5 Cara Menghemat Uang di Era Digital

Berkembangnya teknologi di era digital memudahkan kita untuk berbelanja. Kalau dulu kita harus datang sendiri ke toko untuk membeli sesuatu, sekarang kita bisa belanja online tanpa harus keluar rumah.

Walaupun sangat praktis, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi ini berpotensi membuat Anda jadi lebih sulit mengatur keuangan. Kabar baiknya, di sisi lain perkembangan teknologi juga memberi kemudahan dalam hal menghemat uang. Bagaimana caranya? Yuk, cari tahu di bawah ini!

Tetapkan Tujuan Finansial

Cara satu ini mungkin terdengar sepele, tapi sesungguhnya cukup ampuh untuk menghemat uang di era digital. Sebelum mulai menabung atau berinvestasi, coba tetapkan tujuan Anda dalam melakukan hal tersebut. Adanya tujuan akan menjadi patokan dalam berhemat.

Misalnya, Anda punya tujuan untuk membeli e-Book reader setahun lagi. Harganya barang tersebut adalah sekitar Rp 2,4 juta. Jadi, Anda tahu harus menyisihkan berapa banyak uang dalam sebulan untuk dicicil. Dalam kasus ini, berarti Anda harus menyisihkan uang minimal Rp 200.000 per bulannya. Selain itu, adanya tujuan juga akan memotivasi Anda untuk mencapainya sehingga terpacu untuk hidup hemat.

Lihat juga: “Memulai Tahun Baru dengan Perencanaan Keuangan yang Lebih Matang”

Manfaatkan Promo-promo Aplikasi

Saat ini, Indonesia sedang menuju ke arah cashless society. Sudah semakin banyak merchant yang menawarkan transaksi cashless. Umumnya, mereka bekerja sama dengan berbagai aplikasi digital wallet seperti Go-Pay atau OVO. Sebagai generasi milenial yang dekat dengan teknologi, Anda pasti sudah tidak asing dengan hal ini.

Kabar baiknya, biasanya merchant menawarkan promo menarik demi mendorong pelanggan untuk menggunakan sistem cashless. Baik itu dalam bentuk diskon hingga cashback. Jadi, jangan malas untuk mengunduh aplikasi dan menggunakan digital wallet. Anda pun bisa tetap berbelanja sambil menghemat uang.

Selalu Bandingkan Harga Saat Belanja Online

Dengan berbagai kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan, aktivitas belanja online memang cukup adiktif dilakukan. Namun, sama seperti ketika belanja di toko, Anda tetap harus melakukan survei sebelum melakukan pembelian. Saat membeli barang, bandingkan dulu harganya di toko atau bisnis online lain untuk mendapatkan harga termurah.

Proses ini memang membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi pasti akan sepadan dengan uang yang bisa Anda hemat. Apalagi jika Anda cukup sering belanja online, tentu hal ini bisa menghemat lebih banyak uang.

Gunakan Teknologi Perencanaan Keuangan

Thanks to technology, sekarang menghemat keuangan di era digital tidak harus dilakukan secara konvensional. Anda tidak lagi harus mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran di atas kertas, melainkan bisa dengan menggunakan aplikasi perencanaan keuangan di perangkat mobile. Biasanya, teknologi perencanaan keuangan ini menyediakan fitur yang memungkinkan Anda untuk mengkategorikan pengeluaran.

Anda pun bisa tahu kategori mana yang paling banyak memakan pengeluaran dalam sebulan, apakah itu kuliner, belanja online, atau lainnya. Dari sini, Anda dapat mencoba menekan pengeluaran tersebut jika memang dirasa berlebihan.

Jadi Pemberi Pinjaman di P2P Lending

Berkembangnya teknologi juga memudahkan Anda untuk melakukan investasi, lho. Bahkan yang bersifat konvensional seperti investasi reksa dana dan saham kini sudah bisa dikelola secara online. Ada lagi pilihan alternatif investasi yang patut Anda pertimbangkan, yaitu peer-to-peer (P2P) lending.

Dengan memanfaatkan online platform seperti Modalku, Anda bisa mengalokasikan dana untuk memberi pinjaman di Modalku sesaat setelah menerima gaji. Jangan tunggu hingga akhir bulan untuk melakukannya karena belum tentu ada uang yang tersisa untuk diinvestasikan. Dengan cara ini, Anda pun tidak akan terjerat siklus dari gaji ke gaji.

Walaupun ada begitu banyak godaan untuk belanja online di era digital, Anda tetap bisa menghemat uang dengan melakukan kelima cara di atas. Maksimalkan dengan melakukan alternatif investasi P2P lending di Modalku. Tidak hanya menghemat uang, Anda bahkan bisa mendapatkan potensi return menarik hingga 20% per tahun! Tentunya sambil membantu mengembangkan bisnis lokal di Indonesia. Cukup menarik, bukan?

Lihat juga: “4 Tips Hemat Belanja Online”


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply