24 Jam Bersama Social Media Specialist Modalku

“Cekrek-cekrek upload”. Buka smartphone, lihat komentar, balas. Bagi sebagian orang, itulah tanggung jawab harian seseorang yang bekerja di bidang media sosial.

Nama saya Stefanny, dipanggil Epoy. Saya bekerja sebagai Senior Social Media Specialist di Modalku. Masuk dalam divisi marketing, saya bertugas mengatur “kehidupan” Modalku di media sosial.

Sebelum bergabung dengan Modalku, saya bekerja sebagai freelancer desain grafis pada salah satu PR Agency di Jakarta. Saya juga pernah menjadi salah satu bagian dari tim corporate communications di PT Kalbe Farma, Tbk. Jika sebelumnya saya familiar dengan produk-produk obat dan makanan, kini saya berkutat dengan dunia finansial. Sungguh pengalaman yang menarik.

Sebagai anak muda yang dinamis, saya punya segudang aktivitas. Yuk simak keseharian saya!

Pukul 7.00 – Bangun Tidur

Bunyi alarm membangunkan saya. Biasanya, saya mematikan alarm dan menyiapkan waktu kurang lebih 10 menit untuk sekedar memeriksa smartphone atau merenung sebelum beranjak dari tempat tidur.

Pukul 8.30 – Persiapan Menuju Kantor

Sebelum menuju kantor, biasanya saya mendengarkan musik untuk mengumpulkan semangat di pagi hari. Daftar musik yang diputar tergantung cuaca pagi itu. Apabila mendung, saya lebih memilih lagu-lagu yang agak mellow. Sedangkan apabila cuaca cerah, saya memilih lagu yang beat-nya cepat dan riang. Salah satu lagu favorit saya adalah “Don’t Look Back in Anger” dari Oasis dan “Colour” dari MNEK.

Setelah semua selesai, saya pun berangkat. Mengendarai motor menuju kantor merupakan hal yang saya senangi karena dapat merasakan matahari pagi dan angin semilir. Biasanya, perjalanan dari rumah menuju kantor akan memakan waktu kurang lebih 45 menit.

Pukul 9.30 – Ayo Kita Kerja!

Setibanya di kantor, saya langsung membuka laptop serta menyiapkan perlengkapan kerja yang dibutuhkan. Kemudian, saya memeriksa email dan mengecek notifikasi ulasan (review) yang diberikan pengguna. Lalu, saya akan memulai pagi dengan membalas setiap komentar yang ada. Bila ada komentar yang konstruktif, saya sampaikan ke tim kami. Tidak lupa, memeriksa dan menjadwalkan daftar konten yang akan diposting setiap harinya.

Setiap awal bulan, saya juga ikut meeting alignment dengan tim konten agar konten media sosial dan blog Modalku selalu bersinergi. Kami juga ingin konten dalam kedua channel tersebut dapat berkontribusi ke inklusi keuangan. Caranya dengan mengedukasi dan memberi informasi yang relevan tentang dunia keuangan bagi pembaca. Dengan inklusi keuangan, kemampuan finansial meningkat dan kemiskinan dapat dikurangi.

Lihat juga:“Mengentaskan Kemiskinan Melalui Inklusi Keuangan”

Pukul 12.00 Mari makan!

Ketika perut sudah bergemuruh, ini saatnya makan! Biasanya, Ibu saya selalu membawakan bekal untuk makan siang. Namun, karena selalu merasa kurang kenyang, saya selalu membeli makanan tambahan di warung nasi sebelah kantor. Entah berupa lauk atau sekedar gorengan, yang penting perut ini kenyang. Oh iya, sedikit fun fact soal tim marketing Modalku: semua anggotanya rakus kalau makan.

Merancang dan membuat konten media sosial menguras energi, sehingga perlu asupan yang lebih banyak. Pada jam istirahat ini, saya biasa berkumpul bersama kolega kantor untuk sekedar minum kopi sembari berbincang-bincang.

Pukul 13.00 – Masih semangat? Yuk, kerja lagi!

Setelah perut terisi penuh, saatnya bekerja kembali. Kali ini, saya akan menyiapkan desain untuk konten media sosial. Setelah melakukan alignment, saya akan mencari data yang dibutuhkan dari berbagai sumber. Data yang diperoleh dapat diproses menjadi konten infografik. Mengapa infografik? Karena berdasarkan pengamatan saya, mayoritas masyarakat memiliki kecenderungan untuk melihat gambar (konten visual) bila dibandingkan dengan konten jenis teks. Karena itu, infografik wajib dibuat apabila ada topik khusus yang perlu diketahui oleh banyak orang. Biasanya, konten infografik bersifat informatif dan edukatif. Sehingga, kami berusaha mengangkat tema-tema yang dianggap masih asing di mata publik.

Selain infografik, saya juga menyiapkan beberapa kuis untuk memperingati hari-hari besar seperti lebaran, kemerdekaan, ataupun event besar. Hal ini dibutuhkan untuk meningkatkan engagement antara perusahaan dengan publik.

Yang menyenangkan lagi, apabila ada acara di luar kantor. Saya juga bisa ikut meliput kegiatan tersebut. Di sana, saya memotret atau merekam video kegiatan yang sedang berlangsung. Biasanya Modalku diundang sebagai narasumber atau sebagai exhibitor suatu acara/pameran. Sebagai seorang Senior Social Media Specialist, saya dituntut untuk selalu up-to-date pada setiap kegiatan Modalku di dalam ataupun di luar kantor.

Pukul 15.00 – Brainstorming

Pada jam-jam ini, saya biasa berdiskusi dengan tim konten tentang hal-hal menarik apa yang bisa diangkat untuk dijadikan konten. Diskusi biasanya menjadi seru saat timbulnya perbedaan pendapat karena banyaknya sudut pandang dari setiap orang. Hal ini bisa dijadikan opsi untuk tema-tema konten selanjutnya.

Kami selalu melakukan test, measure & act dalam membuat konten. Sebelumnya, ada beberapa postingan yang kurang menarik minat publik. Kami menyimpulkan bahwa publik cenderung menyukai sesuatu yang ringkas secara visual seperti postingan quotes dari publik figure atau influencer. Di saat yang sama, konten yang disajikan harus sesuai dengan model bisnis perusahaan.

Membuat konten untuk Modalku tidak gampang, karena Modalku bukan seperti perusahaan pada umumnya yang menjual consumer product seperti makanan, pakaian, atau produk-produk lainnya. Perusahaan kami menawarkan produk berupa jasa keuangan, sehingga terkadang sulit untuk menampilkannya secara visual. Meski demikian, saya merasa tertantang untuk selalu mencari ide-ide segar, agar konten Modalku selalu menarik minat calon pengguna.

Pukul 17.00 – Coffee Break

It’s time for coffee break! Saatnya minum secangkir kopi untuk menyegarkan pikiran atau menemukan inspirasi. Coffee break memakan waktu sekitar 15-30 menit. Hal ini biasa dilakukan untuk sedikit intermezzo mengenai pekerjaan hari ini. Apa yang telah dilakukan dan apa yang bisa dilakukan keesokan harinya.

Pukul 17.30 – Cek & Ricek

Sebelum jam kerja berakhir, ini saatnya memeriksa kembali review-review yang ada di media sosial. Biasanya pada jam ini, sudah banyak review-review baru yang bermunculan. Saya akan kembali berkutat dengan balas membalas review dan mengecek schedule post sebelumnya, apakah sudah terposting sesuai jadwal atau tidak.

Pukul 19.00 – Nongkrong for life!

Setelah seharian bekerja, biasanya saya tidak langsung pulang ke rumah. Saya akan memenuhi ajakan teman untuk sekedar makan malam, nongkrong, atau nonton film. Hal ini dapat mengisi energi dan memberikan pengalaman tersendiri bagi saya. Bertemu teman, mendengarkan cerita, berdiskusi serta bercanda tawa membuat saya menyadari bahwa dunia ini begitu luas. Dengan bertemu teman-teman, saya mendapat banyak inspirasi sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Tak jarang, saya mendapat ide-ide baru dari pembicaraan di tongkrongan. Ide segar ini sangat diperlukan untuk menunjang pekerjaan saya.

Pukul 21.00 – I’m home!

Tiba di rumah merupakan hal yang paling nyaman. Bisa meluruskan kaki dan bercengkerama dengan keluarga. Ada satu tradisi yang tidak pernah dilewatkan, yaitu bercerita. Setiap anggota keluarga di rumah sudah terbiasa untuk menceritakan keseharian yang mereka alami. Meski sederhana, namun bercengkerama dengan keluarga sangat bermakna. Dari kegiatan ini, saya mendapatkan pelajaran bahwa keluargalah yang membuat tempat tinggal yang nyaman.

Pukul 23.00 – Pinterest, Instagram, Youtube

Membuka Pinterest atau Instagram merupakan ritual yang saya lakukan sebelum tidur. Dari sana, saya suka melihat banyak gambar-gambar menarik mulai dari tempat yang indah, quotes menarik, tips-tips, dan hobi. Terkadang hanya membuka salah satunya, entah Pinterest atau Instagram saja. Namun, membuka Youtube merupakan ritual wajib. Saya suka mencari daftar lagu-lagu terbaru, cover lagu, food vlogger atau menonton ajang audisi pencarian bakat. Setelah puas dengan tontonan tersebut, ini waktunya untuk mengakhiri hari dengan beristirahat.


Artikel blog ini ditulis oleh anggota tim Modalku. Kami adalah platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply