Musim Hujan Datang, Siapkan Dana Darurat

Sudah menjadi suatu kepastian, tahun baru akan dibarengi dengan musim hujan yang sedang mencapai fase puncaknya. Hal ini menyebabkan berbagai kemungkinan terburuk yang bisa mempengaruhi kehidupan keuangan Anda. Tidak ada salahnya memasukkan sesuatu yang berhubungan dengan musim hujan pada list resolusi tahun baru. Salah satunya adalah dana darurat.

Dana darurat akan sangat berguna jika Anda mengalami masa-masa sulit, terutama kondisi benar-benar membutuhkan uang yang tidak sedikit pada masa pemulihan pasca bencana. Sebagai negara yang rawan bencana, dana darurat sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup setelahnya.

Musim Hujan Dapat Menyebabkan Berbagai Bencana

Hal yang sudah bisa dipastikan adalah banyaknya bencana yang ditimbulkan saat musim hujan tiba. Tidak hanya banjir yang disebabkan volume air yang tinggi, curah hujan yang tinggi juga bisa menimbulkan bencana-bencana lain, seperti tanah longsor dan angin kencang. Di beberapa daerah, terutama dataran rendah, musim hujan adalah periode yang sangat perlu dilakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan bencana.

Banjir, tanah longsor, dan angin kencang, tidak jarang membuat ribuan masyarakat meninggalkan rumahnya untuk mengungsi. Misalnya di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, pemerintah dibuat sibuk dengan membuat tempat-tempat pengungsian di awal tahun akibat rumah mereka terendam banjir. Jika Anda dihadapkan pada situasi ini, dana darurat bisa menjadi solusi atas beberapa masalah yang muncul setelahnya. Sisihkan sebagian penghasilan Anda sebagai dana darurat yang bisa digunakan dalam keadaan emergency.

Nominal Ideal Dana Darurat

Nominal dana darurat memang tidak kecil, sehingga Anda perlu memutar otak untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan bulanan yang ada. Untuk alokasi dana darurat, Anda bisa menggunakan mulai dari 10% dari monthly income. Jika Anda berpenghasilan Rp10 juta dalam sebulan, itu artinya alokasi untuk dana darurat yang perlu disisihkan adalah Rp1 juta. Tentu akan lebih baik jika jumlahnya lebih besar dari itu. 

Anda bisa memulai merancang seberapa besar dana darurat yang diperlukan dengan memasukkannya dalam resolusi tahun baru Anda. Ini penting, karena kebanyakan orang menganggap dana darurat sebagai sesuatu hal yang tidak perlu dialokasihan, sehingga tidak jarang masyarakat yang mengajukan pinjaman untuk memenuhi kebutuhannya dalam masa-masa darurat.

Yang Bisa Dilakukan dengan Dana Darurat

Seperti namanya, dana darurat sangat berguna dalam kondisi-kondisi darurat, terutama saat terjadi bencana di musim hujan. Setelah menetapkan besarannya, Anda juga patut memperhatikan pos-pos dana Anda akan digunakan. Jangan sampai, dana darurat yang telah disisihkan tidak tergunakan dengan baik.

Lihat juga: “Menghadapi Krisis Ekonomi dengan Dana Darurat”

  • Biaya Tambahan untuk Mengungsi

Jika sudah memasuki fase ini, itu artinya Anda perlu menyiapkan segala sesuatunya untuk memenuhi kebutuhan harian. Saat mengungsi, Anda tidak akan membawa semua inventaris di rumah, bukan? Hanya beberapa barang yang sangat diperlukan yang hanya akan dibawa ke tempat mengungsi, baik itu ke rumah kerabat, hotel, maupun ke tempat yang sudah disediakan pejabat setempat.

Dengan adanya dana darurat, setidaknya beban pikiran akan berkurang. Misalnya, jika mengungsi di hotel, Anda sudah memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara beserta kebutuhan pangannya.

  • Biaya untuk Pengobatan

Banjir dan bencana-bencana lain adalah medium yang tepat untuk bakteri dan virus berkembang biak. Berbagai penyakit akan mudah ditularkan saat terjadi bencana dalam skala menengah sampai besar. Bukan tidak mungkin, Anda juga terjangkit salah satu penyakit, meski hanya flu ringan. Akibatnya, Anda membutuhkan biaya untuk pengobatan. Dana darurat bisa Anda gunakan untuk mengembalikan kondisi kesehatan Anda.

  • Biaya untuk Renovasi Rumah dan Service Kendaraan

Banjir yang merendam rumah Anda sudah tentu meninggalkan jejak-jejak yang harus Anda bersihkan dan perbaiki. Dalam skala tertentu, renovasi rumah adalah hal yang sangat lumrah dilakukan. Sebagian perabotan dalam rumah bukan tidak mungkin akan rusak atau bahkan hilang karena hanyut terbawa air. Memastikan semuanya kembali seperti semula adalah hal yang harus dilakukan untuk kenyamanan dalam kehidupan sehari-sehari yang akan dijalani.

Tidak sedikit pula bencana yang menyebabkan banyak orang mereparasi dan memasukkan kendaraannya ke bengkel. Hal ini tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika Anda sudah memiliki dana darurat, setidaknya Anda tidak perlu pusing untuk mengajukan pinjaman kepada pihak lain.

Lihat juga: “Ada Resesi? Jangan Khawatir! Lakukan 5 Langkah Ini!”


Dari penjelasan di atas, dana darurat merupakan hal penting yang sepatutnya ada dalam list resolusi tahun baru Anda. Jangan sampai, hari-hari Anda yang sudah terganggu karena bencana menjadi semakin buruk dengan cara pengelolaan uang yang tidak tepat. Tunggu apalagi, saatnya mengalokasikan dana darurat pada resolusi tahun baru Anda!

Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini. Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Leave a Reply