1

4 Hal dalam Pengelolaan Utang yang Harus Dihindari

Semakin hari kebutuhan manusia semakin besar, baik untuk kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder. Belum lagi ditambah tagihan maupun cicilan yang harus dibayarkan. Terkadang mau tidak mau Anda terpaksa harus berutang untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut. Dalam pengelolaan utang diperlukan perencanaan keuangan yang baik. Tanpa hal ini, Anda akan kesulitan melunasi utang dan terjerat karenanya. Lantas, apa saja yang perlu dihindari agar Anda tidak terjerat utang?

Tidak Memprioritaskan Membayar Utang

Pertama, hal yang mungkin kerap dianggap sepele adalah tidak memprioritaskan membayar utang. Padahal jika dibiarkan, utang-utang yang kita miliki justru akan menjadi beban. Terlebih lagi jika utang tersebut memiliki bunga yang tinggi. Maka, dari hari ke hari atau berdasarkan waktu tertentu, bunga akan semakin naik.

Pihak pemberi utang, yang umumnya adalah bank, memiliki batasan waktu tersendiri untuk pelunasan utang. Bukan tidak mungkin pula apabila Anda telat membayar atau melebihi tenggat waktu yang ditentukan, akan mendapatkan denda yang cukup besar. Oleh sebab itu, saat kondisi keuangan membaik, prioritaskanlah untuk melunasi utang-utang Anda sebelum jatuh tempo dan menghindari besaran bunga yang semakin tinggi.

Lihat juga:“Hindari Masalah Keuangan dengan Bijak Berutang”

Jumlah Utang Terlalu Besar

Saat hendak memutuskan untuk berutang, maka pertimbangkan pula berapa besaran utang yang bisa Anda ambil. Kondisi keuangan sangatlah memengaruhi keputusan tersebut. Sebaiknya hitung secara terperinci berapa nominal yang dibutuhkan dan kapan Anda mampu untuk melunasinya.

Jangan sampai utang yang diambil terlalu besar dan di luar batas kemampuan Anda. Apalagi Anda tidak benar-benar membutuhkannya. Apabila hal ini terjadi, Anda akan kesulitan untuk melunasinya, belum lagi ditambah beban bunganya serta denda jika jatuh tempo. Memang pinjaman dana tunai dapat menguntungkan dan cukup menggiurkan saat ditawarkan, namun pastikan pula kemampuan finansial Anda dan lakukan pertimbangan yang matang untuk mengambil penawaran tersebut.

Melebihi Batas Maksimal Pendapatan

Menyambung poin di atas, untuk menanggulangi jumlah utang yang terlalu tinggi, Anda bisa menetapkan batas maksimal pinjaman dana tunai maupun pinjaman konsumtif. Idealnya, para ahli perencana keuangan menganjurkan pengeluaran maksimal untuk utang ini adalah 30% hingga 40% dari pendapatan Anda. Apabila melebihi jumlah ideal tersebut, bisa jadi akan mengganggu keuangan Anda.

Kita ambil saja contohnya Tuan A memiliki penghasilan Rp 12 juta per bulan. Ia memutuskan berutang untuk cicilan rumah sejumlah Rp 4,5 juta. Dengan demikian, bisa dihitung sebagai berikut: 40% x 12 juta = 4,8 juta. Jadi, Tuan A memiliki batas total maksimal untuk utang sebesar Rp 4.8 juta. Bisa dikatakan utang Tuan A ini masih aman karena masih ada sisa dan tidak melebihi jumlah maksimal tersebut.

Lihat juga: “Tolong! Kapan Saat yang Tepat Daftar Pinjaman?” dan “Siapa Bilang Mengajukan Utang itu Tabu?”

Meminjam karena Keinginan, bukan Kebutuhan

Hal berikutnya yang sering terjadi adalah orang berutang karena terdesak oleh keinginan bukan kebutuhan. Contohnya saja Anda memiliki mobil yang masih layak pakai. Namun, karena Anda ingin memiliki mobil baru dengan varian mewah, maka Anda pun memutuskan untuk berutang. Sedangkan kebutuhan lain yang lebih mendesak seperti tagihan atau cicilan belum lunas.

Maka, di sini Anda harus lebih cermat dan bijak menyikapinya. Sebaiknya Anda lunasi dahulu tagihan atau cicilan tersebut. Akan makin bermanfaat apabila uang itu dialokasikan untuk membayar kebutuhan. Hal ini dilakukan agar pengeluaran Anda tidak semakin membengkak dan terbebani dengan utang-utang lainnya yang belum terselesaikan.


Itulah beberapa hal dalam pengelolaan utang, baik berupa pinjaman konsumtif maupun pinjaman dana tunai. Utang memang tidak sepenuhnya buruk, namun Anda perlu perencanaan keuangan yang matang untuk mengelola utang tersebut agar dapat melunasinya tepat waktu. Semoga bermanfaat!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Comments 1

  1. Pingback: Benarkah Kartu Kredit Bisa Menolong Anda? - Modalku

Leave a Reply