4 Tips Menghadapi Inflasi Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sektor pendidikan bahkan tak jarang menyumbang angka terbesar inflasi. Bulan Agustus 2019 lalu contohnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa biaya pendidikan menyumbang porsi inflasi tertinggi sebesar 1,21%.

Adanya fakta ini mengharuskan orang tua untuk pandai-pandai mengatur keuangan. Tanpa manajemen keuangan yang baik, bukan tidak mungkin anak akan terputus pendidikannya. Lalu, bagaimanakah strategi yang tepat dalam menghadapi inflasi biaya pendidikan? Berikut ini beberapa langkah yang bisa mulai diterapkan dari sekarang.

Lihat juga: Butuh Biaya Pendidikan? Pilih Asuransi, Investasi, Tabungan atau Pinjaman?”

Rencanakan Anak Mau Sekolah di Mana

Sekarang ini ada banyak sekali model sekolah. Ada sekolah negeri, sekolah internasional, sekolah alam, hingga homeschooling. Untuk menentukan mana yang paling tepat, Anda tentu harus melihat potensi anak.

Jika Anda sudah mendapat gambaran sekolah seperti apa yang akan dituju, akan lebih mudah untuk merencanakan biaya pendidikan. Misalnya, si kecil ternyata lebih cocok bersekolah di SD swasta internasional, tentu biaya pendidikannya akan lebih besar dari SD negeri.

Akan lebih baik lagi jika Anda juga sudah memetakan biaya pendidikan anak hingga tingkat lanjut. Dengan begitu, persiapan dana pun bisa menjadi lebih matang. Katakanlah anak nantinya akan mengambil jurusan kedokteran. Cari tahu berapa biaya kuliah kedokteran saat ini, kemudian tambahkan nilai inflasi. Itulah kisaran dana yang harus Anda persiapkan.  

Ingin tahu cara menghadapi inflasi? Baca artikel-artikel ini: “Hadapi Dampak Inflasi dengan Investasi” dan “Jangan Takut Inflasi, Tingkatkan Penghasilan Anda dengan 6 Cara Ini”

Mulai Investasi

Apabila Anda merasa gaji saja tidak akan bisa menutup biaya pendidikan anak, maka tidak ada salahnya untuk mulai mencari pemasukan lain. Mulai berinvestasi adalah langkah yang paling tepat. Dengan investasi, Anda bisa mempersiapkan dana pendidikan untuk anak, bahkan hingga tahapan pendidikan lanjut.

Investasi akan membantu Anda untuk lebih siap menghadapi inflasi biaya pendidikan. Uang yang Anda miliki akan terus diputar sehingga tidak habis dimakan inflasi. Pilih instrumen investasi yang tidak mudah tergerus inflasi, maka dana pendidikan untuk anak bisa terjamin.

Anda bisa memilih instrumen konvensional seperti emas atau properti, Namun tidak ada salahnya juga untuk mulai melirik instrumen investasi lainnya yang juga tidak mudah tergerus inflasi. Salah satunya adalah instrumen reksadana. Ada beberapa jenis reksa dana yang bisa dipilih, Anda tinggal menyesuaikan kebutuhan.

Lihat juga: “Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Reksa Dana, Mungkinkah?”

Lakukan Diversifikasi Instrumen

Setelah mantap memilih instrumen investasi, kini beranjak pada salah satu strategi investasi, yakni diversifikasi instrumen. Diversifikasi instrumen berarti menempatkan dana investasi dalam beberapa instrumen investasi sekaligus. Tujuan utamanya adalah agar Anda bisa tetap mendapatkan return meski ada instrumen investasi yang macet.

Misalnya, Anda memilih reksadana. Untuk diversifikasi instrumen, Anda bisa memilih reksadana pasar uang yang kemudian ditambah investasi emas. Diversifikasi seperti ini cocok untuk investasi jangka menengah, contohnya untuk mempersiapkan biaya masuk SD anak.

Untuk jangka waktu yang lebih panjang seperti mempersiapkan biaya kuliah, Anda bisa menambahkan instrumen dengan nilai return yang lebih besar seperti properti atau saham. Ini karena biaya kuliah memang lebih besar dan cenderung lebih kompleks.

Asuransi Juga Bisa Dipertimbangkan

Di samping investasi, Anda juga bisa mempertimbangkan asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan ini cocok untuk Anda yang merasa kesulitan mengelola beragam instrumen investasi. Dengan asuransi pendidikan, Anda cukup membayar premi bulanan hingga waktu yang ditentukan.

Selain memberikan jaminan untuk biaya pendidikan anak, kebanyakan asuransi pendidikan juga hadir dengan manfaat proteksi. Dengan manfaat proteksi ini, Anda selaku tertanggung akan mendapatkan perlindungan terhadap risiko sakit, kecelakaan, bahkan cacat. Anda juga bisa menambahkan manfaat proteksi kepada anak.


Dengan tingginya biaya pendidikan di Indonesia, mau tak mau orang tua harus punya perencanaan matang dalam mempersiapkannya. Selain menabung, strategi persiapan dana pendidikan seperti di atas pun bisa diterapkan mulai dari sekarang. Semoga si kecil bisa mendapatkan pendidikan terbaik untuk masa depannya nanti.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply