Berbisnis atau Berinvestasi? Pilih yang Mana?

Sebagai seorang karyawan maupun pekerja kantoran, pada titik tertentu Anda mungkin pernah merasakan penghasilan yang mungkin saja kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melihat fenomena seperti ini, terkadang muncul opsi-opsi yang harus diambil untuk mencapai kebebasan finansial. Di antaranya adalah memilih berbisnis ataukah berinvestasi. Mana yang lebih baik dan apa saja keunggulan dan kekurangan keduanya? Berikut penjelasannya yang perlu Anda simak.

Keunggulan Berbisnis

Bisnis juga bisa menjadi sebuah instrumen investasi yang menguntungkan dalam mencapai kebebasan finansial diri Anda. Untuk memulainya, Anda bisa memilih bisnis modal kecil terlebih dahulu. Berbisnis juga memiliki beberapa keuntungan, gambaran keuntungan tersebut di antaranya sebagai berikut.

  • Memiliki penghasilan tambahan

Kebutuhan yang semakin hari semakin meningkat memaksa seseorang untuk lebih kreatif dalam memperoleh penghasilan tambahan, salah satunya adalah berbisnis. Sebelum memulai bisnis Anda, sebaiknya tentukanlah segmentasi pasar dan targetnya.

Anda bisa menjadikan keuntungan bisnis ini ke dalam tabungan. Jadi, untuk kebutuhan sehari-hari, Anda hanya mengandalkan penghasilan rutin dan sebagian uang tersebut dapat menjadi modal untuk investasi yang menguntungkan.

  • Penghasilan yang langsung dinikmati

Keuntungan yang kedua ketika Anda memilih berbisnis adalah penghasilannya dapat langsung dinikmati. Anda dapat menghitung tambahan penghasilan tersebut baik secara harian, mingguan, atau pun bulanan. Apalagi jika bisnis yang Anda jalankan sudah stabil, maka akan lebih mudah untuk menentukan penggunaan dari penghasilan tersebut untuk anggaran apa saja.

  • Melatih kemandirian

Tidak hanya mendapatkan keuntungan secara finansial, dalam berbisnis Anda juga akan mendapatkan hal lain di luar itu. Salah satunya adalah mengenai kualitas diri yang semakin bertambah. Sebab, dalam berbisnis, selain untuk memperoleh kebebasan finansial, Anda juga dituntut untuk menjadi mandiri. Mulai dari menyiapkan modal, produksi barang, memasarkan, hingga membuat strategi harus Anda rancang sendiri. Selain itu, Anda juga harus memastikan bisnis yang ditekuni tidak mengganggu pekerjaan utama Anda.

Lebih lanjut: “Meningkatkan Skala Bisnis dengan 5 Langkah Strategis”

Keuntungan Berinvestasi

Setelah mengetahui keuntungan memilih bisnis, kini Anda juga perlu mengetahui keuntungan dalam berinvestasi. Memperoleh nilai investasi yang menguntungkan memang dibutuhkan kesabaran dan waktu yang cukup. Anda harus mempelajari semua instrumennya. Apalagi nilai dari investasi berbeda dengan bisnis yang bisa dinikmati secara langsung. Lalu, apa saja keuntungan investasi dalam berinvestasi?

  • Pilihan yang beragam

Keuntungan pertama jika Anda memilih investasi adalah opsi instrumen lebih beragam. Ada investasi yang bersifat kasat mata atau terlihat dan terdapat pula investasi finansial. Investasi yang bersifat kasat mata dapat diawali dari bisnis modal kecil hingga menengah, contohnya investasi properti dan emas. Sedangkan untuk investasi finansial di antaranya adalah saham, reksa dana, hingga asuransi.

  • Nilai aset yang meningkat

Dengan berinvestasi, Anda bisa mencapai kebebasan finansial di kemudian hari. Ini karena nilai aset investasi tertentu cenderung memiliki peningkatan. Contohnya, Anda akan mendapatkan keuntungan menjanjikan ketika berinvestasi properti karena nilai jualnya akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan. Begitu pula ketika Anda berinvestasi emas yang juga memiliki nilai jual stabil dan cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

  • Perencanaan keuangan lebih teratur

Investasi tidak hanya menguntungkan Anda dalam menambah penghasilan. Investasi yang menguntungkan juga bisa digunakan sebagai instrumen dana pensiun. Hal tersebut dikarenakan adanya efek compounding atau nilai bunga yang tinggi. Contohnya saja pada investasi saham yang dapat memberikan keuntungan maksimal ketika Anda menggunakannya dalam waktu yang cukup lama. Akan tetapi, jika Anda memiliki uang lebih, sebaiknya bagilah porsi investasi saham dengan investasi lain seperti properti, obligasi, atau emas agar semakin stabil untuk mengantisipasi risiko saham yang cukup tinggi.

Lebih lanjut: “Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong”

Kenali diri Anda Sebelum Memilih: Berbisnis atau Berinvestasi

Lalu, mana yang lebih baik untuk Anda? Pada dasarnya, sesuaikanlah pilihan tersebut dengan situasi dan tujuan finansial Anda. Apakah tujuannya untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Ketika Anda memiliki tujuan untuk jangka pendek, maka bisnis bisa dipilih dalam memperoleh hasil tambahan selama itu tidak mengganggu waktu kerja utama. Anda bisa melakukannya dengan bisnis yang berdasarkan hobi, misalnya fotografi yang hasil fotonya bisa Anda jual. Akan tetapi, jika orientasi Anda untuk kebutuhan jangka menengah dan jangka panjang, maka investasi bisa dipilih. Misalnya untuk dana pensiun, pendidikan anak, dan sebagainya.

Satu hal lainnya yang juga sangat penting adalah lakukanlah investasi atau bisnis yang Anda pilih dengan komitmen dan disiplin yang tinggi. Jangan pantang menyerah untuk mendapatkan hasil lebih baik. Semoga berhasil!


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply