5 Peluang Bisnis Saat Rupiah Melemah

Sedih rasanya saat mendengar kabar kalau nilai rupiah melemah. Menurut laporan dari situs CNBC Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan saat penutupan pasar spot pada 11 September 2019. Nilainya US$1 dibanderol sebesar Rp14.055. Nilai ini turun 0,07% jika dibandingkan posisi penutupan pada hari sebelumnya.

Rasanya mimpi untuk jalan-jalan ke luar negeri atau membeli barang-barang impor langsung terancam. Belum lagi risiko terjadinya resesi. Namun, bagaikan dua sisi mata koin, melemahnya rupiah juga dapat mendatangkan peluang bisnis pada sektor-sektor tertentu. Tidak percaya? Ini dia beberapa contoh peluang bisnis yang dapat Anda tekuni saat rupiah melemah!

Lihat juga: “Memaksimalkan Peluang Bisnis dengan 3 Prinsip Digital Marketing”

Bisnis Kerajinan Tangan

Bagi yang memiliki bakat dalam membuat kerajinan tangan, ini adalah saat tepat bagi Anda untuk mengembangkannya menjadi sebuah bisnis menjanjikan. Kerajinan tangan memiliki nilai personal dan keunikan yang tidak dimiliki barang-barang hasil mass production. Dua nilai inilah yang membuat hasil kerajinan tangan jadi minim pesaing. Apalagi jika kerajinan tangan buatan Anda masih tergolong jarang ditemukan, tentu nilai jualnya semakin tinggi.

Bahkan bukan tidak mungkin Anda juga bisa mengekspor hasil kerajinan tangan Anda ke luar negeri. Dengan nilai dolar AS yang meningkat, peluang penghasilan yang bisa Anda dapatkan pun akan meningkat.

Jasa Agen Wisata

Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mungkin membuat banyak orang jadi urung untuk berlibur ke luar negeri. Namun, sebagai negara tujuan wisata, krisis ekonomi semacam ini akan menarik turis mancanegara untuk datang ke Indonesia. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk berbisnis jasa agen wisata.

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan, mulai dari membantu booking tiket pesawat dan hotel di Indonesia, membelikan tiket masuk ke aneka tempat wisata, hingga menawarkan paket-paket liburan untuk berkunjung ke kota-kota menarik di Indonesia.

Eksportir Hasil Pertanian dan Perkebunan

Tidak dapat dipungkiri bahwa eksportir menjadi peluang bisnis yang langsung naik roket saat rupiah melemah. Dari sekian banyak komoditas yang bisa diekspor, hasil pertanian dan perkebunan merupakan contoh terbaik.

Ada begitu banyak produk Indonesia yang diminati importir luar negeri. Untuk hasil pertanian, beberapa contohnya seperti nanas, mangga, manggis, dan buah-buahan tropikal lain. Sedangkan untuk hasil perkebunan, contohnya adalah kelapa sawit, kopi, tembakau, biji pala, teh, kayu manis, lada putih, dan lada hitam.

Usaha Ikan Hias

Selama ini, ikan hias mungkin hanya dianggap sebagai objek untuk koleksi. Tujuannya pun biasanya untuk senang-senang saja. Padahal, jika digeluti dengan serius, Anda bisa berbisnis ekspor ikan hias. Peluang keuntungannya cukup menjanjikan, apalagi di tengah kondisi melemahnya rupiah.

Bahkan selama 2016 lalu, data Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) menunjukkan bahwa ekspor ikan hias Indonesia mencapai nilai US$65 juta, dengan tujuan utama Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, dan Hong Kong. Terlebih, bisnis ekspor ikan hias juga didukung pemerintah melalui program produksi dan rekayasa teknologi budidaya ikan hias laut di beberapa daerah.

Bisnis Jual Beli Emas

Walaupun mungkin terkesan “jadul” jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain, hingga saat ini emas masih menjadi investasi yang populer di Indonesia. Tidak mengherankan kalau banyak orang memiliki tabungan emas. Ini karena sebagai instrumen investasi, emas tidak mudah terpengaruh oleh melemahnya mata uang.

Jadi, saat nilai rupiah mengalami penurunan, harga emas pun tetap relatif stabil. Tentu tetap ada risiko, sama seperti investasi-investasi yang lain, tetapi tingkat risikonya cenderung rendah. Itulah kenapa bisnis jual beli emas layak diperhitungkan saat rupiah melemah. Meski demikian, Anda harus tetap memantau harga emas secara rutin. Saat krisis, harga emas bisa jadi sangat fluktuatif. Harga emas hari ini bisa sangat berbeda dengan harga emas esok hari.

Lihat juga: “Mengapa Harga Emas Bisa Naik Tiba-Tiba?”


Jangan langsung merasa down saat nilai rupiah melemah. Sebaliknya, manfaatkan kondisi ini sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis-bisnis yang disebutkan di atas. Jadi, bisnis mana yang akan Anda geluti?

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply