Merintis bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) saat ini seakan menjadi tren tersendiri di Indonesia. Selain menjadi solusi karena susahnya mencari lapangan pekerjaan bagi diri sendiri, bisnis UKM juga berpotensi untuk membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Sayangnya, memulai bisnis UKM bukanlah hal yang mudah. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para pelaku UKM adalah kurangnya modal usaha. Bagi Anda yang hendak memulai usaha baru tapi tak cukup memiliki dana, Anda bisa mendaftar untuk pinjaman. Berikut hal-hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih pinjaman.

Pinjaman Mana Yang Anda Perlukan?

Bank menawarkan kemudahan untuk para pelaku bisnis UKM dengan memberikan pinjaman dana sebagai modal usaha. Ada dua macam pinjaman dana yang ditawarkan oleh bank, yaitu pinjaman dengan jaminan dan kredit tanpa agunan atau KTA. Kredit yang memberikan syarat berupa jaminan terkadang menyusahkan pelaku bisnis UKM. Bagi Anda yang tidak memiliki sesuatu yang bisa diberikan sebagai jaminan kredit, maka KTA adalah opsi untuk Anda.  Anda bisa mengajukan pinjaman dana tanpa harus memiliki sertifikat rumah, mobil, dan sebagainya. Namun, keuntungan ini bukan berarti tidak dibarengi dengan konsekuensi yang lain. KTA mematok bunga lebih tinggi dibandingkan pinjaman dengan jaminan.

Hitung Semua Biaya KTA

Pada umumnya, pelaku bisnis UKM memilih KTA sebagai sumber modal usaha. Sebelum memutuskan mengambil KTA, sebaiknya Anda mencari informasi dari berbagai bank tentang layanan KTA yang mereka tawarkan karena setiap bank memberikan penawaran yang berbeda-beda. Beberapa komponen biaya yang disertakan dalam KTA antara lain: bunga pinjaman, biaya administrasi, asuransi, dan banyak lagi. Ada bank yang menawarkan bunga rendah tapi dengan biaya administrasi lebih besar, dan sebaliknya. Oleh sebab itu, Anda harus pandai-pandai membandingkannya dengan menghitung jumlah KTA secara keseluruhan.

Perhatikan Suku Bunga

Bunga adalah biaya utama yang harus Anda perhatikan karena akan berdampak pada cicilan yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Pilih bank yang menawarkan bunga terendah sehingga Anda tidak terlalu keberatan saat menyicilnya. Ingat, Anda juga harus memperhatikan biaya lainnya, ya! Agar tidak semakin membebani cicilan Anda, ada baiknya memilih jangka waktu kredit sesuai kemampuan Anda. Semakin lama periode kredit yang Anda pilih, maka akan semakin mahal jatuhnya.

Peer-to-Peer Lending

Tak hanya bank, saat ini sudah ada banyak pelaku FinTech yang menyediakan jasa pinjaman dengan metode peer-to-peer lending. Proses pengajuan pinjaman di platform peer-to-peer lending lebih simpel karena Anda cukup mendaftarkan diri secara online, lalu mengajukan pinjaman. Apabila pinjaman Anda disetujui, maka perusahaan FinTech tersebut akan mencarikan pemberi pinjaman yang mau mendanai pinjaman modal usaha Anda. Proses pengumpulan dana dan pencairan pun lebih cepat dibandingkan pinjaman dari institusi keuangan konvensional.

Karena modal usaha  sangat penting untuk bisnis Anda, maka pastikan Anda memilih yang terbaik. Jangan sampai Anda salah pilih sehingga menyulitkan Anda di kemudian hari. Pertimbangkanlah dengan matang pinjaman modal untuk UKM Anda!