Kenali 4 Keunikan Gaya Investasi Perempuan

Dewasa ini dunia investasi makin diminati, tak terkecuali oleh perempuan. Ini terbukti dari adanya peningkatan jumlah investor perempuan secara signifikan. Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dalam empat tahun terakhir pertumbuhan jumlah investor perempuan mencapai 965%. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan investor laki-laki.

Fakta tersebut menjadi kabar baik bagi kondisi ekonomi, baik dalam skala rumah tangga maupun negara. Saat perempuan ikut berinvestasi, penghasilan rumah tangga akan semakin meningkat. Pendapatannya pun terus meningkat di atas angka inflasi, sehingga kenaikan harga-harga barang tidak akan menjadi masalah lagi.

Dalam berinvestasi, setiap orang punya preferensi dan gaya masing-masing. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, salah satunya adalah faktor psikologis. Nah, kondisi psikologis khas perempuan ini yang membedakan gaya investasi perempuan. Gaya perempuan saat berinvestasi menjadi keunikan tersendiri. Apa saja keunikannya? Simak penjelasan di bawah ini.

Lihat juga: “Investasi yang Mendorong Ekonomi Bangsa”

Cenderung Konservatif

Dalam dunia investasi, ada banyak instrumen yang bisa dipilih. Investor bisa memilih sesuai dengan kebutuhannya. Dalam memilih instrumen, perempuan cenderung konservatif. Mereka lebih suka “main aman” agar risikonya lebih rendah. Lebih fokus pada tujuan jangka panjang daripada return yang besar.

Fokus pada tujuan jangka panjang juga dipengaruhi salah satu sifat umum perempuan, yaitu nurturing. Tidak selalu, tetapi wanita cenderung lebih memikirkan kepentingan keluarganya. Ini membuat mereka lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial, agar hasilnya bisa digunakan untuk kebutuhan bersama keluarga.

Apakah sikap konservatif dalam berinvestasi itu buruk? Tentu tidak. Dalam investasi tidak ada profil risiko yang baik atau buruk. Yang penting adalah menyesuaikan tujuan investasi dengan kebutuhan dan kemampuan.

Investasi emas adalah salah satu jenis investasi yang cenderung konservatif. Meskipun terkesan ketinggalan zaman, logam mulia ini masih digandrungi khususnya bagi perempuan. Selain karena sifatnya yang sukar dipalsukan, universal dan minim risiko, emas juga bisa menjadi perhiasan yang menarik. Berinvestasi emas tak melulu dengan emas batangan, tapi bisa juga melalui perhiasan, koin, hingga reksadana.

Lebih lanjut tentang investasi emas: “Logam Mulia, Investasi Gaya Lama yang Kian Mudah dan Menguntungkan”

From Weakness to Willingness

Meskipun kini kesetaraan gender sudah terlihat di berbagai sektor, tapi pandangan yang merendahkan perempuan masih tetap ada. Ada yang memandang sifat-sifat umum perempuan sebagai kelemahan (weakness). Anggapan seperti ini tidak menghentikan banyak wanita untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Tak terkecuali dalam berinvestasi. Karena dianggap tidak mampu berinvestasi, ada perempuan yang justru tertantang serta terpacu untuk banyak belajar. Mereka tidak segan untuk meminta saran dari pihak yang lebih tahu tentang investasi.

Meskipun banyak yang masih pemula, investor perempuan bersedia untuk belajar dan meminta saran dari pihak yang dianggap lebih paham. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin jika perempuan akan menjadi investor handal. Tingginya keinginan untuk belajar (willingness to learn) akan mengalahkan kelemahannya. Konsistensi dan ketekunan perempuan dalam belajar merupakan senjata untuk menjelajahi dunia keuangan dan investasi.

Sabar Menanti Return

Karena kurang edukasi finansial, masih banyak perempuan yang belum percaya diri soal berinvestasi. Perempuan cenderung menahan instrumennya, bukan memperdagangkan. Ini terlihat pada frekuensi trading saham. Investor perempuan lebih jarang melakukan trading dibandingkan laki-laki. Tingkat kepercayaan diri investor akan meningkatkan frekuensi trading mereka.

Tetapi secara generik, perempuan memiliki sifat lain yang menjadi keunggulan dalam berinvestasi, yaitu kesabaran. Mereka lebih cenderung menahan untuk menghindari risiko yang lebih besar. Lebih baik sabar menanti return, daripada harus menanggung risiko yang lebih besar. Orientasi perempuan terhadap keluarga dan kebutuhan jangka panjang juga mendorong mereka untuk bersikap demikian.

Bersifat Detail Adalah Kekuatan

Secara umum, wanita dianggap sangat baik dalam mengingat detail. Tentu ini akan jadi kekuatan dalam berinvestasi. Misalnya, saat menganalisis saham. Perempuan tidak akan mudah tergoda dengan tren sesaat. Tidak bisa dipungkiri bahwa harga saham sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh banyak faktor, tetapi perempuan biasanya akan menggunakan lebih banyak bahan untuk menganalisis investasi. Sikap mereka cenderung tidak reaktif dengan harga saham yang tiba-tiba turun atau sebaliknya.


Inilah 4 keunikan perempuan dalam berinvestasi. Pada dasarnya, tidak ada gaya investasi benar-benar tepat. Semua harus menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan. Dengan keunikan gaya investasinya, perempuan berpotensi untuk menjadi investor handal.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply