Instrumen Investasi yang Cocok untuk Pemula

Sekarang adalah waktu terbaik untuk memulai investasi. Semakin cepat Anda mulai berinvestasi, maka semakin besar pula keuntungan yang akan diperoleh di kemudian hari. Meski investasi sering dikaitkan dengan modal yang besar, Anda yang masih pemula tetap bisa memulai investasi. Pilih instrumen yang memiliki risiko rendah, sehingga Anda bisa meminimalisir kerugian. Di samping memberikan passive income dari capital gain yang didapatkan, dengan berinvestasi Anda tetap memastikan kestabilan ekonomi pribadi di tengah resesi global.

Ingin tahu instrumen investasi yang cocok untuk menghadapi resesi? Klik di sini!

Investasi yang dilakukan dengan tepat akan membantu Anda mencapai tujuan finansial, baik dalam jangka pendek ataupun panjang. Tujuan finansial ini akan membantu Anda memenuhi kebutuhan dan target-target yang direncanakan. Nah, apakah Anda masih bingung menentukan instrumen investasi yang cocok untuk pemula? Berikut rekomendasi terbaik yang bisa dipertimbangkan. Yuk, cari tahu!

Instrumen Pasar Modal

Instrumen investasi di pasar modal merupakan instrumen yang memungkinkan kegiatan jual-beli surat-surat berharga, baik berupa ekuitas, saham, maupun obligasi. Sebagai pemula, Anda tidak perlu khawatir karena seluruh aktivitas investasi dengan instrumen pasar modal sudah diatur di dalam UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Pastikan Anda selalu bersikap cermat untuk membeli surat-surat berharga.

Untuk Anda yang mungkin baru belajar cara main saham, pasar uang dan pasar modal mungkin sulit dibedakan. Namun demikian, masih ada perbedaan pasar uang dan pasar modal yang mudah dikenali. Salah satunya dari jangka waktu yang diberikan. Pasar uang umumnya hanya dimanfaatkan oleh pencari modal untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek atau kurang dari setahun. Sebaliknya, pasar modal justru akan dimanfaatkan investor untuk mengelola dana investasinya dalam kurun waktu panjang.

Obligasi

Bagi investor pemula, mungkin instrumen investasi obligasi adalah pilihan yang kurang populer. Padahal investasi obligasi menawarkan sejumlah keuntungan besar bagi Anda. Obligasi atau surat utang ini biasanya diterbitkan oleh pemerintah maupun korporasi. Selama masa waktu obligasi, Anda akan mendapatkan pendapatan tetap yang disesuaikan dengan investment grade penerbit obligasi tersebut.

Di samping itu, Anda juga akan memperoleh keuntungan yang didapatkan dari selisih harga beli dan jual obligasi. Dalam hal ini disebut dengan capital gain yang memiliki bunga lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito. Obligasi adalah instrumen yang juga mudah diperdagangkan di pasar sekunder atau di luar Bursa Efek Indonesia (BEI).

Reksa Dana

Reksa dana adalah instrumen investasi dengan risiko rendah dan aman dimanfaatkan oleh pemula. Hal ini dikarenakan seluruh dana yang dialokasikan untuk investasi akan dikelola oleh seorang manajer investasi. Jadi, Anda tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk mengelola dana investasi tersebut. Lebih dari itu, return atau keuntungan yang didapat dari reksa dana juga lebih besar jika dibandingkan dengan obligasi dan deposito.

Jika Anda ragu memulai investasi karena memiliki modal yang minim, maka reksadana adalah pilihan yang tepat. Anda bahkan bisa memulai investasi reksadana hanya dengan modal sebesar Rp 50.000 saja. Selama Anda terus konsisten menyisihkan dana untuk investasi reksa dana dalam jangka panjang, maka keuntungan yang diperoleh pun lebih banyak.

Lihat juga: “Memenuhi Kebutuhan Hidup dengan Reksa Dana, Mungkinkah?”

Instrumen Derivatif

Mungkin instrumen derivatif masih cukup asing di telinga Anda, namun investasi dengan instrumen derivatif juga membuka peluang keuntungan finansial dalam jumlah besar. Instrumen derivatif dapat berupa saham, indeks obligasi, mata uang, hingga instrumen-instrumen keuangan lainnya. Instrumen derivatif terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai yang bergantung pada instrumen induk yang ada di pasar utama.


Jadi, jenis instrumen investasi mana yang akan Anda pilih? Siapa bilang investasi harus bermodal besar? Dengan modal kecil pun, Anda sudah bisa mulai berinvestasi. Pastikan Anda terlebih dulu mempelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing instrumen investasi. Dengan begitu, Anda tidak salah langkah dalam mengalokasikan dana untuk investasi. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply