Potensi Ekonomi Kreatif di Tengah Krisis Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dunia hari ini mengalami perlambatan karena krisis yang terjadi. Krisis ekonomi ini terjadi karena instabilitas akibat adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Hal ini mengakibatkan ekonomi melambat dan memengaruhi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan sehingga tidak mampu mencapai 5% pada kuartal III tahun 2019. Meski begitu, Indonesia masih berada dalam kategori yang cukup baik dibandingkan negara-negara lain seperti Korea Selatan, Singapura bahkan Amerika Serikat yang hanya mampu mencapai angka sekitar 2%. Hal ini karena ditopang oleh ekonomi kreatif.

Ekonomi Kreatif Penyokong Utama Pertumbuhan Ekonomi

Dalam kondisi krisis ekonomi ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 6% disokong dari ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif tetap bisa eksis dan berkembang dengan baik dan memiliki prospek yang cerah. Potensi ekonomi kreatif ini bahkan diamini oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Ia mengatakan pada tahun 2020, ekonomi kreatif akan menyumbang hampir 7% PDB Indonesia secara keseluruhan dengan nominal Rp 1.200 triliun.

Pada tahun ini,  Indonesia berhasil menempati posisi ketiga sebagai negara dengan ekonomi kreatif yang berkontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional. Dimana subsektor penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi kreatif yang positif adalah dari industri subsektor fashion, kuliner dan benda kerajinan lainnya. Sementara berdasarkan pertumbuhan bisnisnya sendiri, subsektor ekonomi kreatif yang tumbuh subur di Indonesia ialah industri TV dan radio (10,33%); film, animasi dan video (10,09%); seni pertunjukan (9,54%) dan desain komunikasi visual (8,98).

Ingin tahu lebih lanjut tentang ekonomi kreatif? Lihat artikel-artikel ini: “Peluang Ekonomi Kreatif Menghadapi Revolusi Industri 4.0dan “Ketahui 4 Pihak yang Berperan dalam Ekonomi Kreatif”

Potensi 18 Juta Penyerapan Tenaga Kerja di 2020

Di samping delapan subsektor di atas, Bekraf menargetkan dengan delapan subsektor lainnya Indonesia dapat menyerap 17-18 juta tenaga kerja di tahun depan. Resistensi yang dimiliki oleh industri ekonomi kreatif memberikan optimisme terhadap lapangan pekerjaan, terutama bagi generasi muda.

Menilik dari subsektor yang berada di industri ekonomi kreatif, tidak sedikit di antaranya yang saat ini didominasi oleh generasi muda. Tidak sedikit juga yang tertarik untuk bergabung ke dalamnya karena atmosfer kerja di industri kreatif sendiri menawarkan budaya yang berbeda dibandingkan industri lainnya. Sesuai namanya, industri ekonomi kreatif membutuhkan orang-orang yang kreatif. Dimana kreativitas sendiri tumbuh dengan sendirinya dan tidak dipaksakan. Ada unsur kebebasan yang dapat dirasakan dalam bekerja di sektor ini sehingga industri ini cocok dengan karakter anak muda di Indonesia.

Manfaatkan Bonus Demografi Demi Kuasai Pasar Dunia

Sementara, untuk orientasi kegiatan usaha dari industri ekonomi kreatif ini, Bekraf melihatnya dari dua sisi, yaitu untuk memperbesar pangsa pasar Indonesia di dunia internasional sekaligus menyerap pasar domestik secara maksimal. Namun, pasar domestik akan menjadi prioritas utama. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan produk subtitusi impor kepada para pelaku industri kreatif Indonesia. Ini juga ditujukan untuk mengurangi impor demi mencapai keseimbangan perdagangan.

Melihat target yang dipatok oleh Bekraf, ini menjadi potensi tersendiri bagi ekonomi kreatif untuk memaksimalkannya. Untuk mengembangkan industri ekonomi kreatif ini, perlu adanya kesadaran dari masyarakat Indonesia untuk mendukungnya. Sebab industri inilah yang menjadi salah satu stabilisator dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah krisis hari ini.

Dukungan masyarakat dapat dilakukan dengan menjadi pelanggan setia dari produk-produk industri kreatif ini. Dengan penduduk hampir 260 juta jiwa ditambah dengan bonus demografi yang akan terjadi, ekonomi kreatif Indonesia bisa menjadi raja di negeri sendiri sebelum akhirnya dapat merajai pasar dunia. Hal ini dinilai lebih baik dibandingkan dengan menjadi konsumen dari produk industri kreatif dari negara lain. Potensi sebesar ini tidak boleh disia-siakan. Sementara negara lain mengincar Indonesia sebagai pasar utama, Indonesia seharusnya mampu mencintai produk industri kreatifnya.

Perlindungan Pemerintah Untuk Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Sokongan terhadap ekonomi kreatif juga sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa untuk mengungguli negara-negara maju di dunia seperti Jerman dan Cina dapat dilakukan melalui jalur ini. Untuk mendukung ini, Presiden pun meluncurkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 142 tahun 2018 tentang rencana induk pengembangan ekonomi kreatif nasional (Rindekraf). Perpres ini bertujuan untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.


Mengingat begitu besarnya potensi ekonomi kreatif di tanah air, maka penting bagi kita untuk memanfaatkannya sebaik mungkin dalam kancah persaingan ekonomi global di era pasar bebas.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply