Meningkatkan Skala Bisnis dengan 5 Langkah Strategis

Meningkatkan skala bisnis merupakan salah satu proses yang harus dilalui oleh seorang pebisnis. Cara tersebut harus ditempuh agar bisnis terus berkembang dan tidak stagnan. Peningkatan skala bisnis ditandai dengan peningkatan angka penjualan dan jumlah produk. Melalui peningkatan ini, pebisnis dapat bersaing dengan lebih mudah.

Untuk meningkatkan skala bisnis, diperlukan langkah strategis agar skala bisnis Anda terus meroket. Apa saja langkah-langkah strategisnya, simak penjelasan berikut ini!

Kembangkan Kualitas SDM

Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu unsur yang menentukan kesuksesan sebuah bisnis. SDM yang berkualitas dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien, sehingga hasil yang diberikan juga lebih optimal. Semakin baik kualitas SDM, makin tinggi pula produktivitas bisnisnya. Saat bisnis semakin produktif, skala bisnis Anda akan meningkat.

SDM yang berkualitas tidak hanya didapatkan melalui rekrutmen. Pemilik bisnis juga harus mengembangkan kemampuan SDM yang sudah ada. Misalnya, dengan memberikan pelatihan, pendidikan dan pembinaan  konsisten. Dengan cara ini, kemampuan SDM akan terus meningkat dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Satu lagi, selalu ciptakan suasana kerja yang nyaman, komunikasi yang terbuka, serta apresiasi pada karyawan yang berprestasi. Ketiga unsur akan membuat karyawan betah, sehingga performa kerjanya akan terus terjaga.

Bagi Anda yang masih merintis usaha mikro dan melakukan semuanya sendiri, SDMnya adalah Anda sendiri. Sebagai satu-satunya SDM “perusahaan”, Anda tetap perlu mengembangkan diri melalui berbagai pelatihan bisnis. Misalnya pelatihan manajemen bisnis, promosi bisnis, hingga cara pembukuan. Kini, pelatihan seperti ini banyak bertebaran  di internet baik yang gratis maupun berbayar.

Perbaiki Sistem Bisnis

Selain urusan SDM, Anda juga perlu memperhatikan sistem bisnis dalam perusahaan. Sistem bisnis yang baik akan memudahkan Anda dalam meningkatkan skala bisnis. Dengan menggunakan sistem bisnis yang baik, arus/flow bisnis dapat berjalan dengan lebih lancar, sehingga performa bisnis juga meningkat. Sistem bisnis yang baik juga akan membangun budaya kerja yang efektif dan produk yang makin baik. Pertanyaannya sekarang adalah apakah sistem bisnis dalam perusahaan Anda saat ini sudah baik?

Anda bisa mencari tahu dengan mempertanyakan kembali, apakah sistem yang Anda terapkan sudah sesuai dengan kondisi bisnis? Masalah apa saja yang sering muncul dari sistem bisnis saat ini? Adakah cara yang lebih baik untuk meningkatkan sistem bisnis? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi awal untuk memperbaiki sistem bisnis.

Ibarat sebuah bangunan, sistem bisnis adalah kerangkanya. Jika tidak kokoh, maka bangunan akan mudah roboh. Oleh karena itu, Anda harus bisa mendeteksi apakah sistem bisnis Anda sudah baik atau bermasalah. Jika bermasalah, segera perbaiki sistem bisnis Anda. Misalnya Anda punya online shop. Setiap ada pesanan masuk, Anda langsung memprosesnya. Ternyata cara ini tidak efektif saat volume pesanan sedang tinggi. Selain melelahkan, cara ini juga menyita waktu Anda. Waktu habis hanya untuk packing dan pergi ke layanan pengiriman.

Anda perlu mengganti sistem bisnis tersebut dengan mengumpulkan terlebih dahulu pesanan hingga waktu tertentu (misalnya sore hari). Sembari menunggu pesanan, Anda dapat memproses dan mengemas pesanan-pesanan lainnya. Ketika sore tiba, Anda tinggal mengirimkan semua ke layanan pengiriman logistik.

Tingkatkan Kualitas Produk

Produk yang berkualitas akan memuaskan konsumen, sehingga mereka akan melakukan pembelian ulang. Pada titik ini, ucapkan selamat pada diri Anda karena telah berhasil mendapatkan konsumen yang loyal. Pembelian mereka akan menjadi modal dalam meningkatkan skala bisnis. Konsumen loyal tidak hanya menjaga kestabilan angka penjualan, tapi juga membantu promosi agar penjualan terus meningkat.

Selalu ingat bahwa bintang iklan yang paling efektif ialah konsumen yang puas dengan produk atau pelayanan. Dengan metode word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut, konsumen akan mengajak saudara, teman, dan kolega untuk membeli produk Anda. Orang-orang yang diajak tersebut juga akan terus membicarakan kualitas produk Anda pada relasinya. Pola ini terus berlanjut, sehingga angka penjualan produk meningkat secara signifikan.

Salah satu contoh keberhasilan word of mouth adalah peningkatan pengunjung Kafe Kolong di Jember, Jawa Timur. Para pengunjung datang ke kafe ini karena rekomendasi dari teman-temannya. Word of mouth tidak hanya dilakukan secara langsung, tapi juga secara online. Perusahaan platform ride sharing, Go-Jek, melakukannya melalui peluncuran fitur Go-Date. Tentu saja kampanye ini hoax, sengaja dibuat Go-Jek untuk meningkatkan word of mouth.  Alhasil, Go-Date viral di berbagai media sosial. Meski tak meningkatkan transaksi secara langsung, word of mouth mampu mendongkrak brand awareness. Kini, brand Go-jek sudah diakui oleh banyak konsumennya.

Perkuat Networking Anda

“People do business with people they know, like, and trust”

Quote di atas menekankan pentingnya networking dalam berbisnis. Orang akan berbisnis dengan orang mereka kenal, suka, percaya. Selain sebagai aktivitas membangun jaringan, networking juga membangun kepercayaan dengan relasi dan koneksi. Dengan modal tersebut, bisnis Anda tidak hanya akan lebih dikenal, tapi juga makin kuat. Lantas, apa peran networking dalam meningkatkan skala bisnis Anda?

Dengan networking yang kuat, bisnis akan lebih lancar. Tak hanya sekedar mengenal banyak kolega, tapi juga kepercayaan mereka. Makin banyak orang yang percaya kepada Anda, makin mudah Anda meningkatkan skala bisnis. Misalnya, Pak Badu, pedagang kelontong ingin meningkatkan jumlah barang dagangan namun tidak punya modal yang cukup. Dengan modal kepercayaan dari supplier/pemasok, Pak Badu bisa mengambil barang dulu dan dibayar kemudian. Tentu kepercayaan dari pemasok ini tidak serta merta didapatkan. Ia sudah membangun hubungan baik dengan pemasoknya. Bayangkan, jika Pak Badu mengenal banyak pemasok (jenis barang yang berbeda), maka skala bisnisnya dapat lebih mudah meningkat.

Contoh di atas hanya satu dari berbagai manfaat networking. Selalu ingat bahwa networking bukan sekadar seberapa banyak orang yang dapat Anda kenal, tapi juga seberapa percaya mereka pada Anda. Jika bisnis Anda berkualitas, kepercayaan tidak hanya berasal dari para supplier, tapi juga dari customer dan mitra bisnis. Makin banyak orang yang percaya, makin mudah bagi bisnis Anda untuk scale up.

Lihat juga: “Sukses di Usia Muda dengan Networking

Tambah Modal Usaha

Modal usaha juga memegang peranan penting untuk meningkatkan skala bisnis. Modal usaha ibarat “bahan bakar” untuk meningkatkan performa bisnis. Pengembangan kualitas, SDM, perbaikan sistem bisnis, peningkatan kualitas produk, dan networking tidak akan berjalan mulus tanpa tambahan modal usaha.  

Mungkin Anda bisa mendapatkan tambahan modal dari laba bisnis Anda sisihkan atau uang pribadi, tetapi jika jumlahnya terbatas, peningkatan skala bisnis akan berjalan lambat. Lantas bagaimana caranya? Cobalah untuk mencari pendanaan melalui pinjaman modal usaha. Anda bisa mendapatkan pinjaman di platform peer-to-peer lending Modalku. Dengan tambahan modal usaha, Anda bisa membeli mesin produksi baru, menambah stok barang, hingga menambah variasi produk Anda.

Lihat juga: “Apa yang Bisa Dilakukan dengan Pinjaman Modal Usaha?”

Artikel blog ini merupakan seri kedua pembahasan tentang skala bisnis. Seri sebelumnya, dapat Anda baca di sini!


Itulah 5 langkah strategis untuk meningkatkan skala bisnis. Tidak perlu bingung strategi mana yang lebih dahulu dijalankan. Sesuaikan saja strategi tersebut dengan situasi dan kondisi bisnis Anda. Semoga sukses!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply