengar simpel, namun mencatat pengeluaran punya dampak yang besar. Anda bisa membuat laporan keuangan sederhana secara berkala, baik harian, mingguan ataupun bulanan. Tujuannya agar Anda lebih mudah mengontrol dan mengecek kembali bila diperlukan. Anda perlu mencatat semua pengeluaran sampai hal terkecil sekalipun. Misalnya, uang parkir yang dikeluarkan. Ini sering diabaikan, padahal secara tak langsung membuat pengeluaran membengkak.

Atur pengeluaran dengan metode 50/30/20 

Langkah lain yang bisa Anda lakukan agar keuangan pribadi tidak kacau adalah menggunakan metode pengaturan keuangan. Salah satunya adalah metode 50/30/20 yang dikenalkan oleh Elizabeth Warren. Mengutip dari laman Business Insider, penghitungan melalui metode ini adalah 50% dari gaji dialokasikan untuk kebutuhan prioritas, membayar tagihan, dan sebagainya. Sedangkan, 30% dari gaji adalah anggaran untuk keperluan pribadi seperti belanja, rekreasi dan sebagainya. Sisanya, 20% bisa Anda gunakan untuk berinvestasi, menabung, atau untuk dana darurat lainnya. Atau Anda bisa mengubahnya, 20% untuk keperluan pribadi dan 30% untuk investasi.

Lanjutkan dengan Investasi

Selain bijak mengelola keuangan, Anda juga perlu berinvestasi. Mengapa? Dengan berinvestasi, keuangan Anda tak hanya sehat, tapi juga semakin berkembang. Investasi bisa berperan sebagai imun, yang dapat mencegah gangguan kesehatan keuangan. Imun-imun ini dapat berbentuk berbagai keuntungan, di antaranya adalah:

Memberikan penghasilan tambahan

Salah seorang investor ternama, Warren Buffet, pernah mengatakan “Janganlah meletakkan telur dalam satu wadah”. Maksudnya, keuangan pribadi Anda akan jauh lebih baik bila Anda memiliki beberapa sumber pendapatan, tak hanya satu (seperti gaji bulanan). Selain mengoptimalkan penghasilan Anda, melakukan diversifikasi terhadap sumber pendapatan dengan mulai investasi akan memberi rasa aman apabila keadaan darurat menyebabkan salah satu sumber penghasilan Anda hilang.

Lebih lanjut: “Menemukan Investasi yang Paling Menguntungkan, Mungkinkah?”

Mengasah tanggung jawab dalam mengatur keuangan

Ketika tidak melakukan investasi, Anda akan cenderung biasa saja dalam mengelola keuangan. Tapi beda halnya ketika Anda memiliki investasi. Rasa tanggung jawab Anda semakin meningkat. Ini dikarenakan Anda harus pintar-pintar mengatur keuangan, mana yang akan digunakan untuk kebutuhan keluarga, mana uang untuk investasi. Bila salah perhitungan, investasi Anda pun juga akan terganggu.

Lebih tenang di hari tua

Investasi memberikan keuntungan lain, yakni berupa jaminan ketenangan di hari tua. Untuk tujuan ini, pilihlah investasi di perusahaan asuransi atau lembaga keuangan terpercaya agar investasi aman. Dengan begitu, Anda bisa mulai menabung dan mengumpulkan dana pensiun. Walaupun Anda masih muda, membuat rencana jangka panjang untuk hari tua akan mengurangi masalah keuangan yang dapat terjadi.


Dengan langkah-langkah tersebut, kondisi keuangan Anda akan selalu sehat. Apapun badai yang menerpa, seperti resesi dan krisis ekonomi, Anda akan mampu mengatasinya. Keuangan yang selalu dalam kondisi prima akan menghindarkan Anda dari tekanan hidup, sehingga gangguan jiwa pun bisa dihindari. Memang, kondisi keuangan bukan satu-satunya penyebab gangguan jiwa, namun menyehatkan kondisi keuangan tidak ada ruginya bukan?

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply