Instrumen Investasi yang Cocok untuk Menghadapi Resesi

Resesi ekonomi global tidak hanya berdampak pada negara-negara maju, tetapi juga pada laju pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia. Resesi global menjadi pertanda adanya pertumbuhan ekonomi riil yang mengalami kemerosotan atau bernilai negatif selama lebih dari dua kuartal dalam setahun. Beruntung hingga di kuartal ke-3 tahun 2019 ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di kisaran 5% – 5,1%.

Sayangnya, di tahun 2020 mendatang, Bank Dunia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi dalam negeri hanya berada di kisaran 4,9%. Jika prediksi Bank Dunia tersebut adalah benar, maka ini menjadi pertumbuhan yang terendah sejak tahun 2015 silam. Untuk menghadapi resesi ini, Anda bisa mulai mempertimbangkan investasi. Pilih instrumen investasi terbaik yang cocok untuk menghadapi resesi ekonomi. Apa saja?

Surat Utang Negara

Surat utang atau obligasi adalah pilihan instrumen investasi pertama yang bisa Anda pertimbangkan. Obligasi memiliki risiko kerugian yang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan ketika Anda memilih untuk main saham. Cara bermain saham bagi investor pemula terbilang cukup rumit. Sedangkan instrumen investasi berupa surat utang atau obligasi ini bisa menjadi alternatif terbaiknya. Keuntungan investasi dengan surat utang negara yaitu perolehan capital gain dari penjualan efek bersifat utang yang diterbitkan pemerintah maupun korporasi.

Lihat juga: “Mengenal Surat Utang Negara”

Saham Blue Chip

Untuk mengantisipasi resesi ekonomi, Anda juga bisa memanfaatkan keberadaan saham blue chip sebagai instrumen investasi. Jika Anda tergolong pemula, perlu diketahui bahwa yang dinamakan saham blue chip yaitu saham yang dijual oleh perusahaan terkenal, mapan, dan terbukti memiliki modal besar. Produk atau jasa yang diberikan juga berkualitas tinggi dan diakui secara nasional. Anda bisa menemukan daftar lengkap saham blue chip di bursa efek dengan kode-kode saham yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Reksa Dana

Reksa dana adalah salah satu cara berinvestasi dengan menanamkan modal investasi untuk kemudian dikelola oleh seorang manajer investasi. Dengan instrumen investasi reksa dana, Anda bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan. Return atau keuntungan yang diberikan oleh instrumen ini terbilang cukup besar. Beberapa jenis investasi reksa dana yang bisa Anda manfaatkan yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana campuran, dan reksa dana pendapatan tetap.

Emas

Sampai saat ini, emas masih menjadi aset berharga yang bisa dijadikan instrumen investasi yang menguntungkan. Meski harga emas relatif dinamis, ini merupakan instrumen investasi yang mudah dikelola, dicairkan, serta diperjualbelikan. Pergerakan harga emas hari ini bahkan tidak dijamin sama di hari berikutnya. Namun demikian, emas menjadi instrumen investasi yang tahan terhadap serangan deflasi maupun investasi. Dengan begitu, untuk menghadapi resesi ekonomi di Indonesia, Anda bisa mulai berinvestasi emas saat ini juga.

Lihat juga: “Mengapa Harga Emas Bisa Naik Tiba-Tiba?”

Dolar

Satu lagi instrumen investasi yang cocok dipersiapkan sebagai langkah persiapan menghadapi resesi ekonomi, yaitu investasi dolar. Seperti yang diketahui, dolar Amerika Serikat sampai saat ini masih menjadi yang paling stabil dibandingkan dengan mata uang lainnya di seluruh dunia. Oleh karena itu, berinvestasi dengan uang dolar akan menjadi solusi tepat untuk Anda. Ketika harga-harga aset turun selama resesi ekonomi, Anda bisa melakukan pembelian aset dengan menggunakan dolar ini. Ketika pasar rebound, Anda pun akan mendapatkan pengembalian menguntungkan.


Beberapa instrumen investasi di atas sangat cocok dimanfaatkan untuk menghadapi risiko resesi atau perlambatan laju ekonomi Indonesia. Nilai tukar rupiah yang bisa menurun sewaktu-waktu tentu akan merugikan Anda. Oleh karena itu, segera investasikan dana yang dimiliki, sehingga Anda tetap memiliki penghasilan yang stabil dari keuntungan investasi tersebut.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply