Cara Menabung 101 Bagi Shopaholic

Menabung merupakan cara ampuh untuk mengumpulkan uang untuk tujuan tertentu. Meski terlihat mudah, tidak semua orang bisa melakukannya, khususnya bagi seorang shopaholic. Sebagai orang yang gila belanja, shopaholic selalu “gatal” untuk menghabiskan uangnya. 

Bagi seorang shopaholic, belanja bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan, tapi juga hobi.

Tidak heran jika menabung menjadi hal yang sulit bagi seorang shopaholic. Meski demikian, masih ada cara bagi shopaholic untuk mengumpulkan uang. Cara menabung yang tepat akan membuat shopaholic tetap leluasa berbelanja, tanpa menjebolkan kantong.

Tetapkan Tujuan Keuangan

Tujuan keuangan atau tujuan finansial perlu ditetapkan sebelum menabung. Dengan menetapkan tujuan, perencanaan keuangan bisa dilakukan dengan lebih mudah. Apa yang ingin Anda miliki dalam kurun waktu 5 tahun ke depan? Misalnya, Anda ingin punya rumah. Maka Anda perlu menabung untuk membayar uang muka. Dengan tujuan finansial, Anda akan punya motivasi yang kuat untuk selalu disiplin dalam menabung.   

Setelah mendapatkan tujuan, maka langkah berikutnya adalah membuat rencana keuangan. Bagaikan sebuah peta, rencana keuangan akan menuntun Anda dalam mencapai tujuan finansial. Berbelanja “sepuasnya” di Singapura mungkin jadi bagian dari rencana keuangan Anda. Namun, “sepuasnya” bukan berarti sampai saldo di rekening benar-benar habis, tapi sampai alokasi anggaran belanja habis.

Hobi belanja tidak harus dihilangkan. Anda hanya perlu merencanakan berbagai pembelian yang Anda lakukan. Jika ingin belanja “sepuasnya”, Anda harus menabung terlebih dahulu agar bujet untuk kebutuhan-kebutuhan lain tidak terganggu. Motivasi berbelanja “sepuasnya” akan mendorong Anda untuk menabung. Disadari atau tidak, pola seperti ini akan mengubah dari berbelanja sepuasnya menjadi berbelanja terencana.

Lihat juga: “Bagaimana Cara Mengelola Keuangan Ala Digital?”

Menabung di Depan

Apakah Anda termasuk orang yang suka menabung dari sisa konsumsi? Jika iya, segera hindari kebiasaan tersebut. Menabung dari sisa konsumsi sangat tidak dianjurkan, apalagi bagi seorang shopaholic. Kegilaan pada belanja akan menguras seluruh uang di rekening tanpa sisa. Biasanya, seorang shopaholic “gatal” saat melihat ada uang di rekening yang “nganggur”.

Oleh karena itu, mulai sekarang buang jauh-jauh prinsip tersebut dan ganti dengan menabung di depan. Sisihkan sebagian uang sesaat setelah menerima gaji. Sesuaikan jumlahnya dengan rencana keuangan Anda. Misalnya, Anda ke Singapura untuk belanja 6 bulan atau setahun lagi. Catat, barang-barang apa saja yang Anda inginkan. Cari informasi harganya, kemudian jumlahkan. Jangan lupa untuk menghitung biaya perjalanan dan akomodasi. Setelah mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan, Anda tinggal menetapkan berapa jumlah uang yang akan ditabung tiap bulannya.

Mulai Gaya Hidup Minimalis

Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Pepatah di atas cocok untuk memberikan motivasi bagi seorang shopaholic yang sedang belajar menabung. Sebagai seseorang yang menjadikan kegiatan berbelanja sebagai hobi, tentu gaya hidup minimalis terkesan mustahil. Oleh karena itu, selalu yakini bahwa dengan gaya hidup minimalis, Anda dapat berbelanja “sepuasnya”. Melanjutkan contoh di atas, tabungan untuk berbelanja di Singapura akan lebih cepat terkumpul karena gaya hidup minimalis yang Anda terapkan.

Dengan menerapkan gaya hidup minimalis, Anda akan didorong untuk hanya membeli dan menyimpan barang-barang yang memang dibutuhkan. Selain barang-barang, Anda juga bisa menghemat biaya-biaya nongkrong dan hangout. Ini bukan berarti Anda tidak nongkrong sama sekali, tapi biayanya dihemat. Jika biasanya Anda berkumpul di kafe atau restoran mahal, cobalah untuk nongkrong di rumah teman atau warung kopi di sekitar rumah. Secara otomatis pengeluaran Anda pun akan lebih hemat. Nah, uang hasil penghematan dari gaya hidup minimalis ini akan digunakan untuk liburan dan belanja “sepuasnya”.

Saat masa-masa menabung, kuatkan diri untuk menahan godaan-godaan diskon, belanja, cashback dan berbagai promo menarik. Tentu hal ini tidak mudah, apalagi berbagai tawaran tersebar luas di berbagai platform media sosial. Saat mulai tergoda, ingatkan diri bahwa Anda akan belanja “sepuasnya” saat liburan akhir tahun. Jika perlu, batasi waktu Anda berselancar di berbagai sosial media, agar godaan-godaan diskon semakin berkurang.

Lebih lanjut: “4 Cara Ampuh Berhemat dengan Gaya Hidup Minimalis”

Setelah Disiplin Menabung, Cobalah untuk Mulai Berinvestasi

Bagi seorang shopaholic, menabung adalah sebuah pencapaian. Belanja “sepuasnya” bisa menjadi apresiasi karena sudah bersusah payah menabung. Namun, tidak boleh berhenti di sini. Ini baru tahap paling awal. Anda perlu melangkah lebih jauh. Tentu Anda tidak ingin Anda hanya menabung untuk belanja bukan? Anda juga perlu menyiapkan dana darurat, dana pensiun, asuransi kesehatan, dan lainnya.

Jika Anda bisa menabung untuk bujet belanja “sepuasnya”, artinya Anda juga bisa menabung untuk keperluan lainnya. Bahkan, Anda juga bisa melakukan investasi secara rutin. Kebiasaan menyisihkan uang di awal bulan merupakan perilaku yang dapat menyuburkan investasi. 

Setelah sukses menabung dengan menyisihkan uang di awal bulan, level selanjutnya adalah membagi bujet tabungan jadi dua. Pertama untuk menabung, dan yang kedua untuk investasi. Dengan berinvestasi, uang Anda tidak hanya terkumpul tapi juga akan terus berkembang. 

Sebelum memilih produk investasi yang menguntungkan, Anda perlu menetapkan target. Meskipun masih pemula, Anda perlu memiliki target yang jelas tentang tujuan investasi dan berapa return yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, membeli rumah impian. Dengan mengetahui jumlah uang yang dibutuhkan, Anda bisa memilih instrumen investasi mana yang cocok dengan tujuan Anda. 

Setelah menetapkan target, Anda bisa mulai memilih instrumen investasi. Selain cocok dengan kebutuhan Anda, instrumen tersebut juga harus Anda pahami. Selain besaran return, Anda juga harus tahu cara kerja produk, risiko, dan tips untuk mencapai imbal hasil investasi yang maksimal. Jangan cuma mengacu satu sumber informasi, carilah sumber informasi dan sudut pandang yang bervariasi. Selain itu, Anda juga bisa memilih instrumen investasi kekinian, seperti P2P lending.

Lihat juga: “5 Produk Investasi Masa Kini, Apa Saja?”


Itulah langkah-langkah menabung bagi seorang shopaholic. Gemar belanja bukan alasan untuk tidak menabung. Dengan metode yang tepat, seorang shopaholic pun bisa menabung dengan baik dan bukan tidak mungkin akan mencapai kebebasan finansial suatu hari nanti.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply