Sektor Financial Technology yang akrab disebut FinTech mengalami banyak sekali perkembangan di tanah air pada tahun 2016. Mulai dari perkembangan secara kuantitas (bertambahnya jumlah perusahaan FinTech baru) sampai peningkatan potensi, bisa dibilang FinTech menjadi terdepan dibandingkan sektor bisnis yang lain. Walaupun ada kritik yang mengatakan bahwa perkembangan FinTech di Indonesia terlambat dibandingkan di luar negeri, tidak ada salahnya kita sebagai masyarakat Indonesia berbangga diri karena banyaknya pelaku usaha baru yang bergerak di bidang FinTech.

Dengan berkembangnya FinTech di Indonesia, itu berarti perkembangan ekonomi di Indonesia meningkat. Hal ini disebabkan karena dengan keberadaan FinTech, perekonomian Indonesia mengikuti dan menjadi lebih sesuai dengan kemajuan teknologi terkini. Sektor FinTech sendiri mencakup banyak sekali aspek keuangan. Mulai dari electronic money, aggregator keuangan, crowdlending, crowdfunding, P2P Lending, hingga virtual account. Nah, sekarang kami akan sedikit merangkum perkembangan FinTech di Indonesia selama tahun 2016 kemarin.

Dibentuknya Asosiasi FinTech Indonesia (AFI)

Pada bulan Maret 2016, Asosiasi FinTech Indonesia (AFI) dibentuk sebagai wadah perusahaan FinTech Indonesia yang semakin banyak. Dengan adanya AFI, diharapkan para pelaku FinTech ataupun para pemilik bisnis FinTech dapat saling berbagi ilmu dan menyamakan visi agar perekonomian Indonesia dapat lebih maju lagi. Bahkan salah satu tujuan utama dari AFI adalah menghubungkan lembaga-lembaga FinTech yang ada di luar negeri agar bisa saling bertukar pendapat dan berbagi keahlian dengan pelaku FinTech di Indonesia.

FinTech membantu pemerataan ekonomi Indonesia

Salah satu tujuan dari FinTech adalah membantu pemerataan ekonomi di Indonesia. Bayangkan bila hanya dengan Internet, komunitas di pedalaman juga ikut mendapatkan bantuan pendanaan. Hal itu sekarang dapat terjadi karena dengan website atau app FinTech, siapapun dengan akses Internet dapat menggunakan layanan dan fasilitas finansial yang sama dengan masyarakat di kota-kota besar.

OJK akan terus mengawasai langsung perusahaan FinTech

Di tahun 2016, pihak OJK mengumumkan bahwa mereka akan mengawasi sektor FinTech secara langsung. Bahkan pada tahun ini, OJK akan mengeluarkan sertifikat khusus bagi para pelaku FinTech baru yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Keputusan OJK menjadi langkah positif agar semua perusahaan FinTech di Indonesia lebih tertata dan transparan.

Banyak dilakukan seminar agar para pengguna FinTech ini awas

Dengan banyaknya perusahaan FinTech, bukan berarti tidak ada risiko bagi pengguna. Beberapa kali seminar dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar hati-hati dan dapat berpikir cerdas ketika bekerja sama dengan perusahaan FinTech. Salah satu seminarnya adalah ketika International Financial Consumer Protection Organization membahas dampak positif serta dampak negatif yang dapat terjadi ketika kita tidak awas saat bekerja sama dengan perusahaan FinTech.

Itulah beberapa perkembangan FinTech di Indonesia selama tahun 2016 kemarin. Semoga sektor ini tetap menjadi yang terbaik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.