Produk keuangan biasanya diasosiasikan dengan produk-produk yang disediakan dan dijamin oleh lembaga keuangan resmi. Salah satu produk keuangan yang paling sederhana adalah menabung di bank. Sebenarnya ada banyak sekali produk keuangan di Indonesia, tetapi karena fasilitas dan sosialisasi yang kurang, tidak banyak orang yang mengetahui produk keuangan tersebut.

Produk keuangan yang sering dipakai di Indonesia adalah tabungan, asuransi, investasi saham, emas ataupun kredit pinjaman. Tetapi itupun sekarang hanya orang-orang tertentu yang bisa investasi saham ataupun mendapatkan kredit pinjaman. Belum lagi proses yang ribet mengakibatkan orang malas menggunakan beberapa produk keuangan tersebut.

Hadirnya financial technology atau FinTech seakan menjadi angin segar terhadap produk keuangan yang seakan dijauhi masyarakat tersebut. FinTech hadir sebagai salah satu solusi kepada masyarakat untuk mencoba beberapa produk keuangan yang dulunya dianggap sulit dan awam. Apa keuntungannya bagi masyarakat? Sekarang masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dan kemudahan walaupun berada di daerah sekalipun.

FinTech menawarkan solusi teknologi yang inovatif dan efisien

Salah satu FinTech yang sangat terkenal adalah Bitcoin. Bitcoin adalah mata uang virtual yang bisa Anda kirim melalui internet dari mana saja dan kapan saja. Bitcoin sempat menjadi idola pada tahun 2010an karena dianggap menjadi solusi untuk transfer uang.

Selain itu ada FinTech sederhana yang membandingkan produk keuangan. Misalnya Anda ingin membandingkan asuransi A dengan asuransi B, atau kredit rumah di bank A dan bank B. Jika Anda tidak ada waktu untuk pergi dari bank ke bank atau dari perusahaan asuransi satu ke yang lain, FinTech menjadi solusi dilema Anda.

Seperti yang dilakukan oleh Modalku yang menawarkan peer to peer lending kepada pelaku bisnis yang ingin mendaftar sebagai peminjam, juga menawarkan opsi alternatif investasi bagi pemberi pinjaman. Cara ini dirasa sangat efektif karena proses peminjaman yang lebih mudah jika dibandingkan dengan peminjaman bank.

Masyarakat diharapkan lebih berperan aktif dengan semakin berkembangnya FinTech

Dengan majunya perkembangan FinTech, tentu harus diikuti dengan kecerdasan masyarakat terhadap segala kemajuan teknologi tersebut. Misalnya Anda tidak boleh sembarangan asal memilih FinTech tanpa mengetahui keuntungan dan syarat yang ada. Jika Anda tertarik untuk mengikuti salah satu FinTech di Indonesia, Anda harus aware bagaimana risiko dan bagaimana keuntungan yang didapat. Karena semua aktivitas akan dilakukan secara online, jadi Anda harus mengetahui terlebih dahulu kredibiltas perusahaan FinTech tersebut.

Di luar negeri, investasi terhadap perusahaan FinTech bisa mencapai miliaran dolar, naik tiga kali lipat dibandingkan tahun 2013. Itu berarti potensi FinTech ini sangat besar jika melihat banyaknya penduduk Indonesia melek internet.

Semoga dengan adanya FinTech di Indonesia, masyarakat lebih melek lagi terhadap produk keuangan dan dapat menggunakannya dengan bijak.