Gaji Besar tapi Uang Habis Terus? Saatnya Periksa Siklus Gaji!

Anda tidak memiliki tabungan atau dana darurat? Ini sangat berisiko bagi masa depan jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana dalam keadaan genting. Misalnya, apabila mendadak ada anggota keluarga yang sakit. Sayangnya, Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Aviliani menyebutkan bahwa budaya menabung masyarakat masih rendah.

Menabung memang terdengar sederhana untuk dilakukan, namun membutuhkan konsistensi agar goal menabung itu bisa terwujud. Menabung tidak harus dalam nominal yang banyak, tapi sekali lagi harus rutin dilakukan.

Namun, bagaimana jika Anda sudah mencoba menabung namun semakin hari semakin terasa sulit melakukannya? Bisa jadi Anda terjerat oleh siklus “Siklus Gaji ke Gaji”.

Apa itu Siklus Gaji ke Gaji? Istilah ini mengacu kepada sebuah tindakan yang memanfaatkan pendapatan periodik untuk melakukan kegiatan konsumsi, namun tanpa diikuti oleh penyisihan uang (menabung) untuk kepentingan masa yang akan datang. Umumnya, siklus ini terjadi jika Anda melakukan pengeluaran bulanan yang terlalu pas dengan pendapatan bulanan Anda sehingga tidak menyisakan dana untuk ditabung.

Penyebab Terjadinya Siklus Gaji ke Gaji

Dilansir dari Aturduit, terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya siklus gaji ke gaji, antara lain:

  • Sulit membedakan mana yang sekadar konsumsi dan mana investasi adalah salah satu penyebab utama terjadinya siklus gaji ke gaji. Kondisi ini terjadi saat Anda membeli barang-barang yang dianggap akan sangat berguna di masa depan, namun nyatanya barang tersebut malah akan berkurang nilainya, contohnya smartphone, laptop atau barang-barang lain;
  • Menunda mengatur ulang kondisi keuangan bisa menyeret Anda ke dalam siklus gaji ke gaji karena tidak teraturnya kondisi keuangan, seperti tidak memiliki tabungan dan rencana budget bulanan yang tercatat jelas ;
  • Waktu luang disia-siakan begitu saja, padahal waktu luang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif yang bisa jadi memberikan pendapatan tambahan bagi Anda kalau pendapatan utama terlalu pas dengan budget bulanan;

Selain itu, ada beberapa hal lain yang menyebabkan gaji selalu habis tiap bulannya. Apa saja itu?

Sindrom FoMO (Fear of Missing Out)

Sindrom Fear of Missing Out atau FoMO adalah perasaan khawatir yang timbul pada diri ketika Anda tahu bahwa banyak hal terjadi di luar pengetahuan Anda sehingga Anda merasa tertinggal banyak hal. Salah satu contoh umum sindrom FoMO ini yakni ketika Anda selalu ingin memiliki smartphone keluaran terbaru dengan berbagai spesifikasi mutakhirnya. Padahal nyatanya seberapa cepat Anda memiliki teknologi tersebut, akan selalu ada teknologi lebih baru yang akan muncul.

Dilansir dari zetizen.com, ada beberapa ciri-ciri jika Anda terkena sindrom ini, yakni selalu ingin tahu (kepo) dengan kegiatan orang-orang sekitar Anda, selalu ingin lebih dari orang lain, kurang bisa menikmati suasana, dan selalu membutuhkan pengakuan dari orang lain. Apakah Anda merasakan salah satu dari gejala tersebut?

Lihat juga“Terjerat Masalah Keuangan, Mungkin Anda kena FoMO”

Pengelolaan Keuangan yang Buruk

Keuangan yang dikelola dengan buruk merupakan salah satu penyebab Anda sulit menabung dan masuk ke dalam siklus gaji ke gaji. Pengelolaan keuangan sebaiknya mengatur dan merencanakan pendapatan-pengeluaran dengan serinci mungkin, dapat memilah mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang ternyata sekedar keinginan, serta selalu memanfaatkan dana yang disisihkan untuk keperluan tabungan atau investasi.

Lihat juga: “Siapa Bilang Mengatur Keuangan Pribadi itu Sulit?”

Prinsip YOLO (you only live once)

Prinsip ini berarti ‘kamu hanya hidup sekali’, yang secara tersirat menyatakan bahwa dalam ‘hidup yang sekali’ itu Anda harus mencoba segala hal. Memang mencoba banyak hal itu baik bagi kehidupan serta pengalaman Anda. Tetapi jika tidak direncanakan dengan baik, sama saja dengan menyerahkan semua yang Anda miliki untuk menjajal berbagai hal tanpa ada manfaat jangka panjang yang jelas.


Meski merupakan hal yang terkesan mudah dan sederhana, menabung sebetulnya membutuhkan komitmen yang besar karena Anda harus rutin melakukannya. Jika sulit dilakukan, kemungkinan besar Anda mengalami apa yang dinamakan “siklus gaji ke gaji” seperti yang disebutkan di atas. Dengan mengetahui penyebabnya, semoga setelah ini Anda bisa mulai menabung secara rutin.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply