Menggapai Tujuan Keuangan dengan Metode SMART Goals

Dengan banyaknya godaan seperti baju baru, gadget baru, hingga makanan kekinian, perencanaan keuangan akan lebih sulit dijalankan. Apalagi jika perencanaan tersebut tidak disusun dengan baik tanpa mempertimbangkan banyak hal, maka tujuan keuangan Anda pun akan sangat sulit untuk tercapai. Oleh karena itu,  rencana keuangan sebaiknya disusun dengan menggunakan metode SMART, metode keuangan yang goal-oriented. Bagaimana cara menyusunnya? Mari simak artikel ini hingga akhir.

Metode SMART merupakan metode penyusunan rencana keuangan yang mengutamakan tujuan. Nama dari metode ini merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time-related, sehingga Anda harus memperhatikan aspek-aspek tersebut saat menyusun rencana keuangan Anda.

Lihat juga: “Siap-siap! Ini 4 Tanda Anda Membutuhkan Jasa Financial Planner”

Specific/Spesifik

Saat mulai menyusun rencana keuangan, Anda harus menentukan secara spesifik apa yang ingin Anda capai melalui rencana keuangan tersebut. Anda bisa menganggap bagian Specific ini sebagai batu pondasi dari tujuan keuangan Anda.  Ada bisa merincikan secara  spesifik rencana keuangannya Anda menggunakan 5W, yaitu who, what, when, where, which, dan why.

Melalui who, Anda bisa menentukan siapa saja yang turut serta dalam mencapai tujuan keuangan Anda. Jika tujuan keuangan Anda adalah untuk membuat rencana keuangan bagi keluarga, maka Anda perlu mencantumkan semua anggota keluarga dalam perencanaan.

Untuk what, Anda perlu memikirkan kembali apa yang sebenarnya Anda ingin raih. Melalui aspek ini, Anda tidak perlu takut untuk menjabarkannya  dengan sangat detil. Aspek selanjutnya yakni when adalah di mana Anda harus lebih spesifik dalam menentukan waktu, baik waktu mulai hingga berakhirnya rencana keuangan maupun waktu kapan budget akan digunakan.

Aspek keempat adalah where. Berbeda dengan aspek-aspek sebelumnya, aspek ini tidak selalu berlaku dalam perencanaan terutama jika rencana keuangan yang Anda susun adalah untuk pribadi. Namun, jika terdapat detil berupa lokasi atau hal yang relevan lainnya, seperti saat Anda merencanakan budget untuk liburan misalnya, Anda bisa mengkategorikannya di sini.

Aspek selanjutnya adalah which yang berfungsi untuk melihat potensi kendala yang bisa menganggu rencana keuangan Anda. Aspek ini juga bisa membantu untuk melihat apakah tujuan keuangan Anda realisitik atau tidak. Why adalah aspek terakhir yang dapat membantu Anda menyadari alasan di balik perencanaan keuangan Anda.

Measureable/Terukur

Penghitungan apa yang Anda gunakan untuk memperkirakan kapan Anda dapat memenuhi tujuan keuangan? Dengan melakukan penghitungan, Anda bisa dengan lebih  mudah untuk mengukur perkembangan dan hasil yang telah ada. Jika rencana keuangan Anda adalah untuk menabung, maka tentukan deadline beserta detil apa saja yang perlu Anda lakukan agar target menabung Anda dapat tercapai.

Lihat juga: “Cara Menabung 101 Bagi Shopaholic”

Achievable/Dapat dicapai

Pada bagian ini, Anda dituntut untuk fokus pada seberapa penting tujuan keuangan Anda beserta seberapa mungkin tujuan tersebut dapat dicapai. Melalui achievable, Anda bisa mengevaluasi kebiasaan baru apa saja yang perlu dilakukan serta kebiasaan buruk apa saja yang perlu ditinggalkan.

Realistic/Realistis

Rencana keuangan Anda harus realistis dengan keadaan. Misalnya Anda ingin menabung Rp10 juta dalam kurun waktu 4 bulan. Namun, penghasilan Anda per bulannya adalah Rp 2,5 juta. Maka, rencana keuangan tersebut sangatlah tidak realistis. Anda pun perlu mengevaluasi kembali apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut atau apakah Anda perlu menurunkan jumlah target tabungan.

Lihat juga: “4 Kesalahan Saat Membuat Resolusi Awal Tahun”

Time-related/Berdasar waktu

Semua orang bisa menemukan tujuan keuangan mereka, tapi jika tujuan tersebut tidak sesuai dengan waktu yang tersedia, maka besar kesempatan tujuan keuangan tidak akan bisa tercapai. Menetapkan deadline sangat penting dalam menyusun rencana keuangan. Selain membuat Anda lebih fokus, juga dapat memberikan Anda motivasi lebih dalam menabung.

Dengan menggunakan metode SMART dalam perencanaan keuangan, Anda bisa mendapatkan detil yang lebih jelas, baik berupa tenggat waktu, budgeting, jumlah yang harus ditabung, kapan tujuan dapat tercapai, hingga apa saja yang perlu Anda lakukan dan tidak lakukan untuk membuat rencana tersebut sukses. Siapkah Anda menerapkan metode SMART ini untuk menggapai tujuan keuangan pada tahun 2020 ini?

Leave a Reply