Hindari Masalah Keuangan dengan Bijak Berutang

Mungkin sebagian dari Anda sudah pernah mengambil pinjaman. Utang memang diperlukan untuk memenuhi beragam kebutuhan. Misalnya pinjaman usaha yang tujuannya mengembangkan bisnis. Asal dikelola dengan baik, utang membuahkan hasil yang positif.

Sebaliknya, bila tidak hati-hati, utang bisa menjerat Anda. Bila terjadi gagal bayar, Anda bisa menghadapi masalah keuangan, bahkan kebangkrutan. Ini salah satu alasan mengapa utang masih memiliki konotasi negatif, karena dapat menjerumuskan orang pada masalah finansial. Jadi bagaimana kita harus bersikap terhadap utang?

Tentukan Tujuan dan Jenis Utang

Pada dasarnya, utang tidaklah buruk karena dapat membantu kita menyelesaikan masalah. Tetapi jika tidak bijak, kita bisa terjerumus. Diperlukan perhitungan yang matang sebelum mengambil utang. Pertama, tentukan tujuan berutang terlebih dahulu. Anda ingin daftar untuk utang produktif atau utang konsumtif?

Utang produktif adalah utang yang dapat menciptakan nilai tambah. Utang jenis ini berpotensi menghasilkan keuntungan finansial seiring berjalannya waktu dan cocok untuk Anda yang ingin mengembangkan bisnis. Di sisi lain, nilai utang konsumtif terus berkurang. Biasanya utang konsumtif digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan seperti belanja, bayar tagihan, hingga dana darurat.

Sebenarnya, mau ambil utang produktif atau konsumtif boleh saja, asalkan ada itikad baik untuk melunasinya. Jadi jangan lupa hitung dan estimasi apakah Anda sanggup membayar kembali pinjaman.

Setelah menentukan jenis utang, Anda perlu memastikan apakah Anda memang benar-benar memerlukan pinjaman. Apakah ini juga saat yang tepat? Jangan berutang saat keuangan buruk, ini malah menjadi beban di masa depan. Ambil pinjaman hanya saat benar-benar membutuhkan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut: “Tolong, Kapan Saat yang Tepat Daftar Pinjaman?”

Ketika pinjaman sudah didapat, Anda harus konsisten dengan tujuan yang ditetapkan di awal. Jangan pernah menggunakan uang tersebut untuk tujuan lain. Misalnya, Anda meminjam uang untuk membeli mesin kopi baru untuk kafe Anda. Uang tersebut harus benar-benar digunakan untuk beli mesin. Jangan gunakan uang untuk mendekorasi ulang kafe. Tidak ada salahnya renovasi kafe. Tetapi kalau begini, Anda harus mencari sumber uang yang baru untuk membeli mesin kopi. Pastikan juga dengan utang, pendapatan kafe Anda akan meningkat. Keuntungannya dapat digunakan untuk membayar cicilan utang, juga untuk kelangsungan usaha Anda sendiri.

Cari Perusahaan Penyedia Pinjaman yang Terpercaya

Untuk menjamin keamanan, Anda perlu memastikan kredibilitas lembaga keuangan yang akan menyalurkan pinjaman. Baik Anda akan meminjam dari bank atau dari platform FinTech (teknologi keuangan), pastikan mereka sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FinTech memang sesuatu yang baru dalam ekosistem keuangan nasional. Meskipun demikian, FinTech (khususnya FinTech lending dan peer-to-peer (P2P) lending) semakin populer di kalangan masyarakat. Menurut FinTech Report 2018 yang dirilis oleh dailysocial.id, 70,63% responden survei sudah familiar dengan istilah “FinTech”. Padahal pada tahun 2016, hanya 26,34% responden yang akrab dengan istilah “FinTech”.

Tak hanya itu, jumlah pinjaman yang disalurkan FinTech juga terus mengalami peningkatan. Hingga September 2018 saja, nilai pinjaman sudah mencapai Rp 13,8 triliun. Tak hanya jumlah pinjaman, pengguna jasa FinTech juga terus bertambah. Dari responden survei dailysocial.id saja, hanya 18,46% yang menggunakan layanan FinTech di tahun 2016. Angka ini meningkat menjadi 58,14% pada tahun 2018. Hal ini membuktikan bahwa FinTech semakin dipercaya oleh masyarakat.

Meskipun sudah semakin dipercaya, Anda harus tetap waspada pada penyedia pinjaman. Untuk lebih meyakinkan Anda, periksa juga rekam jejak perusahaan. Apa saja pencapaian serta inovasinya? Berapa banyak pelanggan yang sudah dilayani? Berapa jumlah pinjaman yang telah disalurkan? Dengan semua informasi tersebut, Anda dapat mengecek kredibilitas lembaga keuangan.

Selanjutnya, pelajari cara kerja perusahaan serta syarat dan ketentuan dalam proses meminjam. Pastikan Anda benar-benar paham perhitungan bunga dan biaya yang akan Anda bayar. Pastikan juga apakah Anda mampu memenuhi syarat dan ketentuan saat meminjam di perusahaan tersebut. Sebelum mencairkan pinjaman, banyak perusahaan (termasuk Modalku) yang mengabarkan dahulu jumlah biaya pinjaman dan suku bunga kepada calon peminjam agar mereka bisa memilih untuk menerima atau menolaknya. Hal ini penting karena menjadi bentuk nilai transparansi kepada calon peminjam.

Platform FinTech harus mengutamakan kepercayaan pengguna terhadap layanannya. Laporan dailysocial.id juga menunjukkan bahwa 35,64% responden memilih Modalku sebagai platform FinTech P2P lending (yang fokus memberikan pinjaman usaha) paling populer. Data tersebut menunjukkan bahwa dengan memberikan layanan terbaik dan dapat dipercaya, secara otomatis masyarakat akan semakin mengenal baik platform penyedia pinjaman, contohnya Modalku.

Dari masa ke masa, selalu ada penyedia jasa pinjaman yang “nakal” seperti lintah darat. Mereka kerap menjerat peminjam dengan beragam modus. Oleh karena itu, Anda harus jeli dalam memilih penyedia pinjaman. Gali informasi sebanyak-banyaknya. Kritislah bertanya kepada customer support perusahaan tentang syarat dan ketentuan, juga proses peminjaman. Jika mereka kesulitan menjelaskan hal-hal tersebut, Anda patut curiga.

Dalam memilih penyedia layanan pinjaman, carilah perusahaan yang menerapkan prinsip responsible lending. Lembaga keuangan yang menerapkan responsible lending akan melakukan penilaian dengan cermat terhadap semua calon peminjam dan memperhatikan kemampuan finansial mereka untuk melunasi pinjaman. Modalku juga salah satu platform yang percaya bahwa menerapkan prinsip responsible lending akan memberikan hasil yang positif bagi semua pihak.


Mengajukan utang itu tidak tabu, selama bertanggung jawab untuk melunasinya. Sebelum berutang, pastikan Anda benar-benar membutuhkan. Anda juga perlu memproyeksikan bagaimana Anda akan melunasi utang tersebut. Pastikan juga kredibilitas perusahaan serta syarat-syarat pinjamannya. Dengan bekal informasi yang cukup, jerat negatif utang dapat Anda hindari.

Lebih lanjut : “Siapa Bilang Mengajukan Utang itu Tabu?”

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply