5 Tips Menghindari Gaya Hidup Digital yang Boros

Gaya hidup digital pada masyarakat Indonesia saat ini semakin meningkat pesat. Bahkan sepanjang bulan Ramadan 2019 kemarin, rata-rata orang bisa menghabiskan dana hingga 1,2 juta rupiah untuk belanja online. Hal ini diduga karena pendapatan masyarakat yang relatif mengalami peningkatan setelah pemberian bonus dan Tunjangan Hari Raya (THR). Sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui cara mengelola keuangan dan terjebak pada digital lifestyle, termasuk generasi milenial di kelas menengah.

Sering kali mereka rela menghabiskan banyak uang demi mendongkrak citra diri di media sosial. Dampaknya, perilaku konsumtif tidak bisa terlepas dari gaya hidup digital tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya pelajari lebih dulu cara-cara terbaik menghindari boros di era digital berikut ini. Yuk, simak!

Lihat juga: “Kecanduan Gaya Hidup Digital”

Batasi Pemakaian Internet

Pada dasarnya, kehadiran internet memang memudahkan segala kebutuhan Anda. Namun, terlalu sering bergantung pada internet ternyata memberi efek negatif bagi kondisi finansial. Hal ini dikarenakan ada banyak produk dan iming-iming diskon potongan harga melalui situs e-commerce atau sekadar via ads yang muncul di halaman media sosial. Akibatnya, Anda pun sulit menghindari keinginan belanja online. Nah, dengan membatasi pemakaian internet, maka Anda tidak akan mudah tergiur penawaran yang diberikan oleh online shop maupun situs e-commerce.

Buat Anggaran Kebutuhan Online

Sama seperti cara mengelola keuangan yang biasa Anda lakukan, kebutuhan online juga harus dipersiapkan anggarannya. Baik untuk belanja online, pembelian kuota internet, hingga biaya-biaya lain yang dibutuhkan untuk aplikasi hiburan (seperti layanan streaming musik atau film). Tetapkan anggaran sesuai dengan kebutuhan, sehingga Anda bisa dengan mudah mengontrol pengeluaran yang terjadi untuk memenuhi gaya hidup digital. Sebaiknya tetapkan anggaran kebutuhan online dengan segera setelah menerima gaji.

Gunakan Voucher Diskon secara Proporsional

Banyaknya penawaran menarik yang diberikan melalui voucher diskon terkadang membuat Anda belanja lagi dan lagi. Padahal jika dipikir-pikir lebih bijaksana, Anda tidak benar-benar membutuhkan hal tersebut. Dengan begitu, apabila mendapatkan voucher diskon, sebaiknya gunakan secara proporsional. Artinya, jika memang Anda tidak membutuhkan produk atau layanan yang ditawarkan oleh pihak penyedia, maka voucher diskon pun tidak perlu digunakan saat itu juga.

Jika Masih Bisa Bayar Cash, tak Perlu Pake E-Wallet

Tanpa disadari sebenarnya uang fisik memiliki kedekatan emosional yang lebih baik dibandingkan dengan uang digital, sehingga Anda lebih menghargai dan berhati-hati dalam penggunaannya. Jadi, saat menyelesaikan transaksi, sebaiknya utamakan pembayaran menggunakan uang tunai atau secara cash jika nominalnya memang masih terjangkau. Hanya gunakan e-wallet atau dompet digital saat memang benar-benar diperlukan atau ketika ada promosi potongan harga saja.

Lihat juga: “Bagaimana Cara Mengelola Uang Secara Digital?”

Gunakan Internet untuk Hal yang Positif

Last but definitely not least, untuk menghindari gaya hidup digital yang boros, Anda perlu mengalihkan penggunaan internet untuk hal-hal lain yang lebih positif. Misalnya memulai bisnis online atau mengikuti alternatif investasi yang menguntungkan di Modalku. Anda juga bisa memperkaya diri dengan ilmu dan wawasan baru terkait informasi keuangan di blog Modalku. Jadi, Anda tidak lagi kesulitan dalam memahami cara mengelola keuangan.

Digital lifestyle yang tidak diseimbangkan dengan literasi keuangan tentu dapat menjerumuskan Anda pada pola hidup konsumtif dan boros. Lima hal di atas perlu untuk dipertimbangkan agar Anda bisa menghindari gaya hidup digital yang cenderung serba cepat, praktis, namun sering kali tidak ekonomis. Selamat mencoba dan semoga berhasil, ya!


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

Leave a Reply