5

Mengentaskan Kemiskinan Melalui Inklusi Keuangan

Meski geliat ekonomi di Indonesia sangat dinamis, tak dapat dipungkiri bahwa kesenjangan ekonomi masyarakatnya masih sangat tinggi. Masyarakat yang berada di piramida paling bawah, dengan pendapatan rendah dan tak teratur, menjadi kelas yang terdampak krisis ekonomi paling keras. Alhasil, kelompok ini menjadi kelompok yang paling membutuhkan peningkatan kualitas hidup, termasuk dengan keuangan yang lebih layak.

Berdasarkan kondisi tersebut, menciptakan inklusi keuangan di Indonesia menjadi sangat layak diprioritaskan.

Apa itu Inklusi Keuangan?

Kebijakan inklusi keuangan merupakan program pemerintah untuk membuat layanan keuangan makin mendalam dengan target utama masyarakat yang berada di piramida ekonomi paling bawah (bottom of the pyramid). Mereka diharapkan mampu memanfaatkan ragam jasa dan produk keuangan mulai dari sarana penyimpanan, transfer, tabungan, pinjaman, serta asuransi dengan lebih mudah.

Diharapkan Mampu Memperkecil Kesenjangan

9 Principles for Innovative Financial Inclusion yang disusun pada Toronto Summit 2010 diharapkan menjadi pedoman untuk mengembangkan inklusi keuangan, termasuk di Indonesia. Dengan adanya ekonomi inklusif, negara kita diharapkan tak hanya mampu membantu memberdayakan masyarakat ekonomi lemah, tetapi juga memperkecil kesenjangan ekonomi dan sosial.

Pada tahun 2012, Indonesia sudah meluncurkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif atau SNKI yang sudah direvisi pada tahun 2015. Adanya revisi ini tak hanya untuk mengakomodir kebijakan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, tetapi juga untuk meningkatkan integrasi karena inklusi keuangan sudah berkembang cukup cepat sejak 2012.

Penetapan Bulan Inklusi dan Lima Pilar

Berbagai badan dan organisasi Indonesia pun semakin fokus ke inklusi keuangan, salah satunya adalah dengan penetapan bulan Oktober sebagai bulan inklusi keuangan oleh OJK. Selain itu, pemerintah juga membangun lima pilar inklusi keuangan yang menjadi konsep pengembangannya di Indonesia. Pilar tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang inklusi keuangan dan memfasilitasi masyarakat dengan saluran distribusi keuangan, sehingga layanan keuangan menjadi makin mudah serta dapat lebih melindungi para konsumen.

Dengan adanya lima pilar tersebut, pemerintah tak hanya dapat membangun jembatan antara segmen yang kurang terlayani (underbanked) dan tak memiliki rekening bank (unbanked), tetapi juga dapat menciptakan sinergi. Sinergi ini diharapkan hadir dari institusi bank dan non-bank seperti koperasi dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

Pengembangan Layanan Keuangan Digital yang Inovatif

Pilar ketiga dari pilar inklusi keuangan Indonesia membahas tentang fasilitas intermediasi dan saluran distribusi keuangan. Hal ini ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan keuangan sehingga kebutuhan berbagai kelompok masyarakat, utamanya ekonomi rendah, dapat terpenuhi. Dengan adanya pilar ini, pemerintah diharapkan dapat membangun sistem Layanan Keuangan Digital yang inovatif dan bisa digunakan oleh semua orang.

Platform FinTech Sebagai Pendukung Inklusi Keuangan Indonesia

Platform-platform teknologi finansial (FinTech) dapat mendukung inklusi keuangan yang dikembangkan di Indonesia karena kemudahan aksesnya. Hal ini cocok dengan pilar ketiga dari pengembangan inklusi keuangan di Indonesia, yakni membuat Layanan Keuangan Digital Inovatif yang bisa digunakan oleh semua orang. Platform FinTech dapat diakses di mana pun oleh siapa pun selama jaringan internet tersedia di tempat tersebut.


Sejatinya, tujuan inklusi keuangan adalah untuk melancarkan misi pengentasan kemiskinan. Selain itu, inklusi keuangan juga berguna untuk menjaga stabilitas ekonomi serta memeratakan pembagian “kue-kue” pembangunan. Dengan adanya pilar-pilar tersebut, diharapkan Indonesia dapat mengembangkan inklusi keuangan yang terfokus dan dapat diakses oleh siapa pun dan di mana pun, khususnya masyarakat yang menjadi target utama program ini, yakni para masyarakat dengan ekonomi lemah.

Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Comments 5

  1. Pingback: Apa Sih Inklusi Keuangan? [Infografik] – Modalku

  2. Pingback: 24 Jam Bersama Social Media Specialist Modalku - Modalku

  3. Pingback: Mengenal Fintech, Sistem Finansial Berbasis Teknologi di Era Digital | Blog Dewaweb

  4. Sulitnya, kalangan bawah kurang mendapatkan edukasi perihal dunia keuangan di indonesia. Pemerintah kurang berbagi info..

    1. Halo, terima kasih atas antusiasme Anda terhadap blog Modalku. Menurut data dari OJK, sebesar 21,84% masyarakat Indonesia termasuk ke dalam kategori well-literate terhadap keuangan, sementara mayoritas masyarakat Indonesia masih berada di kategori sufficient-literate. Statistik ini memang mengindikasikan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih belum memiliki keterampilan untuk mengelola produk-produk keuangan. Oleh karena itu, ayo kita bersama-sama berbagi pengetahuan agar masyarakat mendapat edukasi finansial yang layak.

Leave a Reply