Menemukan Investasi yang Paling Menguntungkan, Mungkinkah?

Kini, sudah banyak sekali jenis instrumen investasi yang bisa Anda pilih. Mulai dari saham, properti, hingga peer-to-peer (P2P) lending. Dengan banyaknya jenis alternatif investasi, Anda tentu dapat memulai investasi sejak dini. Jangan ragu untuk memulai investasi sejak muda karena Anda dapat memanfaatkannya sebagai momen memupuk harta. Jika menghasilkan, investasi Anda akan membuat hidup lebih nyaman.

Sayangnya, tidak semua investasi memberikan hasil yang Anda harapkan. Terkadang, Anda akan mengalami kerugian dan harus mencoba ulang. Ini karena tidak ada investasi yang tanpa risiko. Semua tentu bagian dari pelajaran dan bisa Anda simpan sebagai pengalaman. Anda harus teliti dan berhati-hati dalam investasi agar tidak melulu rugi. Lalu, bagaimana caranya agar Anda dapat menemukan instrumen investasi yang menguntungkan?

Lebih lanjut: “8 Prinsip bagi Investor Pemula dan Berpengalaman”

Karakteristik Risiko Instrumen Investasi

Seiring dengan potensi keuntungan, investor harus menyadari betul-betul karakteristik risiko tiap investasi. Ini karena semakin tinggi pengembalian investasi, semakin tinggi pula risiko investasinya.

Masih banyak orang yang ragu-ragu dalam memilih instrumen investasi karena potensi kerugian yang bisa dialami. Setiap instrumen investasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga potensi risiko satu sama lain juga sedikit berbeda.

Emas

Kebanyakan orang memilih emas untuk berinvestasi karena risikonya yang cenderung rendah. Namun, investasi emas membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan keuntungan. Nilai emas juga cenderung fluktuatif. Artinya, Anda harus menunggu hingga harga emas sedang naik untuk menjualnya kembali.

Deposito

Deposito juga termasuk instrumen investasi yang risikonya cukup rendah. Tetapi di sisi lain, deposito memiliki sifat yang tidak likuid. Untuk mencairkan dana, Anda perlu menunggu hingga jangka waktu investasi berakhir terlebih dahulu. Umumnya, jangka waktu deposito berkisar selama 3 bulan hingga 2 tahun.

Apabila Anda memerlukan dana darurat dan menarik uang Anda dari deposito sebelum waktunya, Anda bisa terkena biaya penalti. Untuk itu, disarankan agar sebelum berinvestasi di deposito, Anda sudah memiliki rekening terpisah yang berisi dana khusus untuk keadaan darurat.

Properti

Properti bisa dikatakan sebagai instrumen investasi dengan tingkat risiko sedang. Setiap tahunnya, nilai jual properti kemungkinan besar mengalami kenaikan, yakni sekitar 8%-10%. Sama seperti deposito, properti bersifat tidak likuid karena perlu waktu lama untuk menjualnya. Bila Anda ingin mencairkan dana investasinya, maka Anda harus sabar menunggu proses penjualan properti yang hasilnya menguntungkan bagi Anda.

Saham

Sejalan dengan potensi keuntungannya yang besar, saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko lebih tinggi. Tingginya risiko disebabkan oleh kondisi pasar saham yang fluktuatif. Selain itu, dibutuhkan keahlian serta riset untuk mengetahui waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham.

Tetapi catat bahwa tingkat risiko setiap saham pun berbeda-beda. Bila Anda investor pemula atau ingin berinvestasi di saham tetapi memiliki toleransi risiko rendah, Ada bisa membeli saham blue chip.

Lebih lanjut tentang opsi-opsi investasi, bacalah “Investasi Alternatif”

Dari berbagai jenis instrumen tersebut, mana yang sekiranya akan Anda pilih untuk berinvestasi? Apa pun pilihan Anda, diperlukan persiapan untuk menghadapi risiko-risikonya. Adapun beberapa risiko umum investasi adalah:

  • Turunnya nilai investasi – Risiko ini merupakan hal yang wajar karena sifat investasi yang sukar untuk diprediksi.
  • Sulitnya menjual atau menguangkan kembali produk investasi yang dibeli – Ada instrumen investasi yang membutuhkan waktu lama untuk dapat dijual kembali bersama keuntungan (contoh: emas, properti). Ada juga instrumen yang tidak likuid seperti deposito, obligasi, dan sukuk. Anda harus menunggu hingga akhir durasi investasi hingga dapat menerima dana bersama dengan pengembalian investasi. Bila Anda menarik dana sebelum waktunya, Anda bisa terkena biaya penalti. Karena itu, bersiap-siaplah untuk bersabar saat melakukan investasi.

Nah, kabar baiknya, berbagai risiko tersebut bisa Anda antisipasi dengan melakukan beberapa cara. Salah satunya melalui diversifikasi, yakni dengan membagi modal investasi ke beberapa jenis instrumen. Jadi, jika satu instrumen investasi gagal memberikan pengembalian, Anda masih memiliki peluang mendapatkan keuntungan dari instrumen investasi lainnya. Jangan lupa pastikan agar Anda benar-benar paham mengenai masing-masing instrumen investasi. Jangan sampai terjebak iming-iming hasil investasi yang belum terbukti.

Lebih lanjut: “Membedakan Investasi Bodong dengan Investasi Terpercaya”

Bisa Memilih Alternatif Investasi P2P Lending

Selain berbagai instrumen investasi yang telah disebutkan, Anda dapat mempertimbangkan alternatif investasi P2P lending Jenis alternatif investasi satu ini memungkinkan Anda untuk “mengendalikan” risiko dengan diversifikasi di banyak pinjaman. Melalui alternatif investasi P2P lending seperti Modalku, Anda memberikan dana Anda sebagai pinjaman modal usaha kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang berpotensi. Pinjaman UMKM tersebut akan dikembalikan kepada Anda secara bulanan beserta bunga. Pokok pinjaman beserta bunga dalam P2P lending inilah yang menjadi pengembalian alternatif investasi bagi Anda.

Keuntungan P2P Lending

Setiap instrumen investasi pasti memiliki risikonya tersendiri. Meskipun risiko tidak bisa 100% dihindari, Anda tetap dapat “mengontrol” risiko tersebut sebisa mungkin. Beberapa keuntungan P2P lending yang perlu diketahui, di antaranya:

  • Return yang tinggi – Anda dapat memperoleh pengembalian yang cukup menguntungkan, hingga 20% per tahun.
  • Risiko terkontrol – Mudah untuk melakukan diversifikasi dengan alternatif investasi P2P lending.

Lebih lanjut: “Diversifikasi dan Pendanaan Ulang di Modalku” dan5 Hal yang Harus Anda Lakukan Sebagai Pemberi Pinjaman Modalku”


Anda dapat menemukan instrumen investasi yang paling menguntungkan apabila Anda mempertimbangkan segala risiko yang ada dengan hati-hati. Pastikan Anda memahami instrumen investasi yang Anda pilih agar dapat mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin akan Anda hadapi.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply