Financial Planner Semakin Dibutuhkan di Era Milenial

Banyak anggapan yang muncul bahwa milenial merupakan generasi yang boros. Dilansir dari situs Detik.com, studi yang dilakukan oleh Survey Monkey menunjukkan bahwa dari sekitar 1.900 milenial yang disurvei, lebih banyak dari mereka yang menghabiskan uang untuk membeli minuman di kedai kopi daripada digunakan menabung.

Hal serupa juga ditunjukkan oleh studi yang dilakukan Toluna untuk Independent. Hasilnya menyebutkan bahwa sebanyak 70% milenial mengeluarkan lebih banyak uang untuk memberi barang-barang mewah daripada generasi sebelumnya.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari sindrom fear of missing out atau FoMO, yakni ketika seseorang khawatir karena merasa tertinggal dari hal-hal yang sedang happening saat ini, misalnya hang out, film terbaru, hingga konser musik. Padahal, untuk bisa catch up dengan hal-hal tersebut, tentunya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Alhasil, kaum milenial pun tidak memiliki keuangan yang teratur.

Di sinilah financial planner bisa membantu kaum milenial dalam mengatur perencanaan keuangan secara optimal. Dengan melakukan financial planning secara tepat, milenial pun bisa menyiapkan tabungan untuk berbagai keperluan yang lebih penting di masa depan.

Apa itu Financial Planner?

Pada dasarnya, financial planner atau financial consultant adalah seorang ahli yang dapat membantu Anda dalam mencapai tujuan keuangan. Baik itu untuk membeli rumah, mobil, dana pendidikan, hingga dana pensiun. Nah, dalam mencapai tujuan keuangan tersebut, kaum milenial akan diarahkan oleh financial planner dalam memilih produk keuangan yang dijual di pasar.

Mengingat ada begitu banyak produk keuangan yang tersedia, wajar apabila kaum milenial merasa bingung dalam memilihnya. Nantinya, financial planner akan membantu milenial sebagai klien untuk mencocokkan produk keuangan dengan profil risiko. Misalnya, untuk klien yang masih pemula dalam hal keuangan, financial planner bisa mengarahkan Anda untuk berinvestasi melalui peer-to-peer (P2P) lending karena risikonya yang cenderung rendah.

Selain itu, seorang financial planner juga idealnya dibekali dengan pengetahuan keuangan sehingga dapat membantu klien secara maksimal. Contohnya, katakanlah Anda berencana menyiapkan dana pendidikan. Tidak hanya meminta Anda untuk rutin menyisihkan uang, financial planner juga akan memberi tahu Anda tentang perkiraan kenaikan biaya pendidikan per tahun sehingga Anda bisa mempersiapkan finansial dengan lebih tepat.

Bebaskan Diri dari Masalah Keuangan dengan Bantuan Financial Planner

Lalu, kondisi seperti apakah yang mengharuskan Anda untuk menggunakan jasa financial planner? Sebetulnya semua orang bisa memanfaatkan bantuan financial planner apabila mereka ingin memiliki perencanaan keuangan yang lebih rapi. Yes, terutama untuk kaum milenial yang cenderung lebih rentan melakukan pemborosan akibat gaya hidup mereka.

Jasa financial planner sangat dianjurkan bagi Anda yang merasa sering kehabisan uang padahal pemasukan cukup besar, cash flow berantakan, tidak punya tabungan, atau jumlah total cicilan yang mencapai lebih dari separuh gaji. Tidak hanya itu, jasa financial planner juga bisa dimanfaatkan apabila Anda sudah memiliki target keuangan jangka menengah atau panjang, tetapi bingung mengaturnya. Misalnya target untuk membeli rumah atau naik haji.

Lantas, bagaimana dengan fee atas jasa financial planner tersebut? Bukankah kaum milenial sudah memiliki cukup banyak pengeluaran? Tenang saja, ada financial planner yang mematok harga mulai dari Rp 300.000 saja per jamnya untuk konsultasi keuangan. Semua kembali lagi kepada isu atau masalah keuangan yang sedang dihadapi oleh masing-masing klien. Namun, yang pasti financial planner akan membantu Anda untuk mewujudkan tujuan keuangan.

Jika memang Anda merasa kesusahan dalam mengatur keuangan, tidak ada salahnya mencoba jasa financial planner untuk membantu Anda memecahkan masalah tersebut. Dengan begini, kebebasan finansial pun bisa semakin mudah dicapai.

Lihat¬†juga:¬†“Hindari 5 Sifat Ini agar Anda Bisa Meraih Kebebasan Finansial”


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply