Inilah 4 Bentuk Emansipasi di Era Digital yang Bisa Anda Wujudkan

Emansipasi merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan berbagai bentuk usaha yang dilakukan untuk mendapatkan kesetaraan hak dan derajat dalam berbagai bidang. Jenis emansipasi yang populer di Indonesia yang masih diperjuangkan hingga saat ini adalah emansipasi wanita. Tidak hanya wanita-wanita Indonesia yang melakukan emansipasi, namun juga wanita-wanita di dunia. Kabar baiknya, di era digital saat ini ada bentuk emansipasi yang bisa Anda wujudkan. Apa saja? Berikut informasi lengkapnya!

Lihat juga: “4 Cara Sukses di Usia Muda di Era Teknologi Digital”

Memberikan Kesempatan pada Perempuan untuk Menjadi Leader

Bentuk emansipasi di era digital yang bisa diwujudkan saat ini adalah pemberian kesempatan bagi perempuan untuk menjadi leader. Hingga saat ini, masih ada saja opini bahwa perempuan tidak bisa, bahkan dilarang, untuk menjadi seorang pemimpin. Pendapat bahwa perempuan lebih mengandalkan emosi dibanding logika membuat kredibilitasnya sebagai pemimpin dipertanyakan. Padahal, sudah banyak contoh leader perempuan yang bisa diandalkan di Indonesia.

Salah satunya adalah Sri Mulyani Indrawati. Ekonom Indonesia yang telah menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia sejak tahun 2016 ini merupakan wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Prestasi yang dicapai oleh Sri Mulyani membuktikan bahwa perempuan juga bisa dan layak menjadi leader yang dapat diandalkan, sehingga kesempatan bagi perempuan untuk jadi leader harus terus diperluas.

Berhenti Flirting Perempuan di Media Sosial

Media sosial telah menjadi media bagi semua orang untuk berbagi sebagian cerita hidup yang kadang menarik dan menginspirasi. Tidak sedikit pula yang memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan hal-hal yang disukai, tidak terkecuali oleh perempuan. Sayangnya, tidak sedikit orang yang melakukan flirting (menggoda) perempuan di media sosial. Kebiasaan flirting perempuan di media sosial mungkin memang tidak dimaksudkan dengan maksud buruk, namun harus dihentikan.

Saat seorang pria mem-posting foto dirinya di media sosial, jarang sekali ia akan mendapatkan pesan-pesan flirting dari perempuan. Sedangkan bagi perempuan yang mem-posting potret dirinya, pesan-pesan flirting akan sangat sering didapatkan. Hal ini harus dihentikan untuk memberikan kebebasan dan hak yang sama bagi perempuan untuk melakukan apa yang ia inginkan tanpa harus menerima konsekuensi hanya karena ia perempuan.

Lebih lanjut: “Perempuan Berdaya, Ekonomi Berjaya”

Pemahaman “Pekerjaan Rumah Tangga adalah Pekerjaan Perempuan” Harus Dihilangkan

Pemahaman ini tampaknya sulit dihilangkan. Sejak dulu, sejarah Indonesia mencatat bahwa perempuan diwajibkan untuk mengurus rumah. Gerakan-gerakan emansipasi terus dilakukan untuk memberikan ruang yang sama bagi perempuan, salah satunya adalah yang dilakukan oleh Kartini. Raden Ajeng Kartini yang merupakan seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia menjadi salah satu sosok yang memperjuangkan hak-hak dasar perempuan.

Salah satu yang diperjuangkan adalah hak perempuan untuk belajar dan untuk mendapatkan pendidikan yang sama tingginya dengan pria. Tidak hanya pendidikan, perempuan juga harus terlepas dari kewajiban mengurus pekerjaan rumah tangga yang sudah semestinya dilakukan oleh baik suami dan istri. Status sebagai perempuan tidak semestinya membuat pria lantas lepas tangan soal urusan rumah tangga. Saling membantu dan meringankan beban, tanpa pemahaman yang merugikan satu pihak, harus dilakukan oleh pasangan.

Melibatkan Perempuan dalam Pengambilan Keputusan

Satu lagi bentuk emansipasi di era digital yang bisa Anda wujudkan, yaitu melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dalam tim. Suara perempuan harus didengarkan seperti suara laki-laki. Melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan di dalam tim berarti memberikan perempuan kesempatan yang memang layak ia miliki untuk memberikan kontribusi dan dihargai. Apalagi perspektifnya sering kali memberikan hasil yang lebih baik bagi keputusan yang diambil hingga dampaknya bagi tim yang ia menjadi bagian di dalamnya.


Beberapa bentuk emansipasi di era digital yang bisa Anda wujudkan di atas dapat memberikan perempuan kesempatan yang hak yang ia butuhkan. Sudah saatnya kita mengubah mindset bahwa perempuan tidak bisa melakukan hal-hal tertentu hanya karena ia terlahir sebagai seorang perempuan. Maju terus, perempuan Indonesia!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply