5 Pahlawan di Era Digital, Siapa Saja?

Seiring berjalannya waktu, makna pahlawan mengalami perkembangan. Jika dulu kata pahlawan digunakan untuk menyebut sosok-sosok yang berjasa dalam Kemerdekaan Indonesia, sekarang kita memiliki banyak sosok pahlawan baru yang muncul di era digital.

Ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi, di era digital muncul banyak peluang dan perubahan sosial ke arah yang baru. Dalam waktu kurang dari seratus tahun, potensi ekonomi meningkat pesat. Apalagi didukung dengan banyaknya lapangan pekerjaan di era digital yang dulu mungkin dianggap asing. Artinya, kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup juga semakin besar.

Kondisi tersebut tentunya tidak terjadi begitu saja. Ada banyak pihak yang berjasa dalam mengoptimalkan kondisi tersebut. Mereka-mereka inilah yang layak disebut sebagai pahlawan di era digital. Yuk, kenali mereka di Hari Pahlawan Nasional kali ini!

Lihat juga: “Inilah 3 Cara Menjadi Pahlawan Masa Kini”

UMKM

Pada tahun 2018 lalu, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai angka Rp 14 triliun. Sebanyak 60% di antaranya disumbang oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau sekitar Rp 8,4 triliun. Dengan jumlah yang begitu besar, tidak berlebihan rasanya menyebut UMKM sebagai salah satu pahlawan di era digital sat ini. Bahkan diprediksi bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB nasional akan meningkat menjadi 65% pada tahun 2019 ini.

Sumbangsih UMKM terhadap Indonesia tidak hanya berhenti sampai di situ. Selain kontribusi yang besar terhadap PDB nasional, UMKM juga telah membuka begitu banyak lapangan pekerjaan di Indonesia. UMKM berhasil menyerap sekitar 121 juta tenaga kerja di tanah air. Jumlah tersebut setara dengan 96% dari total serapan tenaga kerja nasional sebanyak 170 juta. Berkat jutaan lapangan kerja yang diberikan UMKM, banyak orang di Indonesia yang bisa meningkatkan kualitas hidupnya.

Kehebatan UMKM dalam menyumbang PDB nasional tidak terlepas dari karakteristik bisnis UMKM yang memang kuat. Ia begitu tahan krisis, bahkan hal ini sudah terbukti sejak tahun 1998 dulu. Dilansir dari mediaindonesia.com, hasil survei kepada 225.000 UMKM pada tahun 1998 menunjukkan bahwa sebanyak 64% dari UMKM tersebut tidak mengalami perubahan omzet saat krisis moneter. Artinya, bisnis UMKM memang cukup stabil untuk dijalankan.

Dari sisi konsumen pun, peran UMKM tidak bisa diremehkan. Mengingat bahwa UMKM bergerak di begitu banyak sektor, masyarakat Indonesia dimanjakan dengan dengan jutaan opsi produk yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan dan preferensi. Selain itu, produk UMKM juga cenderung dekat dengan konsumen.

Tidak hanya fokus di kota-kota besar, para pelaku UMKM tersebar di berbagai kota di Indonesia. Masyarakat yang tinggal di kota terpencil tidak harus pergi ke kota besar. Secara tidak langsung,  keberadaan UMKM pun telah menjadi pahlawan bagi banyak masyarakat Indonesia karena mereka mampu memperkecil jurang ekonomi.

Lihat juga: “Mengapa UMKM Layak Disebut Pahlawan?”

Ojek/Taksi Online

Pahlawan di era digital satu ini bahkan sudah diakui oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Beliau mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memuji profesi pengemudi ojek online sebagai pahlawan transportasi karena jasa besar mereka dalam melayani masyarakat.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran ojek dan taksi online sangat meningkatkan kemudahan hidup masyarakat Indonesia. Tidak perlu susah payah mencegat ojek atau taksi konvensional di pinggir jalan, saat ini Anda bisa memesannya secara mudah dan praktis melalui aplikasi mobile. Bahkan bukan hanya untuk kebutuhan kendaraan, layanan ojek online, khususnya, sudah meluas hingga pengiriman makanan dan barang. Tentu hal ini memperluas peluang bisnis bagi UMKM kuliner dan barang kebutuhan lainnya.

Kalau dilihat sekilas, keberadaan mereka mungkin terlihat biasa saja. Namun, jika ditilik lebih dalam lagi, sebetulnya peran mereka begitu besar. Berkat ojek dan taksi online, mobilitas sehari-hari jadi lebih terjamin sehingga Anda bisa sampai di tujuan dengan tepat waktu. Bayangkan jika Anda harus menghabiskan waktu lama hanya untuk mendapatkan ojek atau taksi. Tentunya Anda berisiko telat dan membuat orang lain harus menunggu Anda.

Di samping itu, layanan-layanan seperti pengiriman makanan, pengiriman barang, bahkan hingga bersih-bersih rumah, telah membuat hidup kita jauh lebih mudah dan nyaman. Anda bisa menghemat bensin dan tenaga karena tidak perlu ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhan. Sangat pantas rasanya menyebut ojek dan taksi online sebagai salah satu pahlawan di era digital.

Startupman

Kemudahan yang ditawarkan layanan ojek dan taksi online tidak akan bisa terwujud tanpa adanya sosok-sosok yang berjasa di balik pembuatan aplikasinya. Mereka adalah startupman, para founder dan pekerja yang berjuang di bawah naungan startup. Startup adalah perusahaan rintisan yang umumnya masih berusia di bawah lima tahun berada dalam fase pengembangan. Biasanya, mayoritas startup bergerak di bidang teknologi atau setidaknya menggunakan teknologi sebagai salah satu sumber daya utamanya.

Ingin tahu tentang sejarah startup, klik artikel ini: “Inilah 3 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Sejarah Startup”

Aplikasi ojek dan taksi online seperti Go-Jek termasuk salah satunya. Tentu masih banyak startup lain yang menyediakan layanan beragam di Indonesia. Per 2018 lalu, jumlah startup di Indonesia mencapai angka 992. Hal ini tercantum dalam laporan Mapping & Database Startup Indonesia 2018. Keberadaan ratusan startup tersebut tidak akan bisa memberikan fungsi optimal tanpa adanya sumber daya manusia (SDM) yang baik di belakangnya, yaitu para founder dan pekerja.

Berbekal skill dan kemampuan di bidang masing-masing, mereka bekerja menggerakkan startup agar produk dan layanan yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Tidak berlebihan rasanya menyebut mereka sebagai pahlawan di era digital. Tanpa adanya founder dan para pekerja ini, perusahaan startup tidak akan dapat bergerak dan memenuhi berbagai kebutuhan konsumen.

Regulator

Hadirnya perusahaan atau bisnis startup seolah mendobrak praktik bisnis konvensional yang sudah ada lebih dulu. Perusahaan startup tidak bermaksud menggeser perusahaan lama, melainkan memberikan alternatif dan inovasi kepada konsumen, khususnya masyarakat Indonesia. Seperti yang disebutkan di atas, perusahaan startup tidak akan bergerak tanpa adanya sosok-sosok pahlawan hebat di era digital, yaitu para founder dan pekerja di baliknya.

Namun, agar kehadiran perusahaan startup bisa berjalan beriringan secara baik dengan berbagai aspek kehidupan lain, maka diperlukan regulasi atau peraturan tertentu. Di sinilah pemerintah memberikan perannya, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika yang memang bersinggungan langsung dengan pertumbuhan teknologi. Agar bisa menciptakan ekosistem ekonomi digital yang baik, kini Menkominfo tidak hanya berperan sebagai regulator, tapi juga fasilitator dan akselerator.

Berbagai kebijakan yang diambil didasarkan pada dinamika ekonomi digital. Semakin ke sini, pemerintah semakin sadar bahwa cara pandang untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital adalah dengan menerapkan konsep less regulation sebagai regulasi terbaik. Apalagi mengingat bahwa teknologi di era digital berubah begitu cepatnya, maka pemerintah—khususnya Menkominfo—juga harus lincah beradaptasi akan perubahan tersebut.

Sedangkan, sebagai fasilitator, salah satu peran yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah mengadopsi teknologi 4G. Tentunya diimbangi dengan kebijakan afirmatif untuk membuat internet bisa dinikmati secara merata di berbagai daerah di Indonesia. Di samping itu, pemerintah juga tengah menjalankan program khusus agar pada 2020 nanti, tercipta seribu perusahaan startup baru dengan tahapan pertumbuhan yang tepat.

Content Creator

Sepuluh tahun lalu, profesi content creator masih terdengar begitu asing di telinga. Namun, kini banyak orang menekuni profesi tersebut. Sesuai namanya, content creator bekerja men-create atau menciptakan konten yang disesuaikan dengan keahlian dan target audiens masing-masing. Umunya, content creator memiliki banyak followers karena konten mereka yang dianggap menarik dan mampu membuat followers merasa “terhubung”.

Tentu tidak semua content creators bisa disebut sebagai pahlawan di era digital. Mungkin Anda pernah menemui content creators yang kualitas kontennya kurang baik dan justru  berdampak kurang positif. Namun, masih banyak content creators di Indonesia yang mampu menyebarkan vibe positif melalui konten-konten mereka. Mereka juga biasanya berbagi konten informasi yang bermanfaat.

Misalnya, content creators di bidang pendidikan bisa berbagi tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa di luar negeri. Beda lagi content creator di bidang kecantikan, ia bisa memberikan tips agar followers merasa percaya diri dengan penampilan sendiri. Bahkan tidak jarang para content creators ini berkolaborasi untuk menciptakan konten yang bisa membuat followers terhibur.

Serunya lagi, ada pula beberapa content creators yang menghasilkan konten-konten lucu dan tidak biasa, tapi masih berada dalam ranah positif karena bertujuan menghibur. Hal ini pun membuat dunia digital jadi tidak membosankan. Belum lagi pengaruh content creators dalam mempromosikan suatu produk sehingga followers ikut tertarik untuk membeli. Seiring daya tarik yang meningkat, hal ini tentu berdampak baik terhadap perekonomian nasional.

Memang sudah seharusnya kita merayakan Hari Pahlawan 10 November dengan mengenang para pahlawan yang sudah berjasa kepada negara, terutama dalam kemerdekaan Indonesia. Namun, mengingat kondisi kehidupan yang sudah bergeser ke arah modern dan digital, ada baiknya untuk turut mengetahui pahlawan-pahlawan modern  masa kini di era digital.

Tanpa kelima pahlawan di era digital tersebut, Indonesia tidak akan berdiri sekuat seperti sekarang dalam menghadapi perubahan era dan pesatnya pertumbuhan teknologi. Mulai dari pengusaha UMKM, ojek online, pendiri dan pekerja startup, regulator, hingga content creators, mereka membawa warna dan kekuatan masing-masing dalam memperkuat Indonesia. Keberagaman inilah yang akan menjadi penguat bagi Indonesia untuk terus maju di era digital.


Selain kelima sosok yang disebutkan tersebut, tentu masih ada sosok-sosok hebat lain yang belum sempat disebutkan. Apalagi setiap orang pasti memiliki versi masing-masing terkait pahlawan mereka di era digital. Jadi, siapakah pahlawan di era digital versi Anda? Berikan ucapan Selamat Hari Pahlawan dan tunjukkan bahwa Anda menghargai segala kerja kerasnya dalam memajukan Indonesia.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply