Mengapa UMKM Layak Disebut Pahlawan?

Saat berbicara tentang Hari Pahlawan 10 November, mayoritas orang akan menyebutkan nama-nama pahlawan yang dulu ikut berjuang melawan penjajah. Tentu tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, definisi pahlawan semakin berkembang. Salah satu pahlawan yang sudah terbukti berjasa terhadap Indonesia di era modern sekarang adalah para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lantas, mengapa UMKM layak disebut pahlawan?

Tidak berlebihan rasanya menyebut mereka sebagai pahlawan ekonomi Indonesia mengingat jasanya yang begitu besar. Mengutamakan kearifan lokal dan sumber daya manusia (SDM) dari Indonesia pelaku UMKM sudah menjadi kunci perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan Indonesia.

Lihat juga: “Menemukan Makna Kebangkitan Nasional Melalui Usaha Mikro”

Kontribusi pada PDB sampai 60%

Pelaku UMKM memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Dilansir dari Okezone.com, Muhammad Ikhsan Ingratubun selaku Ketua Asosiasi UMKM Indonesia mengatakan bahwa per 2018 lalu, UMKM menyumbang Produk Domestik Bruto hingga Rp8,4 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 60% dari total Rp14 triliun PDB Indonesia pada 2018.

Melihat kontribusi PDB yang cukup besar tersebut, tahun ini kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia pun diprediksi bisa meningkat hingga 65%. Hal ini sangat mungkin terjadi, terutama sekarang banyak UMKM pemula dengan pemasaran melalui online platform, ditambah dengan usaha mikro dari bidang jasa kurir.

Menyerap Tenaga Kerja

Kontribusi UMKM kepada Indonesia bukan hanya untuk sektor ekonomi, tapi juga SDM-nya. Sejauh ini, UMKM sukses menyerap kurang lebih 121 juta tenaga kerja di Indonesia. Angka ini setara dengan 96% dari total serapan tenaga kerja nasional sebesar 170 juta. Pertumbuhan tiap tahunnya pun cukup positif, yaitu sekitar 5%. Angka serapan tenaga kerja tersebut diprediksi akan terus meningkat, terlebih dengan munculnya banyak perusahaan startup dan dibarengi pesatnya teknologi digital.

Artinya, UMKM telah memberikan lapangan pekerjaan kepada lebih dari seratus juta orang di Indonesia. Melalui usaha-usaha yang didirikan, para pelaku UMKM berhasil menyelamatkan banyak orang di Indonesia dari jurang kemiskinan.

Memenuhi Kebutuhan Kita (Produk UMKM Lebih Dekat ke Konsumen)

Bisnis UMKM bergerak di begitu banyak sektor, sebut saja sektor kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga pertanian. Alhasil, produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM pun tidak kalah banyak. Sebagai konsumen, masyarakat dimanjakan dengan jutaan opsi produk yang bisa mereka pilih sesuai kebutuhan dan preferensi. Kita jadi bisa lebih mudah memenuhi kebutuhan akan suatu produk.

Terlebih, jika dibandingkan dengan produk-produk lainnya, produk UMKM cenderung lebih dekat ke konsumen. Para pelaku UMKM tersebar di berbagai tempat di Indonesia, bukan hanya fokus di kota-kota besar. Keberadaan UMKM ini secara tidak langsung telah memperkecil jurang ekonomi. Masyarakat di kota terpencil tidak perlu repot jauh-jauh datang ke kota besar untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tidak salah memang menyebut UMKM sebagai pahlawan di Indonesia.

Perkembangan ekonomi digital saat ini justru mendukung semakin mendekatkan layanan UMKM. Bisnis online menghilangkan arti “jarak” yang ada bisnis konvensional. Konsumen bisa mendapatkan dari mana saja dan di mana saja.

Tahan Krisis

Salah satu kriteria pahlawan adalah kuat dan tangguh. Kriteria ini dimiliki oleh UMKM di Indonesia. Pasalnya, bisnis UMKM cenderung tahan terhadap krisis ekonomi. Hal ini bahkan sudah terbukti sejak krisis tahun 1998 lalu. Berdasarkan data yang dilansir dari mediaindonesia.com, hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 225.000 UMKM pada 1998 saat krisis moneter dulu, sebanyak 64% di antaranya tidak mengalami perubahan omzet.

Kemudian, hasil survei TA ADB 2001 menyebutkan bahwa dari lima ratus UMKM di Semarang dan Medan, 78% di antaranya tidak terkena dampak krisis. Dengan sifatnya yang begitu tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi, UMKM pun mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan pahlawan bagi kita semua.


Lebih dari sekadar penyedia produk dari berbagai sektor, UMKM telah menjadi pahlawan bagi kita semua, khusus untuk perekonomian Indonesia. Keempat alasan di atas semakin menguatkan status UMKM sebagai salah satu pahlawan yang menyokong perekonomian nasional. Selamat Hari Pahlawan untuk UMKM Indonesia!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply