Perempuan Berdaya, Ekonomi Berjaya

Perempuan sering kali menjadi marjinal dalam beberapa sektor kehidupan, termasuk untuk sektor ekonomi. Padahal jika diperhatikan lebih baik, banyak wanita yang sukses berbisnis atau menduduki posisi strategis di pemerintahan sehingga mampu berperan dalam kebijakan ekonomi. Dari Indonesia sendiri, sebut saja Mooryati Soedibyo dan Sri Mulyani.

Nama-nama besar tersebut menandakan bahwa perempuan memang dapat membawa perekonomian menjadi semakin berkembang. Bukan hanya itu, pemberdayaan perempuan juga akan mendatangkan manfaat yang lebih banyak lagi. Berikut ini beberapa alasan mengapa pemberdayaan perempuan dapat berperan penting dalam sektor ekonomi.

Baca juga: “Membangun Semangat di Tengah Perlambatan Ekonomi”

When More Women Work, Economies Grow

Ekonomi akan tumbuh pesat bila lingkungan mendukung wanita dalam mengejar karier dan passion mereka. Lapangan kerja akan semakin terisi dan kontribusi untuk produk domestik bruto (PDB) pun meningkat. Sebuah laporan McKinsey Institute bahkan menyatakan bahwa PDB global pada tahun 2025 dapat mencapai angka US$12 triliun jika pemberdayaan perempuan dilakukan secara merata di seluruh dunia.

Maka dari itu, perlu adanya penciptaan ruang kerja dan lingkungan yang suportif bagi wanita untuk bekerja. Problem yang mungkin timbul bisa segera dicarikan solusinya. Misalkan untuk masalah tanggung jawab rumah tangga, pasangan bisa membagi tugas atau memanfaatkan kecanggihan teknologi lewat super apps seperti Go-Clean, Go-Food, atau Go-Laundry.

Banyak Bidang Pekerjaan yang Membutuhkan Perempuan

Hingga saat ini, partisipasi perempuan masih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki. Setidaknya hal tersebut terlihat dari survei yang dilakukan oleh Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Terlihat selama dua puluh tahun terakhir, perempuan Indonesia yang menjadi angkatan kerja (AK) adalah 50% dari total populasi.

Padahal jika diperhatikan, peluang kerja untuk perempuan di Indonesia cukup besar. Masih banyak sektor yang membutuhkan perempuan. Peluang ini tidak hanya datang dari bidang pekerjaan yang memang selama ini didominasi perempuan seperti bidan, guru, perawat (meski demikian, passion dan skill tetap menjadi penentu cocok tidaknya bidang pekerjaan bagi seorang individu), tetapi juga bidang yang lebih sering menjadi “kekuasaan” laki-laki.

Katakanlah pekerjaan pada sektor teknologi. Sektor yang satu ini masih didominasi oleh laki-laki, padahal partisipasi wanita juga tidak ada salahnya sama sekali. Untuk menyeimbangkan proporsi gender dalam sektor semacam ini, sebaiknya regulasi yang dapat menarik perempuan mulai dipertimbangkan. Di Indonesia sendiri, hal ini sudah mulai terasa dengan angka pertumbuhan upah untuk perempuan yang meningkat hingga 4,3% di tahun 2018 lalu.

Lebih lanjut: “Gaya Hidup Digital Mempermudah Perempuan dalam Bekerja”

Pentingnya Peran Wanita dalam Mendidik Keluarga

Selain mengambil peran dalam dunia kerja, wanita juga dapat berpartisipasi untuk ekonomi bangsa dengan menjadi seorang ibu. Bagaimanapun juga, ibu adalah “guru” pertama manusia. Dengan menjadi seorang ibu yang mampu memberi pendidikan terbaik, maka akan tercipta generasi muda dengan kemampuan kognitif, sosial, dan skill yang baik. Saat hal tersebut dapat tercapai, masa depan ekonomi pun lebih terjamin.

Hal ini bukanlah sebuah asumsi belaka. Pada faktanya, perempuan memang memiliki concern yang lebih besar terhadap pendidikan keluarga. Dalam temuan PBB, perempuan dunia yang bekerja akan memberikan 90% penghasilannya untuk keluarga mereka. Tentu penghasilan para perempuan ini sangat membantu meningkatkan pendidikan anak-anak mereka. Dengan kata lain, perempuan dapat memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi bangsa jika didukung kesempatan dan lingkungan kerja yang lebih layak lagi.


Selama ini, perempuan sering dianggap sebagai nomor dua jika menyangkut masalah perkembangan ekonomi bangsa. Padahal jika diperhatikan lebih saksama, potensi perempuan dalam ekonomi Indonesia sangat besar. Agar potensi tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan, maka perubahan sistem harus segera dilakukan. Lingkungan kerja yang selama ini dianggap kurang ramah bagi perempuan, bisa pelan-pelan diganti. Semoga kontribusi dan partisipasi aktif perempuan Indonesia dapat meningkat di masa mendatang!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply