9

Memaksimalkan Peluang Bisnis dengan 3 Prinsip Digital Marketing

Apabila beberapa hari yang lalu kami mendiskusikan soal offline marketing, sekarang saatnya membicarakan digital marketing.

Pesatnya perkembangan teknologi mengharuskan kita ikut beradaptasi dengannya. Bidang marketing juga tak luput dari adaptasi. Saat ini, brand dan pemilik bisnis mulai aktif melakukan pemasaran pada ranah digital. Tidak heran jika menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 143 juta per tahun 2017 lalu.

Tingginya jumlah pengguna internet tersebut menunjukkan bahwa ranah digital merupakan lahan subur bagi brand untuk mempromosikan produk mereka. Anda yang baru saja mendirikan usaha sampingan atau bisnis UKM pun bisa mengambil langkah sama. Namun, sebelumnya perhatikan dulu beberapa prinsip digital marketing berikut ini agar promosi berjalan sesuai rencana.

Real Time, Manfaatkan Momen

Kecepatan adalah kunci untuk “menguasai” dunia maya. Di internet, semua berjalan dengan cepat dan arus informasinya begitu deras. Hilang satu konten viral, muncul lagi konten viral lainnya yang siap menggantikan. Belum lagi berbagai media digital yang begitu cepat dalam meng-update berita terkini. Karena sifatnya yang real time ini, Anda dituntut untuk meningkatkan kecepatan pula. Jika ada pengguna yang mengomentari postingan Anda atau me-mention Anda, segera respons dengan cepat.

Begitu juga ketika terjadi momen penting atau ada isu relevan. Anda harus bisa cepat memanfaatkan kondisi tersebut dan menyertakannya pada konten digital marketing Anda. Misalnya, fenomena “Om Telolet Om” sempat ramai beberapa bulan lalu. Anda bisa mengajak tim untuk melakukan aktivitas “Om Telolet Om” dan meng-upload-nya ke media sosial. Cara ini menunjukkan sisi humanis dari brand Anda, bahwa di balik konten digital yang rutin di-post, ada orang-orang yang bekerja keras meramunya.

Pentingnya Konsistensi

Karena arus informasi yang begitu deras, Anda tidak bisa seenaknya dalam mem-post konten di ranah digital. Katakanlah hari ini Anda mem-posting satu tweet tiap satu jam. Namun, selama beberapa hari ke depan, Anda tidak posting sama sekali. Hal ini tentu akan membuat audiens bingung, yang bisa berujung pada keengganan mereka untuk berinteraksi dengan Anda.

Selain itu, karena tidak konsisten, posisi brand Anda pasti akan timbul tenggelam di ranah digital. Konten-konten yang Anda post akan tergerus oleh konten dari kompetitor dan brand lain. Risikonya adalah nama Anda akan susah diingat oleh audiens dan mereka tidak merasa familiar dengan brand Anda. Akibatnya, mereka akan merasa ragu untuk mencoba produk Anda.

Terus Melakukan Adaptasi

Era digital terus mengalami evolusi. Strategi digital marketing yang Anda terapkan pun juga harus melakukan hal sama. Untuk itu, Anda perlu berkomitmen terhadap diri sendiri terlebih dulu agar bisa terus berkembang dan berimprovisasi. Apabila memungkinkan, luangkan waktu dan siapkan budget khusus untuk melakukan riset terkait digital marketing.

Untuk bisa melakukan adaptasi, Anda harus rajin melakukan riset terhadap target audiens. Tren apa yang sedang populer di kalangan target audiens Anda? Hal-hal apa yang kini sering dibicarakan? Masalah seperti apa yang tengah dihadapi mereka? Dengan begitu, Anda memiliki insight dan informasi cukup untuk diolah menjadi konten digital marketing yang sesuai dengan kondisi terkini.


Memonitor target audiens merupakan salah satu kunci terpenting dalam prinsip digital marketing. Dengan mengetahui kondisi terkini dari target audiens, Anda bisa merancang strategi dan konten digital marketing yang up-to-date sehingga bisa terus relevan.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

 

Comments 9

  1. Pingback: Merencanakan Bisnis Sampingan: Perlu atau Tidak? – Modalku

  2. Pingback: Inilah Cara Menganalisis Situasi Pasar Untuk Bisnis Optimal – Modalku

  3. Pingback: Ini Dia Penyebab Bisnis Kuliner Anda Bangkrut - Modalku

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
  4. Pingback: 5 Cara Mengembangkan Bisnis Sejak Mahasiswa - Modalku

Leave a Reply