Cara Praktis Mengelola Utang Agar Tidak Menjerat Bisnis Anda

Mengajukan utang merupakan hal yang wajar dilakukan oleh para pemilik bisnis. Pasalnya, tidak semua pebisnis memiliki tabungan yang cukup untuk modal pengembangan bisnis mereka. Utang pun menjadi opsi yang layak untuk dipertimbangkan.

Meski begitu, ketika Anda memutuskan untuk mengajukan utang, pertimbangkan pula kemampuan Anda dalam membayar utang tersebut. Diperlukan strategi pengelolaan utang yang baik agar Anda terhindar dari risiko kredit macet. Bisnis bukannya semakin berkembang, bisa-bisa bisnis Anda justru terjerat utang. Kabar baiknya, hal seperti itu dapat dihindari dengan beberapa cara praktis berikut ini.

Lebih lanjut: “Siapa Bilang Mengajukan Utang itu Tabu?”

Tulis Daftar Pemberi Pinjaman

Hal pertama yang harus dilakukan agar utang tak menjadi bumerang bagi bisnis Anda adalah menulis daftar utang dan pihak-pihak yang memberikan pinjamannya. Dengan membuat daftar seperti ini, Anda jadi bisa mengetahui utang mana yang harus diprioritaskan untuk segera dilunasi dan mana yang masih bisa dinegosiasikan waktu pembayarannya.

Saat menulis daftar, jangan lupa mencantumkan jumlah bunga yang diberlakukan agar Anda benar-benar tahu berapa jumlah utang yang harus dibayar. Nah, dari sini anda bisa mulai melakukan penghitungan dan menyesuaikannya dengan kemampuan finansial bisnis Anda saat ini.

Pisahkan Antara Utang Jangka Pendek dan Panjang

Secara umum, utang terbagi menjadi dua jenis, yakni utang jangka pendek dan panjang. Jika Anda memang benar-benar terpaksa untuk mengajukan utang, pikirkan apakah utang Anda termasuk jangka pendek atau jangka panjang.

Jangan sampai Anda mengambil utang jangka panjang padahal yang sebenarnya dibutuhkan adalah utang jangka pendek, atau sebaliknya. Hal seperti ini bisa menimbulkan masalah keuangan baru. Misalnya, Anda terpaksa harus menjual aset bisnis tertentu karena Anda keliru mengambil utang jangka pendek, padahal yang dibutuhkan adalah utang jangka panjang.

Manfaatkan Laba Sebagai Modal

Pinjaman usaha diberikan dengan harapan agar bisnis Anda bisa berkembang, sehingga keuntungan atau laba yang didapat lebih maksimal. Nah, ketika bisnis Anda berhasil meningkatkan laba, sebaiknya manfaatkan laba tersebut sebagai modal bisnis, apalagi mengingat saat ini utang Anda belum lunas.

Jadi, ketika bisnis Anda mendapatkan laba, sebaiknya Anda tidak mengambilnya terlebih dulu. Anda tetap berhak mengambil gaji sebagai pemilik bisnis. Namun, sebaiknya alokasikan laba yang Anda dapatkan tersebut untuk keperluan modal usaha. Seiring berjalannya waktu, modal yang semakin bertambah pasti akan lebih memudahkan bisnis untuk beroperasi. Nah, bisnis yang berjalan lancar memberi peluang lebih besar untuk memudahkan Anda dalam membayar utang.

Misalnya, katakanlah Anda mampu mendapatkan omzet Rp 2 juta per hari atau sekitar Rp 60 juta per bulan. Sedangkan, dalam sebulan biaya operasional yang dibutuhkan adalah Rp 50 juta. Artinya, Anda punya laba bersih sebesar Rp 10 juta per bulan. Nah, Anda bisa menggunakan laba bersih ini untuk dialokasikan sebagai modal pengembangan bisnis.

Lebih lanjut: “4 Kisah Sukses Memulai Usaha dari Utang”

Selalu Perhatikan Rasio Keuangan Bisnis

Saat ini mungkin bisnis Anda belum memiliki terlalu banyak kebutuhan, tetapi seiring berjalannya waktu kemungkinan besar kebutuhan bisnis Anda akan ikut bertambah. Saat hal tersebut terjadi, wajar apabila Anda memutuskan untuk kembali mengajukan utang. Tidak ada yang salah dengan keputusan itu, tetapi Anda perlu memperhatikan rasio keuangan bisnis Anda.

Idealnya, rasio utang dan aset bisnis tidak boleh lebih dari 50:30 dari pendapatan. Pastikan agar angka tidak tersebut menjadi lebih besar karena bisa berdampak kurang baik pada cash flow bisnis Anda. Oleh sebab itu, cek kondisi finansial Anda secara rutin dan catat setiap pemasukan serta pengeluaran. Jika ternyata ditemukan pembengkakan pada rasio, Anda bisa segera mengambil tindakan.


Tidak ada yang salah dengan mengajukan utang demi kemajuan bisnis. Namun, Anda perlu melakukan pengelolaan secara baik agar utang tersebut tidak menjadi bumerang bagi bisnis Anda. Semoga cara-cara di atas bisa membantu Anda untuk mengelola utang bisnis.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply