5

Menyusun Perencanaan Bisnis: Langkah Perdana Membangun Sebuah UMKM

Perencanaan yang matang sangat dibutuhkan dalam membangun UMKM. Idealnya, Anda harus membuat sebuah perencanaan bisnis sebagai “petunjuk” bagi Anda untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. Perencanaan bisnis umumnya mencakup target bisnis Anda selama 2-5 tahun ke depan. Apa saja yang harus tercantum dalam perencanaan bisnis tersebut?

Yakinkan Investor dengan Ringkasan Perencanaan Bisnis yang Memukau

Ringkasan perencanaan bisnis kerap dianggap sebagai bagian terpenting karena ia bertugas memberi tahu secara singkat dan padat tentang kondisi terkini perusahaan, ke mana Anda akan membawanya, dan mengapa ide bisnis Anda memiliki potensi bagus untuk sukses. Jika Anda juga sedang mencari pendanaan dari investor, maka ringkasan perencanaan bisnis juga menjadi kesempatan pertama Anda untuk menarik perhatian investor potensial.

Mulai Bangun Citra Perusahaan dengan Deskripsi yang Menarik

Pada bagian ini, Anda harus menuliskan review yang lebih mendalam tentang setiap elemen dari perusahaan Anda. Deskripsikan sifat bisnis Anda dan tuliskan daftar kebutuhan pasar yang ingin Anda penuhi. Jelaskan pula bagaimana produk barang atau jasa Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Tuliskan daftar berisi konsumen atau organisasi apa saja yang sekiranya akan membutuhkan produk Anda. Selain itu, jangan lupa menjelaskan keunggulan perusahaan yang Anda yakini mampu membuat bisnis Anda sukses, seperti lokasi, teknologi canggih, atau personil yang ahli.

Analisis Pasar

Sesuai dengan namanya, bagian ini harus mencantumkan seluruh hal yang Anda ketahui tentang target market atau pasar Anda. Pertama, deskripsikan terlebih dulu tentang industri bisnis Anda, seperti karakter dan trennya. Baru setelah itu mulailah cantumkan informasi tentang target market, mulai dari data demografis, karakteristik gaya hidup, hingga prediksi jumlah persentase jangkauan market yang akan ditingkatkan.

Organisasi dan Manajemen

Bagian organisasi dan manajemen harus meng-cover struktur organisasi dari perusahaan, detail tentang kepemilikan bisnis UMKM Anda, profil dari setiap tim manajemen, dan kualifikasi dari board of directors. Pada bagian ini pulalah Anda harus menjelaskan peran dan tanggung jawab setiap anggota tim. Bagaimana background mereka dan mengapa Anda memutuskan agar mereka terlibat dalam bisnis Anda?

Produk yang Ditawarkan

Setelah menyelesaikan bagian organisasi dan manajemen, kini saatnya Anda melengkapi bagian produk. Pada bagian ini, deskripsikan setiap detail dan produk barang atau jasa Anda, apa saja keunggulannya, intellectual property, hingga aktivitas research and development yang telah atau akan Anda lakukan terkait dengan produk tersebut.

Marketing dan Penjualan

Marketing adalah proses mengumpulkan pelanggan, yang memegang peranan besar dalam “nyawa” bisnis UMKM Anda. Hal pertama yang harus Anda cantumkan dalam bagian ini adalah strategi marketing. Setiap perusahaan memiliki cara tersendiri dalam menentukannya, tetapi yang jelas sebuah strategi marketing harus menjadi bagian dalam proses bisnis secara berkelanjutan. Jika sudah mengembangkan strategi marketing, Anda bisa lanjut menentukan strategi penjualan, yakni bagaimana Anda akan menjual produk Anda.

Proyeksi Keuangan

Jika sudah memiliki target bisnis dan analisis market yang jelas, kini saatnya Anda membuat financial projection atau proyeksi keuanganDi sinilah Anda diminta untuk mengalokasikan seluruh sumber daya yang Anda miliki secara efisien. Karena baru mendirikan bisnis UMKM, maka Anda harus menyajikan data finansial yang bersifat prospektif. Jika berencana untuk mendapatkan pinjaman modal, biasanya pemberi pinjaman ingin tahu apa yang Anda harapkan dari perusahaan Anda dalam waktu lima tahun mendatang. Financial projection harus mencakup perkiraan laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan anggaran belanja modal.


Untuk membuat perencanaan bisnis Anda menjadi lebih stand out, pahami benar hal-hal apa saja yang membuat bisnis UMKM Anda unik dan apa saja yang membedakannya dari kompetitor. Semoga berhasil!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Comments 5

  1. Pingback: Memilih Struktur Bisnis: Langkah Kedua Membangun Sebuah UMKM – Modalku

  2. Pingback: Langkah Ketiga Membangun Suatu UMKM: Muluskan Jalan dengan Kelengkapan Legalitas Usaha – Modalku

  3. Pingback: Membangun Startup Tidak Mudah, Simak 5 Tips Ampuhnya! – Modalku

  4. Pingback: Wirausaha Digital, Pilihan Tepat untuk Generasi Tanpa Kantor – Modalku

  5. Pingback: 4 Faktor Penyebab Bisnis Baru Sering Gagal – Modalku

Leave a Reply