Cara Bangkit dari Bencana Keuangan

Masalah keuangan bisa terjadi kapan saja tanpa diduga. Terkadang, masalah keuangan terjadi karena faktor eksternal seperti krisis dan resesi ekonomi. Meski sudah menerapkan cara mengatur keuangan dengan baik, bencana bisa saja tetap menimpa keuangan Anda. Oleh karena itu, Anda perlu tahu cara untuk bangkit dari bencana keuangan. Jika tidak tahu caranya, kondisi keuangan dapat semakin terpuruk.

Belajar Menerima Kenyataan

Ini adalah tahap awal saat bencana keuangan menimpa diri Anda. Mengapa menerima kenyataan menjadi langkah penting? Dengan menerima kenyataan, Anda akan punya lebih mudah bangkit untuk menghadapi berbagai masalah keuangan. Memang tidak mudah, namun pelan-pelan Anda harus belajar menerimanya. Misalnya, Anda kehilangan pekerjaan. Terima kenyataan tersebut, sembari menyusun rencana selanjutnya. Usahakan jangan stress berlarut-larut. Pasti perlu waktu untuk bersedih dan refleksi diri, tapi lama khawatir tidak mengubah situasi dan malahan membuang waktu.

Kehilangan pekerjaan memang bukan masalah sepele, karena penghasilan Anda terancam terhenti. Namun, ini bukan akhir dunia bukan? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bencana keuangan seperti kehilangan pekerjaan adalah sesuatu yang terjadi di luar kendali Anda. Bisa jadi Anda kehilangan pekerjaan karena perusahaan sedang melakukan perampingan karena krisis ekonomi.  Bila ini terjadi, Anda perlu mengambil kendali hidup Anda.

Jika Anda seorang pengusaha, bencana keuangan yang mungkin Anda alami adalah piutang yang macet. Beberapa klien telat membayar invoice yang Anda kirimkan. Bagi pengusaha berkala kecil tentu hal ini menjadi masalah karena uang kas usaha yang terbatas. Operasional usaha akan terhambat karena uang kas masih menjadi piutang. Kenyataan ini memang pahit, namun perlu Anda sadari bahwa mungkin saja rekan bisnis Anda ingin membayar. Tapi, kas mereka terhambat karena harga-harga naik akibat krisis. Bila ini permasalahannya, Anda perlu sigap memikirkan strategi jalan keluar.

Lihat juga: “Cara Praktis Mengelola Utang Agar Tidak Menjerat Bisnis Anda”

Mengapa Masalah Ini Terjadi?

Setelah Anda berhasil bangkit dari rasa terpuruk, kini saatnya mempelajari dan menganalisis masalah keuangan yang terjadi. Pertanyakan kembali mengapa masalah tersebut terjadi? Benarkah Anda kehilangan pekerjaan karena perusahaan ingin perampingan? Benarkah klien Anda benar-benar tidak bisa membayar utang pada Anda?

Pada tahap ini, Anda perlu mendefinisikan masalah dengan jelas. Jika memang Anda kehilangan pekerjaan bukan karena krisis, lantas karena apa? Apakah karena posisi Anda digantikan oleh orang lain yang dianggap lebih kompeten dalam bernegosiasi misalnya? Cari tahu dan pastikan dengan menggali info pada rekan-rekan Anda. Jika memang demikian, jangan berkecil hati. Terima saja dan lihat sisi baiknya. Kini, Anda punya waktu untuk meningkatkan kemampuan bernegosiasi. Bila perlu, Anda bisa ikut pelatihan negotiation skill. Kemampuan tersebut bisa Anda kemukakan saat wawancara di tempat baru, sehingga recruiter lebih yakin untuk mempekerjakan Anda. 

Untuk kasus piutang invoice, Anda perlu memastikan apa duduk perkaranya. Bagaimana caranya? Ajak mereka bicara baik-baik, apa sebenarnya masalahnya. Kemudian bangun kesadaran mereka bahwa Anda juga memerlukan uang itu agar usaha Anda terus berjalan. Sebagai sesama pengusaha, mereka tentu paham bagaimana sulitnya kekurangan uang kas. 

Cari Solusi

Setelah mengetahui masalah dan penyebabnya, saatnya Anda mencari solusi. Apa yang Anda lakukan setelah kehilangan pekerjaan? Apakah Anda ingin mencari pekerjaan baru, atau ingin memulai usaha? Pikirkan dan pertimbangkan dengan rinci. Kenali terlebih dahulu minat dan kecenderungan Anda, ingin tetap jadi karyawan, berwirausaha, atau menjadi seorang profesional.

Manfaatkan jejaring yang sudah Anda bangun selama meniti karir. Jangan malu bertanya tentang ada tidaknya lowongan atau kesempatan kerja pada kenalan-kenalan Anda. Anda tidak hanya bisa melamar kerja sebagai karyawan, tapi juga bisa menawarkan jasa sebagai konsultan profesional. Ini menjadi kesempatan untuk memaksimalkan dan menunjukkan kemampuan Anda. Bukan tidak mungkin, karir Anda sebagai konsultan profesional akan lebih cemerlang dibanding pekerjaan Anda sebelumnya.

Pada kasus pengusaha, Anda bisa mengajak klien bernegosiasi agar tagihannya tetap terbayar. Adakah kemungkinan untuk mengganti struktur tagihan? Misalnya memperpanjang masa tagihan, di mana di setiap periode pembayaran, klien membayar jumlah yang lebih ringan. Meski Anda mendapatkan uang lebih lama, setidaknya ada uang kas untuk operasional. Setelah Anda ajak bicara dan kedua pihak menyetujui solusi, kemungkinan besar mereka akan beriktikad baik untuk menyelesaikan tagihan.

Bangkit dan Bangun Kembali Perekonomian Anda

Setelah semua langkah dilakukan, Anda tinggal menunggu hasilnya. Bencana keuangan tidak mungkin terjadi terus menerus. Badai pasti berlalu dan perekonomian Anda akan kembali normal. Anda akan meniti karir baru yang lebih menantang. Bagi Anda yang pengusaha, hubungan dengan pelanggan akan makin kuat. Karena Anda dan klien sebagai mitra bisnis telah berhasil melewati bencana keuangan bersama-sama.

Simbosis mutualisme bisnis Anda dan pelanggan akan menunjukkan hasil yang nyata. Saat klien lancar membayar invoice, arus kas Anda juga lancar. Sehingga Anda bisa berfokus untuk meningkatkan skala bisnis. 

Lihat juga: “Menemukan Makna Kebangkitan Nasional Melalui Usaha Mikro”


Bukan tidak mungkin, bencana keuangan yang Anda alami justru memperkuat Anda. Kelak jika ada bencana keuangan lagi, Anda sudah lebih terlatih dan siap menghadapinya. Oleh karena itu, yakinlah badai pasti berlalu!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply