4 Tips Praktis untuk Menghindari Siklus Gaji ke Gaji

Perencanaan keuangan terkadang menjadi permasalahan tersendiri bagi seseorang, termasuk Anda sendiri. Terlebih lagi ketika gajian tiba, terkadang seseorang lupa untuk memprioritaskan mana kebutuhan dan keinginan. Maka dari itu, agar tidak terjebak dari siklus gaji ke gaji, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan. Salah satunya adalah mengatur perencanaan keuangan sebaik mungkin seperti yang ada pada ulasan di bawah ini.

Catatlah Tiap Pengeluaran

Mencatat tiap pengeluaran mungkin terlihat sepele, namun siapa sangka ternyata hal yang kerap dilihat sepele ini memiliki manfaat yang sangat besar? Mencatat tiap pengeluaran setidaknya dapat mengetahui ke mana larinya uang Anda, mulai untuk kebutuhan sehari-hari hingga untuk keperluan sekunder.

Anda bisa membuat laporan keuangan dari yang sederhana sampai yang terperinci. Anda juga bebas membuatnya secara berkala, baik pengeluaran harian, mingguan, hingga bulanan. Tujuannya tidak lain adalah agar Anda lebih bisa mengontrol keuangan dari gaji dan bertahan hingga akhir bulan. Catat pula pengeluaran sekecil apapun, seperti membayar uang parkir, beli camilan, hingga nongkrong bersama teman.

Siapkan Dana Darurat

Setiap orang tentu tidak ingin hal buruk terjadi kepadanya. Namun, kenyataan terkadang berkata lain. Hal buruk bisa datang kapan saja dan di mana saja tanpa kita duga. Di saat seperti inilah Anda perlu untuk memikirkan dana darurat dalam perencanaan keuangan. Bicara soal dana darurat, maka besarannya tergantung pada jumlah kebutuhan bulanan secara menyeluruh.

Jumlah besarannya pun tidaklah sama antara satu orang dengan lainnya. Misalnya saja untuk lajang, jelas berbeda dengan yang sudah menikah serta dengan yang sudah memiliki anak. Untuk lajang, dana darurat yang ideal adalah enam kali jumlah pengeluaran bulanan. Sementara bagi yang sudah menikah dan belum memiliki anak, jumlah dana daruratnya sebesar sembilan kali dari jumlah pengeluaran bulanan. Sedangkan bagi yang memiliki anak, jumlahnya mencapai dua belas kali dari jumlah pengeluaran rumah tangga.

Susun Rencana Keuangan dengan Matang

Cara selanjutnya untuk menghindari siklus gaji ke gaji adalah dengan menyusun perencanaan keuangan yang matang. Anda bisa membuatnya dari kebutuhan jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. Jangka pendek mengacu pada kebutuhan sehari-hari seperti makan dan kebutuhan sandang lainnya. Sementara untuk jangka menengah contohnya adalah membayar cicilan motor dan untuk jangka panjang adalah investasi.

Selain itu, Anda juga bisa menerapkan metode 50/30/20 seperti yang dikenalkan oleh Elizabeth Waren–mengutip dari Business Insider. Dengan rincian, 50% dari gaji digunakan untuk kebutuhan prioritas termasuk membayar tagihan, 30% untuk keperluan pribadi, sementara sisanya 20% untuk berinvestasi.

Menggunakan metode ini juga akan menghindarkan seseorang dari sindrom FoMO. Contohnya saja ketika membuka media sosial, ada banyak produk menarik, tentu ini akan membuat Anda terpengaruh untuk berbelanja. Boleh saja Anda menggunakan uang tersebut untuk membeli produk. Namun, mengacu metode tersebut, sebaiknya tidak lebih dari 30% dari gaji Anda.

Lihat juga: “Terjerat Masalah Keuangan? Mungkin Anda Kena FoMO” dan “Hindari 5 Sifat Ini agar Anda Bisa Meraih Kebebasan Finansial”

Mulailah untuk Berinvestasi

Warren Buffet pernah mengemukakan sebaiknya jangan meletakkan telur pada satu wadah saja. Kalimat tersebut memiliki pengertian bahwa Anda sebaiknya tidak mengandalkan pemasukan dari satu sumber pendapatan saja. Lalu, dari manakah sumber pendapatan pasif yang bisa diperoleh?

Jawabannya adalah dengan berinvestasi dari sebagian penghasilan utama Anda. Investasi ini pun beragam, mulai dari investasi reksa dana, properti, barang, asuransi, hingga P2P lending. Manfaat dari investasi ini dapat Anda nikmati di kemudian hari, dan bisa jadi sebagai salah satu faktor penopang untuk menghindari siklus gaji ke gaji.


Di atas adalah tips praktis menghindari siklus gaji ke gaji yang bisa Anda praktikkan, termasuk pula untuk menghindari sindrom FoMO yang kini mulai marak di kalangan generasi milenial. Ingat, perencanaan keuangan yang baik akan berdampak pada ketenangan hidup Anda. Semoga bermanfaat!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply