Terdapat paradigma yang mengatakan bahwa keberadaan FinTech (singkatan dari financial technology) dapat mengancam keberadaan bank. Namun sebenarnya, cara kerja bank akan lebih dipermudah keberadaan FinTech. FinTech dapat memaksimalkan fungsi bank dengan memperluas jangkauan yang belum tercakupi, terutama di daerah-daerah yang belum mendapatkan kehadiran fisik perbankan.

Bank dan FinTech sama-sama akan memperoleh keuntungan ketika bekerja sama. Sederhananya, sistem bank tradisional akan dimudahkan apabila mendapatkan akses teknologi terbaru dan memiliki kesempatan untuk berinovasi secara digital melalui Fintech. FinTech pun mendapatkan keuntungan bila melakukan kerja sama dengan bank karena FinTech akan mendapatkan jaringan pelanggan dan distribusi yang bernilai tinggi dari bank. Dari penjelasan di atas saja akan terlihat bahwa kolaborasi antara bank dan perusahaan FinTech merupakan solusi yang menguntungkan kedua pihak.

Mengutip halaman Shopbox serta analisis dari FinTech Inovation Lab London, terdapat tiga kemungkinan lain yang dapat menyukseskan cara kerja bank dengan perusahaan FinTech:

Peluang yang terbuka

Inovasi yang terbuka adalah jantung dari revolusi digital, begitu menurut laporan Accenture mengenai masa depan FinTech dan perbankan. Untuk memperluas jangkauan bank terhadap teknologi, perusahaan FinTech hadir untuk membantu mereka menemukan area perkembangan baru. Sebagai contoh, sebuah Application Programming Interface (API) terbuka yang ditawarkan oleh FinTech dapat membantu bank menawarkan berbagai layanan baru. API memiliki peran penting dalam integrasi aplikasi modern di dalam ekosistem B2B yang kompleks.

Kolaborasi

Tantangan terbesar bagi bank-bank besar adalah untuk mengadopsi pendekatan kolaborasi dengan inovator dan start-ups guna menghasilkan nilai baru untuk pelanggan mereka. Sejauh ini, menurut survei Accenture, terdapat lebih dari 80% bank yang percaya bahwa bekerja dengan start-up dapat membantu mereka menemukan ide-ide baru.

Investasi

Investasi usaha adalah jantung dari model inovasi start-up. Saat ini, lebih dari sebelumnya, perbankan besar sudah mengambil rute ini untuk menghasilkan inovasi untuk bisnis mereka. Pendanaan yang diterima oleh perusahan-perusahan Fintech cuup besar, sehingga tidak ada keraguan bahwa perusahaan tersebut adalah sektor finansial menjanjikan di masa depan.

Revolusi digital dalam industri keuangan tidak bisa dihindari dan sedang berlangsung saat ini. Konsumen saat ini mengharapkan kesiapan layanan 24 jam setiap hari, termasuk dari layanan bank. Permasalahan seperti ini tentu akan semakin dipermudah bantuan Fintech.

Bank harus membuka peluang baru bagi para inovator Fintech untuk membantu mereka dalam menciptakan layanan yang murah, meningkat dan lebih cepat. Di Indonesia pun telah terjadi kolaborasi di antara bank dan FinTech. Modalku misalnya, telah melakukan kerja sama kustodian dengan Bank Sinarmas, di mana dana pelanggan menjadi lebih aman dan transparan.

Dengan pemanfaatan teknologi melalui Fintech, bank dan regulator dapat saling bahu-membahu membangun pertumbuhan ekonomi di Indonesia.