Harga Emas Hari Ini Naik? Awas Ulah Spekulan!

Baru-baru ini harga emas dunia kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi ini semakin meyakinkan masyarakat dunia bahwa investasi emas merupakan instrumen yang aman. Dikutip dari CNBC Indonesia, diketahui harga emas di pasar spot merangkak naik hingga 0.32% pada 7 Oktober 2019 lalu. Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, juga menyebutkan bahwa investasi emas adalah pilihan terbaik bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Lihat juga: “Mengapa Harga Emas Bisa Naik Tiba-Tiba?”

Pengaruh Krisis Ekonomi Terhadap Investasi Emas

Meski cukup stabil ternyata krisis ekonomi juga bisa memengaruhi harga emas. Krisis ekonomi global saat ini salah satunya dipicu oleh persaingan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok. Kondisi ini pada akhirnya mendorong investor untuk memilih instrumen investasi emas yang bersifat aman (safe haven).

Investasi emas memiliki nilai yang relatif stabil meskipun negara tengah mengalami inflasi maupun deflasi. Di sisi lain, harga emas juga tidak terganggung ketika terjadi perang maupun krisis ekonomi global. Karena ketersediaan yang terbatas, permintaan akan emas jelas tidak berkurang dari waktu ke waktu. Fakta-fakta inilah yang menyebabkan investasi emas tetap menjadi pilihan terbaik ketika dunia sedang mengalami krisis.

Kenaikan Harga Emas Memancing Kehebohan di Kalangan Investor

Sebagai instrumen investasi yang bebas risiko, jelas emas masih menjadi pilihan investasi bagi investor pemula yang tidak ingin mengambil risiko saat berinvestasi. Dibandingkan dengan investasi obligasi atau saham, pergerakan harga emas yang dinamis dan cenderung mengalami kenaikan membuatnya semakin digemari. Kenaikan harga emas pada waktu-waktu tertentu bahkan dapat memancing kehebohan di kalangan investor.

Padahal kondisi ini perlu diwaspadai, mengapa? Perlu diketahui, harga emas merangkak naik karena memiliki peminat dalam jumlah yang tinggi pula, terlebih di tengah krisis ekonomi global. Namun, ketika situasi ekonomi mulai membaik, perburuan terhadap instrumen investasi yang berisiko tumbuh dan mempengaruhi penurunan pada harga emas. Harga emas akan turun ketika penawaran lebih besar dibandingkan dengan permintaannya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Lantas, apa yang harus dilakukan ketika Anda memilih untuk berinvestasi emas di tengah krisis global? Satu hal yang jelas, yaitu tetap bersikap tenang dan jangan terburu-buru menjual emas yang dimiliki. Anda dapat terus memantau perkembangan harga emas secara berkala. Pasalnya, tabungan emas dapat digunakan sebagai alat tukar ketika mata uang tidak terkendali. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa harga emas tidak terpengaruh oleh inflasi maupun deflasi sehingga cenderung lebih stabil dalam menjaga nilai kekayaan Anda.

Lihat juga: “Menyiapkan Dana Pensiun dengan Investasi Emas”

Lebih dari itu, investasi emas mungkin tidak memberikan return cash flow bagi investor. Sebaliknya, instrumen investasi yang satu ini justru akan memberikan capital gain dalam jangka panjang. Disebutkan bahwa harga emas dapat mengalami peningkatan antara 7% – 8% dalam kurun waktu sekitar 10 tahun. Inilah yang membuat Anda sebagai investor harus bersikap bijak dan tidak tergesa-gesa dalam melakukan jual-beli emas terutama di tengah kondisi krisis ekonomi global.

Sebagai investor pemula, tentunya instrumen investasi emas adalah pilihan yang tepat. Anda bahkan bisa menentukan tujuan dan perencanaan investasi emas dalam jangka panjang. Di sisi lain, investasi emas dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial Anda karena dapat dibeli dalam ukuran gram terkecil sedikit demi sedikit. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih optimal, pastikan Anda memanfaatkan investasi emas untuk jangka menengah hingga panjang, misalnya 5 – 10 tahun dan biarkan harga emas merangkak naik sehingga Anda dapat keuntungan ketika menjualnya di masa mendatang.


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply