Memulai Tahun Baru dengan Perencanaan Keuangan yang Lebih Matang

Sebelum memasuki tahun baru, banyak orang yang beramai-ramai membuat resolusi. Ada yang ingin memulai hidup sehat, ingin berlibur ke destinasi impian, hingga memperbaiki kondisi keuangan pribadi. Untuk memperbaiki kondisi keuangan, Anda dapat mulai dengan membuat perencanaan keuangan yang lebih matang. Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk memulai. Mengapa demikian?

Mengapa awal tahun?

Awal tahun menjadi waktu yang ideal untuk merencanakan keuangan. Tahun baru selalu membawa semangat baru, sehingga Anda dapat lebih antusias dalam menetapkan rencana. Saat awal tahun, ingatan Anda masih segar dengan resolusi yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, resolusi keuangan Anda lebih mudah diwujudkan.

Jangan lupa bahwa Anda akan mendapatkan bonus kerja di awal tahun. Dengan membuat rencana keuangan sebelumnya, Anda tidak sembarangan menggunakan uang. Lantas, apa saja langkah-langkah perencanaan keuangan di awal tahun? Simak uraian di bawah ini.

Cari Kesalahan dengan Financial Check Up

Mungkin subjudul di atas kurang menyenangkan. Siapa yang mau kesalahannya diungkit-ungkit kembali? Pasti terasa menyakitkan bukan? Tapi untuk masalah keuangan Anda harus berbesar hati mencari kesalahan diri sendiri. Mencari kesalahan dalam pengelolaan keuangan sangat penting, agar kesalahan yang dilakukan pada tahun lalu tidak terulang kembali. Selain itu, Anda juga dapat menemukan strategi yang lebih tepat. Cara ampuh untuk menemukan kesalahan-kesalahan dalam pengelolaan keuangan adalah dengan financial check up.

Financial check up adalah pemeriksaan kondisi keuangan. Mungkin istilah “financial check up” terdengar sangat teknis, profesional, dan membutuhkan skill dan pengetahuan khusus untuk memahaminya. Namun faktanya tidak demikian. Anda pun dapat melakukannya sendiri. Bagaimana caranya?

Anda dapat memulainya dengan memeriksa semua utang yang dimiliki. Apa saja utang yang masih harus ditanggung? Apakah sudah proporsional dengan pendapatan Anda? Apakah utang Anda terasa terlalu berat? Perlukah Anda melakukan restrukturisasi utang? Coba jawab semua pertanyaan tersebut. Dengan cara tersebut Anda dapat mengambil keputusan. Seperti perlunya menambah utang lagi atau justru mempercepat pelunasan.

Setelah check up utang, lanjutkan dengan check up semua aset Anda. Hitung kembali berapa aset dan investasi yang Anda miliki. Adakah yang berkurang? Adakah yang kurang efektif penggunaannya? Mana aset atau investasi yang lebih menguntungkan? Lakukan dengan rinci agar Anda dapat menentukan apakah Anda perlu menambah atau justru menjual aset tersebut. Check up yang terakhir adalah arus kas. Biasanya kesalahan banyak terjadi pada arus kas karena terkait langsung dengan konsumsi. Periksa apa saja pemborosan yang terjadi pada tahun lalu. Mengapa bisa terjadi? Setelah semua ditemukan, tentukan strategi yang tepat agar pemborosan serupa tidak terjadi lagi.

Jujurlah pada Diri Sendiri

Saat melakukan financial check up, Anda harus jujur pada diri sendiri. Jujur mengakui apa saja kesalahan-kesalahan yang Anda lakukan dalam mengelola keuangan. Jika tidak jujur, financial check up yang Anda lakukan akan sia-sia. Tentu ini akan berdampak buruk pada rencana keuangan yang dihasilkan. Dapat dipastikan rencana tersebut tidak akurat.

Jika Anda tetap kesulitan untuk jujur pada diri sendiri, cobalah minta tolong pada orang terdekat seperti pasangan, teman, atau orang tua. Minta mereka untuk mengoreksi apa saja kesalahan finansial yang telah dilakukan. Besarkan hati Anda untuk mencatat dan mengakui kesalahan-kesalahan tersebut. Kalau perlu Anda juga dapat berdiskusi untuk mengatasi masalah keuangan Anda.

Untuk Anda yang sudah menikah, saling berbagi dan terbuka malah menjadi sebuah keharusan. Anda harus membuang pola pikir “uangku/uangmu” dan menggantinya dengan uang kita. Setiap keputusan dalam menggunakan uang harus selalu dibicarakan bersama. Dengan cara ini, Anda menciptakan fondasi keuangan yang kokoh dalam keluarga.

Lihat juga: “Meraih Kebahagiaan Finansial dengan Menyusun Keuangan Keluarga”

Konsultasi dengan Ahlinya

Menggunakan jasa financial planner juga menjadi pilihan yang menarik. Tentu Anda harus mempersiapkan bujet khusus untuk membayar jasa mereka. Dengan berkonsultasi dengan financial planner, perencanaan keuangan Anda akan lebih rapi, akurat, dan terstruktur karena semua pendapatan dan pengeluaran Anda dihitung dengat cermat. Anda juga dapat lebih fokus bekerja atau meningkatkan bisnis karena tidak lagi dipusingkan dengan perencanaan keuangan pribadi.

Jika bujet Anda terbatas, masih ada firma financial planner yang menawarkan paket jasa menarik. Seperti gratis untuk jasa advisor jika Anda membeli produk investasi melalui mereka. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan dengan jeli apakah produk investasi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan Anda? Jangan lupa untuk selalu memeriksa legalitas produk dan memahami cara kerjanya.

Anda juga bisa mengikuti tips-tips keuangan yang beredar di internet. Coba ikuti akun-akun sosmed financial planner profesional agar bisa menerima konten terbaru mereka secepatnya. Meski tidak ada konsultasi secara langsung, Anda dapat mempraktikkan nasihat mereka untuk mengambil keputusan finansial pribadi.

Tetapkan Tujuan Keuangan untuk Satu Tahun ke Depan

Tujuan keuangan menjadi sangat penting dalam perencanaan finansial. Tanpa tujuan, pengelolaan keuangan tidak terarah. Setelah melakukan financial check up dan mengidentifikasi semua kesalahan finansial, Anda harus menentukan langkah berikutnya yakni menetapkan tujuan keuangan.

Banyak orang kebingungan menentukan tujuan karena terlalu banyak yang ingin dicapai. Anda dapat menggunakan tiga metode tujuan. Tuliskan tiga tujuan terpenting yang ingin Anda capai di tahun ini. Misalnya, mulai mencicil rumah, menghemat pengeluaran, dan pergi berlibur. Setelah itu, tetapkan cara yang ampuh untuk mencapainya. Cara-cara tersebut harus spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis dan ada batas waktunya.

Agar dapat tercapai, tujuan Anda harus jelas dan spesifik. Jangan terlalu luas. Tak hanya itu, tujuan tersebut juga harus realistis. Jangan melampui kemampuan Anda. Misalnya Anda sudah menentukan tujuan Anda secara spesifik, yakni liburan ke luar negeri. Namun, tujuan luar negerinya adalah keliling Eropa selama 20 hari, padahal gaji Anda masih pas-pasan. Tentu tujuan tersebut sulit tercapai.

Nah, yang terakhir adalah Anda harus menetapkan batas waktu. Kapan Anda akan berlibur? Akhir tahun kah? Tengah tahun? Atau malah awal tahun? Hal ini penting karena terkait dengan ketersediaan dana Anda. Penentuan waktu juga akan mempermudah Anda untuk mencari promo tiket pesawat dan akomodasi.

Evaluasi Tujuan Jangka Menengah dan Panjang

Selain menetapkan tujuan keuangan dalam satu tahun, Anda juga perlu mengevaluasi tujuan keuangan jangka menengah dan jangka panjang. Jika ada tujuan yang sudah tercapai, Anda bisa mencoretnya. Pertanyakan kembali tujuan tersebut, sudahkah memenuhi ekspektasi Anda? Jika tidak tercapai, mengapa? Hasil evaluasi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Anda.

Tak lupa tujuan jangka panjang juga harus dievaluasi. Tujuan ini biasanya sudah ditetapkan sebelumnya. Misalnya melunasi KPR, membeli mobil, rencana sekolah anak, dan lainnya. Tanyakan pada diri Anda, apakah cicilan Anda terlalu berat? Seberapa penting mobil bagi keluarga Anda? Apakah Anda dapat membayar biaya SPP anak Anda jika masuk sekolah favorit? Periksa lagi kondisi finansial Anda. Jika tidak memungkinkan, lakukan penyesuaian seperti restrukturisasi cicilan KPR, menurunkan standar mobil impian, dan mencari sekolah alternatif untuk anak Anda.

Disiplin dan Konsisten

Semua rencana yang sudah dibuat tidak ada gunanya tanpa kedisiplinan. Disiplin dalam mengikuti rencana keuangan yang dibuat adalah kunci. Tanpa hal ini, semua perencanaan akan gagal dan tujuan keuangan Anda mustahil tercapai.

Patuhi rencana keuangan, jangan mudah tergoda dengan berbagai diskon. Godaan diskon dan promo menjadi tantangan berat dalam meraih tujuan finansial. Mulai sekarang, tahan godaan tersebut. Meski terlihat lebih murah,  jangan beli barang tersebut jika tidak ada dalam rencana dan Anda tidak benar-benar membutuhkannya.

Saat Anda sudah menetapkan jumlah uang yang akan ditabung untuk DP rumah, membeli mobil, gadget impian hingga liburan, maka Anda harus konsisten menabung secara rutin tiap bulan. Jangan pernah bolos menabung hanya karena ada diskon dan promo. Tanpa konsistensi, impian Anda akan lebih lama terwujud, bahkan bisa gagal. Be consistent!


­Perencanaan keuangan yang matang sejak awal tahun akan menjadikan kondisi keuangan Anda lebih baik. Sebelum masuk ke tahap perencanaan, mulailah dengan introspeksi dan jujur pada diri sendiri. Akui dan catat semua kesalahan finansial Anda tahun lalu. Setelah itu, tetapkan tujuan keuangan. Bila perlu, gunakan jasa financial planner. Jangan lupa untuk terus mengevaluasi rencana tersebut. Lengkapi upaya Anda dengan selalu disiplin dan konsisten.


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply