Menabung atau Investasi Dulu?

Dalam perencanaan keuangan, terkadang Anda akan dihadapkan pada pilihan sulit antara investasi dan menabung. Meski keduanya sama-sama dapat memberi keuntungan, ternyata banyak pemula yang masih belum memahami bahwa menyimpan uang dan menginvestasikan uang adalah dua hal yang jauh berbeda. Pemahaman antara menabung dan investasi harus lebih dulu diluruskan sebelum Anda salah kaprah dan mengambil langkah yang kurang tepat.

Perlu diketahui bahwa definisi menabung adalah upaya penyimpanan uang tunai dalam nominal dan kurun waktu tertentu di dalam sebuah rekening bank. Sebaliknya, investasi akan melibatkan proses penyetoran sejumlah uang pada suatu instrumen dalam jangka waktu lebih panjang dengan harapan perolehan yang menguntungkan. Berbeda menabung, berinvestasi melibatkan unsur risiko.

Jadi, apakah Anda harus menabung atau investasi terlebih dulu?

Investasi Penting untuk Meningkatkan Pendapatan

Investasi yang menguntungkan secara otomatis dapat meningkatkan pendapatan Anda. Pendapatan dari investasi ini umumnya didapatkan dari pembayaran bunga, dividen, capital gain, hingga berbagai pendapatan lain yang diperoleh dari instrumen investasi yang dipilih. Perlu diketahui, pendapatan yang Anda peroleh sepenuhnya berdasarkan pada modal awal investasi. Biasanya pendapatan tersebut diterima sebagai lump sum atau pembayaran bunga.

Di Indonesia sendiri ada beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih oleh para investor, seperti deposito, emas, reksa dana, obligasi, hingga pasar saham. Masing-masing instrumen tersebut memiliki kebijakan dan risiko berbeda. Untuk itu, dalam pemilihan instrumen investasi, Anda perlu menyesuaikan dengan kondisi finansial dan perencanaan keuangan yang telah dibuat.

Lebih lanjut: “Memilih Instrumen Investasi Sesuai Kebutuhan”

Mungkinkah Berinvestasi tanpa Memiliki Tabungan?

Tentu saja Anda bisa mulai berinvestasi tanpa memiliki tabungan. Namun, ada banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Lihat kembali arus kas bulanan Anda, jika positif maka Anda dapat berinvestasi. Namun, jika negatif ada baiknya Anda menunda berinvestasi. Sehatkan dulu kondisi keuangan Anda. Mulai lunasi berbagai hutang dan cari penghasilan tambahan. Jika arus kas sudah positif, dan pendapatan sudah melebihi pengeluaran, maka kesempatan untuk berinvestasi semakin terbuka lebar.

Jika Ingin Tetap Berinvestasi saat Belum Punya Tabungan, Cermati Risikonya

Seperti yang sudah dijelaskan di bagian awal tulisan ini, investasi melibatkan unsur risiko sebab belum tentu memberi keuntungan. Apabila mengalami risiko kerugian, Anda tentu membutuhkan sejumlah dana darurat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam hal inilah tabungan berperan penting sebagai penyedia dana darurat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk lebih amannya, Anda perlu memprioritaskan untuk menabung. Setidaknya siapkan dana darurat sebesar 3 – 6 bulan pengeluaran di dalam rekening tabungan sebelum mulai menekuni bidang investasi. Hal ini wajib diperhatikan untuk mencegah risiko bangkrut ketika investasi Anda belum berhasil mendatangkan keuntungan.


Oleh karena itu, baik investasi atau menabung bisa dilakukan secara bersamaan untuk melindungi stabilitas finansial Anda. Pilih jenis tabungan dan investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan agar tidak memberatkan kebutuhan lainnya. Jika perencanaan keuangan ini berjalan dengan lancar, maka bukan tidak mungkin Anda akan menerima dampak positif dengan nominal kekayaan yang kian bertambah dari waktu ke waktu. Semoga bermanfaat!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply