Kehadiran financial technology atau FinTech yang sekarang tengah hadir di masyarakat diharapkan dapat menjadi salah satu solusi tidak meratanya sektor ekonomi di Indonesia. Tidak semua masyarakat Indonesia menikmati fasilitas keuangan yang baik, khususnya di daerah terpencil di Indonesia. FinTech dapat menjadi stimulan inklusi keuangan di Indonesia. Akses terhadap produk keuangan seperti layanan tabungan, pinjaman, serta asuransi akan semakin terbuka.

Ketika FinTech pertama kali dikenalkan di luar negeri, salah satu tujuan utamanya adalah memberikan alternatif solusi keuangan berbentuk teknologi kepada masyarakat. FinTech pun diaharapkan dapat mengisi fungsi yang sama di Indonesia. Apa saja manfaat FinTech?

Masyarakat akan lebih paham soal produk keuangan

Salah satu kelemahan dari masyarakat Indonesia adalah masih banyak warga yang tidak memahami produk keuangan. Mungkin Anda sendiri hanya mengenal beberapa produk keuangan saja, seperti tabungan atau asuransi. Padahal banyak sekali produk keuangan di Indonesia. Pada tahun 2014, data dari Global Index menyatakan bahwa hanya ada sekitar 36% penduduk Indonesia yang memiliki akses terhadap lembaga keuangan formal. Dengan adanya FinTech, masalah ini dapat mulai diatasi secara bertahap.

Masyarakat dapat memilih produk keuangan sesuai dengan kebutuhannya

Ada banyak produk keuangan yang dapat digunakan masyarakat, mulai dari asuransi, kredit tanpa anggunan, atau investasi. Dengan adanya FinTech, masyarakat tidak harus repot ke bank atau lembaga keuangan lain untuk memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya. Anda tinggal mencari tahu melalui website dan bahkan dapat mulai mendaftar untuk layanan FinTech secara online karena kebanyakan layanan FinTech didukung website, apps, dan teknologi digital.

Masyarakat memiliki alternatif investasi

Selama ini, kita lebih mengenal produk investasi seperti deposito, emas, saham, dan obligasi. Investasi yang lebih aman seperti deposito kurang menarik pengembaliannya, padahal inflasi semakin parah. Sekali lagi FinTech menjadi solusi karena FinTech menyediakan alternatif investasi. Contohnya: P2P lending yang masih relatif aman asal Anda diversifikasi, namun memiliki tingkat pengembalian yang menarik. Contohnya: alternatif investasi Modalku berpotensi memberikan Anda tingkat pengembalian hingga 35% per tahun.

Membantu pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan sangat dibutuhkan agar Anda dapat mengoptimalkan aset dan keuangan Anda. Bila keuangan pribadi tak dikelola dengan baik, keuangan jangka panjang Anda (seperti uang pensiun) tak akan stabil. FinTech dapat menyediakan aplikasi konsultasi keuangan, agar pengguna dapat memonitor pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Jasa FinTech juga dapat menunjukkan opsi produk keuangan yang terbaik bagi Anda, seperti jenis investasi yang cocok.

Tujuan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) pemerintah adalah agar 75% penduduk Indonesia memiliki akses terhadap produk keuangan di tahun 2019. Dukungan FinTech dapat membantu menjadikan ambisi ini menjadi realita.

Apabila Anda tertarik dengan topik FinTech Indonesia, bacalah artikel-artikel di bawah ini:

Tertarik mengetahui lebih lanjut tentang alternatif investasi Modalku? Klik di sini.