Belajar Mengembangkan Bisnis dari Bu Sri Cahyaningsih

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah sektor bisnis yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia. Sayangnya, dari sekitar 63 juta UMKM di Indonesia (data kementerian koperasi dan UKM), 74%-nya kurang mendapat akses ke pendanaan. Ini menunjukkan bahwa akses pendanaan usaha merupakan masalah utama yang dihadapi oleh banyak UMKM. 

Kurangnya akses pendanaan ke UMKM ini sangat disayangkan mengingat banyak UMKM yang berpotensi. Pencatatan keuangan yang belum rapi, tidak adanya jaminan, hingga omset yang masih terbatas menjadi hambatan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pinjaman usaha. Hambatan ini menjadi penyebab bisnis kecil sulit berkembang. Meski demikian, banyak pengusaha UMKM yang mampu menghadapi tantangan tersebut, seperti Ibu Sri Cahyaningsih. Bagaimana kisahnya?

Kerikil di Awal Bisnis

Bu Sri Cahyaningsih memulai usaha pet shop karena kecintaannya pada hewan piaraan. Ia memelihara beberapa kucing yang perlu biaya perawatan tidak sedikit, seperti makanan khusus, pasir, kandang dan lainnya. Agar lebih mudah memenuhi kebutuhan tersebut, Bu Sri berjualan perlengkapan dan kebutuhan hewan piaraan atau pet shop.  

Saat mengutarakan keinginannya pada keluarga, Bu Sri mendapat hambatan. Suaminya pesimis bahwa Bu Sri bisa menjalankan bisnis pet shop. Tentu saja ia merasa sedih, karena di saat butuh dukungan, rencana bisnisnya malah diragukan. Meski demikian, ia tidak menyerah dan gigih meyakinkan suaminya.

Seiring berjalannya waktu, usahanya pun mulai berjalan. Ia menamai tokonya dengan “Laris Petshop”. Mahalnya harga sewa tidak mengurungkan niatnya untuk tetap berbisnis. Bu Sri yakin bahwa mahalnya harga sewa toko akan setimpal dengan kesuksesan pet shop-nya. Dan terbukti, kegigihannya mulai menampakkan hasil. Tokonya pun mulai ramai pembeli.

Makin Berkembang dengan Pinjaman Usaha

Dengan semakin ramainya toko, pembeli yang datang pun semakin beragam permintaannya. Tentu ini menjadi kesempatan emas untuk melayani pembeli. Ketersediaan barang akan mendorong pembeli untuk kembali lagi. Masalahnya, tidak semua permintaan pembeli bisa dipenuhi dengan mudah. Keterbatasan modal menjadi kendala yang harus dihadapi Bu Sri.

Menghadapi kendala tersebut, perempuan berusia 35 tahun ini tidak menyerah begitu saja. Ia mencari solusi untuk mengatasi masalahnya. Akhirnya ia pun mencoba mengajukan pinjaman di Modalku. Setelah melalui proses yang simpel dan cepat, pengajuannya pun disetujui. Menurutnya, proses pinjaman usaha di Modalku tidak merepotkan. “Nggak ribet persyaratannya, Cuma perlu foto KTP/Selfie, isi formulir, cetak, tanda tangan, scan, kemudian kirim lagi, dan cair”, ujar Bu Sri.

Setelah mendapatkan pinjaman modal, jumlah barang di tokonya semakin banyak dan pembeli semakin berdatangan. Keberhasilan ini tidak lantas membuatnya cepat puas. Bu Sri ingin terus mengembangkan usaha­nya. Ia berkeinginan menambah toko lagi yang benar-benar difokuskan untuk pengembangan bisnis sementara toko pertama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

 Lebih lanjut: “Memaksimalkan Dana Kredit untuk Memajukan Usaha”

Gigih ala Bu Sri

Setelah mengetahui cerita Bu Sri, apa pelajaran yang bisa kita ambil? Tentu salah satunya adalah kegigihan. Kegigihan menjadi salah satu modal penting bagi seorang pebisnis. Tanpa kegigihan, mustahil mereka bisa sukses. Bayangkan jika Bu Sri menyerah saat tidak mendapat dukungan dari suaminya, mungkin hingga saat ini Laris Petshop tidak akan pernah berdiri.

Saat mulai berbisnis, keterbatasan barang menjadi masalah baru bagi Bu Sri, namun dengan  kegigihannya ia berhasil menambah item barang di Laris Pet Shop. Jika ia menyerah dengan masalahnya, bisa saja saat ini Laris Petshop tutup karena kalah bersaing dengan pet shop lain yang lebih lengkap. Dengan pinjaman usaha, Laris Petshop punya kekuatan untuk bersaing dengan toko-toko lain.

Selain kegigihan, kisah Bu Sri juga mengajarkan kepada kita untuk selalu optimis dan berpikir positif sebagai pebisnis. Jika ia sendiri tidak yakin dengan langkahnya, bagaimana mungkin bisa meyakinkan orang lain (tim, karyawan, mitra bisnis, pemodal) untuk ikut memajukan usahanya.

Lihat juga: “4 Alasan untuk Berani Memulai Bisnis Sekarang Juga”

Tantangan Bisnis UMKM

Mustahil bagi seorang pebisnis untuk tidak menemui tantangan. Dalam setiap tahapnya, tantangan bisnis selalu muncul. Yang paling penting adalah bagaimana cara mengatasinya. Bagi UMKM, keterbatasan modal menjadi tantangan yang sering muncul. Tak jarang, tantangan tersebut mengakibatkan bisnis stuck dan tidak berkembang. Bisnis memang jalan, namun hanya berjalan di situ-situ saja. Bu Sri Cahyaningsih telah membuktikan bahwa dengan keuletan, kegigihan, tekad, dan optimisme, berbagai hambatan bisnis bisa dilalui.

Di Indonesia, masih banyak, “Bu Sri-Bu Sri” lain yang menghadapi masalah permodalan. Mereka kesulitan mendapatkan pinjaman karena berbagai persyaratan yang tidak bisa dipenuhi, seperti minimnya histori pinjaman hingga tidak adanya jaminan. Inilah yang menggerakkan Modalku untuk senantiasa membantu UMKM melalui pinjaman modal usaha. Memajukan bisnis UMKM sama artinya dengan memperkokoh tulang punggung ekonomi negara.

Kisah Bu Sri juga bisa disimak di video ini:

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply