Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Reksa Dana, Mungkinkah?

Meskipun investasi yang menguntungkan dapat memberikan passive income, namun kebanyakan orang hanya menganggapnya sebagai penghasilan sampingan. Apalagi jika Anda adalah seorang pemula, tentu return dari investasi belum bisa dijadikan penghasilan utama. Kebutuhan hidup tidak mungkin bisa terpenuhi dari return yang masih minim.

Instrumen investasi reksa dana kerap dipilih oleh para pemula karena jumlah investasi dapat dimulai dari nilai yang rendah dan risikonya relatif minim. Tentu ini juga berdampak pada jumlah return yang didapat. Makin tinggi risiko, makin tinggi juga return-nya. Begitu juga sebaliknya, jika risiko minim, maka return-nya juga lebih kecil.

Tapi, tahukah Anda bahwa passive income dari investasi juga punya potensi menjadi sumber penghasilan tetap. Jika sudah mencapai titik ini, Anda tidak perlu lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena uang yang bekerja untuk Anda. Tapi bagaimana caranya? Mungkinkah reksa dana bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup?

Lihat juga; “Pilih DPLK atau Reksa Dana?”

Mengapa Memilih Reksa Dana?

Lantas, mengapa instrumen investasi yang dipilih adalah reksa dana? Reksa dana punya banyak keunggulan. Pertama, Anda bisa mulai investasi dengan dana yang terjangkau. Investasi reksa dana bisa dimulai dari yang terkecil, yakni Rp 10 ribu dan kelipatannya. Ini tentunya bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan investasi.

Memang jika dibandingkan dengan trading saham, return reksa dana cenderung lebih kecil. Tapi ingat, dengan berinvestasi pada reksa dana, pekerjaan utama Anda tidak akan terganggu. Anda tidak perlu dibingungkan dengan harga saham yang anjlok tiba-tiba. Rasa menyesal juga tidak akan Anda alami jika telat membeli saham yang sedang naik. Perasaan cemas karena ada isu-isu yang memengaruhi harga saham juga tidak akan menghinggapi Anda.

Mengapa bisa demikian? Hal ini bisa terjadi karena reksa dana Anda diatur oleh Manajer Investasi (MI). Manajer Investasi akan membantu Anda memilih instrumen-instrumen yang potensial untuk Anda. Anda hanya perlu duduk manis dan memantau perkembangan reksa dana.

Dengan cara ini, investasi reksa dana bisa dimulai saat Anda sibuk bekerja. Sumber penghasilan Anda pun makin bertambah. Return reksa dana akan mengisi kantong Anda. Pastikan saja Anda menggunakan layanan dari perusahaan investasi yang sudah terbukti berkualitas dan track record-nya baik di mata Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pilih Reksa Dana yang Tepat

Meski dikelola manajer investasi, Anda juga perlu paham cara kerja reksa dana. Ini menjadi modal Anda dalam memilih jenis reksa dana dan penyedia jasanya. Pilih jenis reksa dana yang sesuai dengan pola penghasilan Anda. Salah satu kunci sukses investasi reksa dana adalah kecocokan antara tujuan keuangan dan jenis instrumen yang dipilih. Tetapkan dulu tujuan keuangan Anda. Apakah akan dicapai dalam jangka pendek, menengah, atau jangka panjang?

Pola penghasilan dan tujuan keuangan ini penting karena dapat memengaruhi return dan profil risiko Anda. Ada beberapa jenis reksa dana yang beredar, yaitu reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang. Sebelum memilih, pertimbangkan kondisi keuangan Anda.

Misalnya, Anda seorang karyawan yang mendapat gaji bulanan. Maka, Anda bisa memilih reksa dana penghasilan tetap. Setiap bulan Anda perlu menyetorkan dana kepada Manajer Investasi untuk dikelola. Jika Anda punya profil risiko menengah sampai tinggi dan punya tujuan jangka panjang, Anda dapat memilih reksa dana campuran.

Jika Anda seorang pebisnis dan terbiasa ambil risiko, Anda bisa pilih reksa dana dengan risiko yang lebih agresif seperti reksa dana saham. Apa bedanya dengan trading saham? Reksa dana saham adalah reksa dana yang kebijakan investasinya minimum 80% ditempatkan pada efek saham. Pada reksa dana saham, Anda tidak membeli saham sendiri, namun melalui Manajer Investasi.

Dengan memilih reksa dana saham, Anda tidak perlu pusing menilai kondisi fundamental saham, kualitas saham, emiten, hingga kondisi pasar. Manajer Investasi yang akan melakukan semuanya, sehingga Anda bisa fokus pada perkembangan bisnis Anda. Namun jangan lupa untuk terus memantau perkembangan reksa dana tersebut. Saat kinerjanya turun, Anda bisa berkonsultasi dengan Manajer Investasi: apakah lebih baik ganti reksa dana atau tetap bertahan pada reksa dana saham?

Memetik Hasil Reksa Dana

Agar mendapatkan return yang optimal, sebaiknya Anda memulai investasi reksa dana saat ini juga. Semakin cepat, semakin baik. Return reksa dana memang dapat memenuhi kebutuhan hidup, tapi butuh waktu. Saat Anda sibuk membangun karir atau mengembangkan bisnis, reksa dana bekerja menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk Anda. 

Meski reksa dana dapat “bekerja”, Anda harus tetap memantau perkembangannya. Jika sudah mulai menunjukkan return, jangan terburu-buru untuk menarik dana dan menikmatinya. Anda harus menginvestasikannya kembali agar dana Anda semakin berkembang. Jika perlu, jangan anggap return tersebut sebagai penghasilan, namun modal yang harus diputar.

Setelah beberapa tahun, jumlah return akan menunjukkan peningkatan signifikan. Nah, Anda bisa menempatkan sebagian return pada real asset. Real asset merupakan jenis investasi yang bersifat tangible, yaitu dapat disentuh dan dilihat, seperti properti, emas, barang koleksi atau seni, tanah, pertanian dan perkebunan, hingga peternakan. Aset-aset ini akan membuka sumber-sumber penghasilan baru.  

Dengan cara tersebut, semua sumber penghasilan akan mengalir deras. Selain dapat penghasilan dari bekerja atau berbisnis, Anda juga dapat return dari reksa dana dan real asset.  Pada titik inilah passive income dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Lihat juga: “Selain Produk Investasi, Inilah 5 Langkah Ampuh untuk Meraih Kebebasan Finansial”


Reksa dana merupakan investasi yang menguntungkan dan dapat menjadi sumber penghasilan tetap. Tentu Anda harus menggunakan strategi yang tepat. Jangan lupa untuk selalu menerapkan prinsip-prinsip dasar investasi seperti, high risk, high return dan “jangan meletakkan telur dalam satu keranjang”. Pelajari, pantau, dan bersabar menjadi kunci agar reksa dana rutin memberikan pundi di kemudian hari. Selamat berinvestasi!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply